
Pentagram Lima Elemen merupakan fondasi utama dari kekuatan ras jiwa di masa itu. Merupakan array raksasa yang melingkupi wilayah yang sangat luar biasa luas.
Populasi ras jiwa dari masa ke masa sangatlah sedikit dan terbatas. Mereka diberikan kekuatan besar namun konsekuensi keseimbangan yang diberikan oleh alam adalah sangat sulitnya melahirkan keturunan.
Perang di surge dengan pengepungan besar kala itu bertujuan untuk memecahkan array raksasa pentagram lima elemen.
Hanya untuk memecahkan array seluruh surge bersatu, namun mereka kehilangan hampir separoh kekuatan pasukan.
Pentagram Lima Elemen menyuplai energy tak terbatas untuk membuat pertahanan dan melakukan serangan yang memecah belah pasukan surge. Kala itu pasukan surge berhamburan dan berjatuhan seperti pembasmian serangga.
Bagi veteran-veteran perang di surga, menyebutkan array ini akan membangkitkan kenangan buruk dan suram yang tentu tak bisa mereka lupakan begitu saja. Kenangan akan dahsyatnya array ini tidak lagi tercetak dalam ingatan pikiran, namun sudah melekat pada jiwa.
Ketakutan yang berasal dari akal pikiran memungkinkan untuk bermanuver dengan memanfaatkan potensi diri dengan mengkombinasikan pada peluang-peluang yang ada. Sedangkan ketakutan dari jiwa membuat seseorang kehilangan harapan untuk hidup.
Mao Yu memerintahkan Bibi Bu untuk mulai menyusun array tanpa ada sedikitpun penundaan.
Piring dengan mozaik api di cabang gurun dewa.
Piring dengan mozaik logam di cabang pegunungan tak bertepi
Piring dengan mozaik air di archipelago yang penuh dengan lautan
Piring dengan mozaik tanah di rawa tak terjamah
Piring dengan mozaik kayu di cabang hutan belantara tak terbatas
__ADS_1
“Dengan begini fondasi akan sempurna. Bibi Bu bagaimana dengan lubang cacing di bawah tanah ini ?” Mao Yu menatap Bibi Bu dengan serius.
“Sangat retak, memungkinkan aka nada beberapa orang yang tiba dalam waktu dekat. Namun, selama array dibangun dengan tuntas lubang akan tertutup sempurna.” Bibi Bu memicingkan mata Laron yang tersembunyi oleh pipinya yang bulat menonjol.
“Hmmm, yah… “ Mao Yu sedikit merasa lega.
“Kloningku sudah mulai memasang piringan pada area yang ditunjuk. Membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk menyelesaikannya.” Bibi Bu menghitung dengan cermat.
“Jika seseorang dari surge datang, kamu bisa menghalanginya?” Mao Yu sedikit berfikir akan dampak terburuk.
“Tergantung siapa yang datang. Jika mereka adalah salah satu progenitor, ini akan sulit bagiku. Yah, aku masih bisa selamat. Tapi tidak untuk semua yang ada di di tigabelas dunia.” Bibi Bu mengkalkulasi.
“Begitu rupanya… Aku akan tinggal di sini hingga array selesai.” Mao Yu bergumam.
Mao Yu sebagai asisten pengajar mendaftarkan Wan Hanma untuk misi dalam beberapa bulan ke depan.
Sebagai asisten pengajar dia benar benar sangat tidak laku. Sampai sekarang bahkan tak satu pun murid yang datang melamarnya untuk menjadi pendamping kultivasi.
Mao Yu terkenal sebagai asisten yang malas dan tidak berbuat apa-apa pada didikannya. Para murid bahkan memberinya gelar asisten ampas setelah melihat bagaimana Wan Hanma diperbudak dalam berbagai hal dan urusan.
Ini menambah daftar momok para murid selain Penatua Lu mereka menambahkan Asisten Yu dalam daftar terlarang.
“Penatua Lu dengan bawahan Asisten Yu adalah kombinasi yang cocok.” Suara seseorang terdengar dari balik kerumunan.
Mao Yu mengetahui sasaran kalimat barusan adalah untuknya. Namun dia tetap cuek bebek menghiraukan. Dia menyibukkan diri dengan mengisi form untuk Wan Hanma.
__ADS_1
Kasak kusuk murid terdengar.
“Asisten Ning memang benar benar tajam baik bilah pedangnya maupun perkataannya.” Murid perempuan dengan pita kuning berbisik-bisik.
“Melalui gala asisten tahun lalu Asisten Ning mendapatkan debutnya sebagai asisten dengan nomor urutan pertama. Prestasinya sepadan dengan kesombongannya.” Teman di sebelahnya menegaskan ulang.
“Aku lebih memilih Asisten Ning selain dia cakep dalam membimbing juga sangat telaten. Dia menjawab semua pertanyaan dan mengentaskanku dalam keragu-raguan saat kultivasi.” Murid dengan pita jingga menunjukkan kebanggaan.
“Itu bukankah Asisten Ning melihatmu sebagai yang tercantik sehingga teropong nya selalu mengarah padamu.” Murid dengan pita kuning menepis.
“Sttt…. Hentikan bergosip.” Temannya yang lain memberi isyarat.
Mao Yu mengabaikan semuanya karena baginya hal-hal seperti ini tidak penting. Tak layak dimasukkan ke dalam daftar masalah.
Mao Yu melihat selebaran dipampang di belakang resepsionis. Di sana tertulis ekspedisi tambang Kristal Keluarga Mo. Mao Yu mengingat dulu di sana dia menemukan dan membebaskan Bai Kong yang sedang ditawan.
“Ada misi apa di pertambangan Klan Mo?” Mao Yu penasaran.
“Mereka menggali terlalu dalam hingga menemukan lorong kuno.” Asisten Ning menyahut sebelum resepsionis berbicara.
“Kamu ?” Mao Yu mengernyit.
“Aku Asisten Ning, kamu pasti Asisten Yu yang baru mendapatkan promosi. Aku berencana turut dalam ekspedisi ini. Kuharap Asisten Yu juga turut berpartisipasi untuk membuktikan diri di hadapan para murid.” Asisten Ning mulai memantik nyala api.
“Tambang Keluarga Mo… Hmmm, Tidak buruk.” Mao Yu teringat sesuatu.
__ADS_1