
Mao Yu berada di depan sebuah bangunan dengan desain yang unik. Bangunan cukup besar terbuat dari kayu dengan susunan yang rapi dan unik.
Inilah Kedai Bakmi Hwa sekarang. Beroperasi cukup besar dengan bangunan baru bertingkat 4.
"Selera Paman Mubai dalam mendesain bangunan cukup bagus." Mao Yu memuji.
Mao Yu memasuki kedai. Dia melihat pengunjung sangat ramai dengan seluruh kursi hampir penuh di lantai pertama.
Pelayan-pelayan kedai hilir mudik dengan sibuk mengantar pesanan para pelanggan. Kedai sekarang menyajikan berbagai macam menu. Menu terbaik kedai ini menyuguhkan olahan daging binatang buas tingkat 4.
Ada Bakmi Daging, Steak, Daging Panggang Rempah, Daging Asam Manis dan lain-lain.
Bibi Hwa ternyata cukup terampil mengelola kedai sebesar ini. Dia dapat mengorganisir dengan baik seluruh karyawan.
Bibi Hwa mampu memberikan pelayanan yang baik kepada para pelanggan.
Beberapa pelanggan terdengar dengan keras mereka membicarakan bahwa kedai ini layak dikunjungi tiap hari.
Beberapa yang lain menyatakan akan sangat memuaskan jika mengajak relasi bisnis makan di sini.
Beberapa yang lain dengan semangat mengatakan akan membungkus beberapa menu untuk dibawa pulang, dinikmati bersama anak dan istri mereka.
Mao Yu menghampiri Bibi Hwa yang tampak sibuk memberi arahan kepada salah satu pelayan.
"Bibi, bagaimana keadaan kedai sekarang?" Mao Yu menginterupsi Bibi Hwa.
"Ah, Tuan muda... Syukur sekali saya sangat bahagia sekarang." Bibi Hwa menangkupkan tangan dan menunduk memberi salam kepada investor kedai yang sangat berjasa.
"Tak perlu formal Bibi." Mao Yu menepis.
Keduanya lantas berbincang-bincang dengan sesekali mereka tertawa bersama. Raut wajah Bibi Hwa sekarang tampak cerah dan bersinar.
Sangat jauh jika dibandingkan saat Mao Yu datang ke kedai pertama kali.
"Okey Bibi, aku harus ke lantai kedua untuk sebuah urusan." Mao Yu mengakhiri percakapan mereka.
"Baik, silahkan tuan muda..." Bibi Hwa kemudian kembali menyibukkan dirinya dengan para pelayan.
Mao Yu menaiki tangga menuju lantai kedua. Ruangan lantai kedua didesain lebih elegan, ditambah beberapa lukisan pemandangan alam yang bagus berjejer di dinding.
Membuat suasana cukup nyaman untuk bersantai dan menikmati hidangan di ruangan ini.
__ADS_1
Mao Yu melihat ada beberapa pengunjung dengan pakaian yang berbeda dengan yang berada di lantai pertama. Hampir separoh kursi telah diisi.
Mao Yu menangkap bahwa pengunjung di sini lebih elit. Mungkin mereka adalah orang yang memiliki posisi cukup penting.
Di sebuah meja salah satu sudut ruangan Li Hua dan Shen Mubai tampak menanti kedatangan seseorang.
Mereka berdua melihat Mao Yu tiba segera berdiri dan memberi salam. Mao Yu kemudian duduk bergabung dengan mereka.
Meja mereka masih memiliki beberapa kursi yang tersisa. Memberikan petunjuk bahwa mereka menunggu kedatangan seseorang untuk sebuah diskusi penting.
Sembari menanti sang tamu tiba, mereka tampak berdiskusi membahas suatu hal.
Hingga akhirnya suasana seluruh ruangan menjadi tenang saat seorang keindahan berbaju putih tiba di lantai kedua bersama rombongan kecil.
Rombongan itu berjalan mengacuhkan pengunjung lain, mereka menuju meja Mao Yu dan langsung mengambil tempat.
"Selamat siang Tuan-Tuan aku adalah Hong Shi. Aku manajer Night Lily Cabang Kota Kekaisaran."
"Di samping saya adalah Lady Xin Feng putri kelima Klan Xin, Ayahnya adalah ketua dari cabang pusat di benua tengah."
"Senang hari ini bisa bertemu dengan tuan semuanya." Hong Shi memperkenalkan dirinya dengan ramah.
Kota Kekaisaran adalah pusat dari benua selatan. Selain benua selatan ada benua timur, utara dan barat. Benua tengah menjadi pusatnya.
Xin Feng berada di kasaya emas tahap pertama. Sedangkan empat pengawal yang berdiri di belakangnya semuanya berada di kasaya perak tahap kelima. Persis seperti Li Hua dan Shen Mubai.
"Mari kita mulai transaksi." Mao Yu segera mengambil ucapan tanpa basa basi.
Hong Shi mengeluarkan sebuah kotak dari cincin penyimpanannya. Kotak kayu cendana dengan ukiran bermotif merak yang indah.
Dia kemudian membuka dan menunjukkan isinya kepada tuan rumah.
Dua puluh cincin penyimpanan berjejer rapi di dalamnya. Mao Yu kemudian meluaskan persepsi jiwanya ke seluruh cincin.
Memastikan bahwa benar sesuai dengan pesanan bahwa di dalamnya memiliki ruang 10 x 10 x 10 meter. Mao Yu mengangguk puas.
"Tagihannya?" Mao Yu bertanya
"Semuanya 600.000 keping emas." Hong Shi mengatakan dengan pelan. Namun cukup didengar oleh seluruh pengunjung dalam ruangan lantai kedua.
Li Hua dan Shen Mubai terengah-engah mereka tidak tahu tuan mudanya membuat transaksi super besar di sini.
__ADS_1
Begitu juga dengan para pengunjung. Mereka menghentikan makan sesaat.
LI Hua dan Shen Mubai terengah-engah mereka tidak tahu kalau tuan mudanya membuat transaksi seperti ini di sini.
Begitu juga dengan para pengunjung di lantai kedua juga terperangah. Mereka merasa bahwa benar-benar layak makan siang di sini kali ini.
Selain menu yang lezat ternyata di tempat ini juga sangat cocok dalam membuat kesepakatan bisnis. Ini akan melambungkan nama Kedai Hwa ke depannya.
Mao Yu lantas menarik 60 kristal jade menengah dari cincin penyimpanannya dan meletakkan dengan susunan rapi di atas meja.
“INN INIIIII....”
Seluruh pengunjung termasuk Li Hua dan Shen Mubai terkejut bahkan ada yang sontak berdiri.
Mengetahui dengan mata kepala mereka sendiri alat yang digunakan Mao Yu untuk membayar.
Xin Feng merespon hanya sedikit bergetar seperti ingin mengucapkan suatu hal. Hanya Hong Shi yang mampu menjaga ketenangannya. Layak disebut sebagai manager profesional cabang Night Lily.
Di benua ini keberadaan kristal jade sangat langka. Diketahui hanya pertambangan Klan Mo saja yang dapat
menghasilkan, itu pun dalam jumlah yang kecil.
Hong Shi kemudian memeriksa jade kristal. Setelah mengkonfirmasi benar dan sesuai mereka melakukan serah terima barang. Kesepakatan bisnis telah selesai.
"Dari mana kamu mendapatkan kristal jade?" Xin Feng yang biasanya hanya diam kini membuka suara.
Mao Yu seakan berfikir keras. Berusaha menggali-gali kisah masa lalu yang telah terkubur.
"Ketika aku berada di jalan hutan seorang diri aku dihadang dan dianiaya oleh dua orang yang ingin merampokku."
"Mereka sangat besar, menyeramkan dan kejam. Aku disiksa hingga babak belur dan tak berdaya. Mereka memeriksaku, ternyata aku tak memiliki harta apa pun yang pantas mereka ambil."
"Lantas mereka pergi meninggalkanku begitu saja." Mao Yu menceritakan dengan memelas.
"Namun ketika mereka pergi. Kuda mereka menjatuhkan satu karung bawaan mereka."
"Setelah mereka jauh aku memeriksa karung dan menemukan berisi kristal-kristal ini." Mao Yu menutup ceritanya.
Xin Feng " ... ???... "
Alis mata Xin Feng berkedut kedut jelas dia tahu apa maksud kisah ini. Dia kemudian segera meredam amarahnya.
__ADS_1
Namun kebencian dan dendam kepada pemuda di depannya tumbuh berkali-kali lipat menjulang hingga sebesar gunung.