
Mao Yu memahami dengan sangat baik berapa orang yang mendatanginya. Inderanya sangat tajam. Sangat jauh berbeda dengan sebelumnya.
Ini semua berkat harta yang dia temukan di makam gua.
Bukan dari perbendaharaan istana putih. Justru pemicunya adalah tanah yang berada di dalam kotak peti giok.
Tanah tersebut tidak berguna bagi Mao Yu, namun sangat berarti bagi pohon willow. Merupakan sebuah pupuk, bisa dikatakan sebagai serum terbaik untuk pertumbuhannya.
Akar jiwa pohon willow kini berangsur-angsur telah menjangkau tiga belas dunia. Bahkan mulai terus menjalar ke berbagai dunia yang lain di luar sana.
Akar jiwa mampu menyerap berbagai kekuatan yang pohon willow kehendaki. Ini merupakan keberuntungan besar bagi Mao Yu. Pohon willow mensinergikan kekuatannya kepada Mao Yu.
Bisa dibilang Mao Yu memiliki pemasok kekuatan tak terbatas dari pohon willow. Menjadikan kultivasinya maju pesat. Mao Yu hanya perlu mengkonsolidasikan untuk terus menumbuhkan kultivasinya.
“Salam Yang Mulia.”
Seorang pemuda yang kehilangan sebelah kakinya menyapa Mao Yu.
Kaki yang hilang diganti dengan kaki palsu yang terbuat dari logam tak diketahui. Pemuda nampak sengaja memperlihatkan kaki palsunya pada umum.
“Hmmm, kamu.” Mao Yu melihat pada jubahnya tersulam sebuah tower benteng dengan goresan tiga cakar.
“Hamba, Wu Lan murid generasi pertama Benteng Tua Leluhur.Ditugaskan Tuan Shen Mubai sebagai duta untuk Klan Wang. Maafkan menemui anda sangat terlambat karena baru keluar dari pengasingan.”
“Aku mengerti.” Mao Yu tersenyum.
“Tampaknya Pak Tua Shi melatihmu dengan baik. Apakah Benteng Tua Leluhur menyediakan segala keperluanmu dengan baik?” Mao Yu meneruskan dengan bertanya.
__ADS_1
“Sangat, sangat baik. Terlalu... terlalu baik.”
“Izinkan saya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bergabung sebagai murid pertama di benteng anda.”
“Waktu itu saya sudah sangat putus asa. Tidak ada harapan nampak di depan mataku. Beruntunglah Pak Tua Shi berkunjung ke desaku dan membuka pendaftaran.”
“Aku satu satunya orang dari desaku yang memenuhi panggilan Benteng Tua Leluhur. Aku sangat terberkati.”
Wei Lan bersujud kepada Mao Yu. Dengan khusyu dan sungguh sungguh. Mao Yu dapat merasakan dari getaran jiwa Wei Lan.
“Kamu mengenalku dengan baik?” Mao Yu bertanya kembali.
“Pertama kali hamba menemui tuan. Namun eselon tinggi Klan Wang terus memuliakan anda sepanjang waktu. Hamba mengenal anda melalui mereka.” Wei Lan tersenyum.
“Baiklah, aku cukup senang mendengarnya. Kamu telah mewujudkan impianmu menjadi seorang kultivator.”
“Hidup dan Matiku untuk Benteng Tua Leluhur.” Wei Lan menjawab dengan mantap.
“Bagus, Itulah tekad yang harus dimiliki seorang generasi pertama.” Mao Yu mengangguk dan memuji.
Mao Yu melakukan peregangan. Dia melemaskan otot leher, tangan dan kakinya. Kali ini dia bersiap untuk mengatasi pembuat onar di Danau Perak dengan tangannya sendiri.
Di sisi lain, para pesakitan pengikut Lei Teng tampak telah membaik dari kondisinya. Mereka berkumpul saling merawat luka satu sama lain. Sebagian mengurus jenazah temannya.
Melihat para pesakitan sangat buruk keadaanya. Mao Yu menjadi geram, dia menetapkan pada dirinya sendiri tak akan memberi kemudahan pada Gadis Api dari Sekte Api Phoenix.
“Wei Lan, Aku ingat Benteng Tua Leluhur menahan perempuan binal bernama Chi. Apakah dia masih di sana?”
__ADS_1
“Benar, dia berada di penjara bawah tanah level tiga.” Wei Lan menjawab.
“Penggal kepalanya. Bawa kemari bersama pasukan An Ming.” Mao Yu memberikan perintah.
INNNNN IIINNNNNNNIIIIIIIIIIIII................
Komandan An Ming adalah satuan elite utama Benteng Tua Leluhur. dikenal sebagai Pasukan Jubah Gelap. Meskipun belum pernah melihat aksinya di dunia secara langsung Wei Lan merasa jantungnya berdegup kencang.
“Pastikan tepat waktu datang di Danau Perak saat matahari setinggi tombak.” Mao Yu menegaskan.
Dengan sedikit gemetar Wei Lan mengeluarkan sebuah bola giok dari penyimpanannya. Dia kemudian mengirimkan transmisi giok kepada Shen Mubai. Menyampaikan permintaan tuannya.
Wei Lan memikirkan, ini telah tiba waktunya Benteng Tua Leluhur melakukan ekspansi militernya secara terang-terangan. Ini pertama kali sejak benteng didirikan.
Wei Lan sangat bersemangat sekaligus membuatnya semakin bangga bahwa dia adalah seseorang yang merupakan bagian dari benteng.
Dari langit utara kobaran api terang benderang menyeruak dalam kegelapan langit malam.
Kobaran makin membesar menjadikan pertanda bahwa objek api makin mendekati arah danau.
Semua orang di Sekte Danau Perak tertegun dengan pandangan mengunci. Mereka sangat waspada terhadapnya.
Lebih lebih para pesakitan pengikut Lei Teng. Mereka masih menyimpan trauma berat atas tindakan gila dari Gadis Api.
Kobaran telah sampai pada halaman sekte. Api memudar dan lenyap dengan perlahan. Menampilkan sosok keindahan yang tiada tara.
Kecantikannya sebanding dengan Pendeta Pegar Suci dan Gadis Mawar Merah.
__ADS_1
Gadis Api dari Sekte Api Phoenix telah tiba di hadapan Mao Yu dan Wei Lan. Tatapannya sangat sinis, nafasnya terengah engah tampak menahan kemarahan yang ingin segera luapkan saat melihat sosok pemuda berpakaian hitam di depannya.