Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Properti


__ADS_3

Ibukota pusat memiliki ukuran sekitar sepuluh kali lebih besar dari kota kekaisaran. Dengan banyak berdiri bangunan lebih tinggi dan lebih megah dari kota kekaisaran.


Jika kota kekaisaran adalah kota yang memberikan kesan kuno, antik dan tua. Maka Ibukota Pusat adalah kota metropolitan dengan bangunan yang lebih modern beraneka ragam struktur dan desainnya.


Kereta kuda memasuki ibukota pusat pada sore hari. Kemudian kereta diputuskan berhenti pada sebuah penginapan mewah. Mao Yu bermaksud membersihkan diri dan mengambil istirahat sejenak setelah perjalanan jauh.


Mao Yu keluar dari kamar mandi. Perlu diingat bahwa dia menyukai kebersihan. Dia tak betah lama-lama membiarkan tubuhnya lengket dengan kotoran.


Di sebuah kamar mewah, dia duduk di kursi goyang antik. Jarinya memainkan cincin penyimpanan Xin An yang dirampas siang tadi.


Ketika persepsi diarahkan ke dalam, di sana terdapat tumpukan perak, 40.000 keping emas, pakaian, kosmetik dan sebuah pedang feminim.


"Ternyata puteri yang dibanggakan ini termasuk manusia miskin." Mao Yu melihat kekayaan pribadi Xin An ternyata tidaklah seberapa.


Mao Yu hanya mengambil cincin milik Xin An. Sedangkan cincin-cincin milik para pengawal semua diserahkan kepada Li Hua sebagai hak kemenangannya.


Jika kekayaan dibandingkan dengan Xin An, sebenarnya justru Mao Yu adalah taipan sejati. Kekayaannya sekarang ini mampu membeli seluruh negara bahkan seluruh dunia ini.


Brankas kekayaannya bahkan disimpan di tempat paling aman dan dijamin dengan keamanan paling ketat. Berada di dalam ruang independen di salah satu bilik jantung Bai Kong.


Malam ini Kong Kecil sangat menikmati fasilitas kamar mewah. Dia baru saja menikmati sajian buah beberapa loyang dari layanan keramahan hotel.


Setelah puas melahap dia melanjutkan tradisi ngoroknya telentang di kasur dengan perut bola.


Mao Yu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perilaku monyet ini. Yang ada di pikirannya hanya makan saja.


Malam hari ini digunakan Mao Yu untuk berkultivasi. Menguatkan penguasaannya di ranah elemen jiwa.


***


Di ruang kerja Klan Xin, Xin An dengan wajah terbalut perban menemui ayahnya. Ayahnya bernama Xin Bang yang merupakan patriark keluarga Xin saat ini.


Ruang kerja cukup luas dengan sebuah meja besar. Penerangan dengan kristal cahaya kemerahan sangat tepat. Membuat seluruh ruang bernuansa eksklusif dan elegan.


"Ayah, tegakkan keadilan untukku." Xin An berkata


Xin Bang duduk di kursi dengan setumpuk kertas menggunung. Dia mengacuhkan putrinya yang sedang mengadu padanya.

__ADS_1


Xin Bang tenggelam dengan laporan-laporan bisnis guild dan bisnis klan. Matanya beralih dari kertas satu ke kertas lainnya.


Karena ayahnya tidak kunjung memperhatikan, Xin An melanjutkan aduannya.


"Pengawalku mati semua sedangkan aku mengalami malapetaka. Tindakan ini sangat merendahkan martabat keluarga kita. Izinkan aku membawa tentara untuk membalaskan penghinaan ini."


"Martabat Keluarga Xin telah diinjak-injak. Akan sangat memalukan jika hal ini dibiarkan. Ijinkan aku menumpas bedebah ini." Xin An mengatakan dengan berapi-api.


Xin Bang tetap fokus pada kertas-kertas di depannya. Dia bahkan tidak merespon sama sekali perkataan Xin An.


Karena lama tidak kunjung mendapat rerspon, Xin An pun mulai merasa marah. Namun dia hanya mampu menahan amarahnya di dalam dada. Ayahnya ini bukan sembarangan dapat disinggung bahkan oleh anak-anaknya sendiri.


"Lakukan sesukamu..." Xin Bang menjawab singkat. Dia tetap acuh tak acuh bahkan melirik kepada Xin An pun tidak.


Xin An segera mengambil langkah panjang meninggalkan ayahnya. Dia tidak membutuhkan rasa simpati dari ayahnya.


Dia hanya membutuhkan persetujuan ayahnya untuk membawa pasukan. Demi membalaskan dendam kepada orang yang telah mempermalukan dirinya. Juga yang telah merusak wajah cantiknya.


Dalam hati dia terus mengutuk seorang pemuda yang menjadi biang keladi atas kejadian yang dia alami. Dia berjanji akan segera menemukan dan melakukan siksaan berkali-kali lipat hingga dia memohon-mohon untuk mati.


***


Ini adalah kereta Xin An. Namun pagi ini kereta tampak lebih mewah dan menawan lagi dari sebelumnya.


Mao Yu meminta pihak penginapan untuk mendatangkan beberapa perajin kereta secara khusus. Untuk memodifikasinya menjadi kereta yang mewah dalam waktu semalam.


Pihak penginapan juga memberikan layanan bagus. Mereka memasukkan makanan, sekeranjang buah, dan minuman di dalam kereta. Sangat totalitas dalam memuliakan tamu.


Li Hua hari ini menjadi kusir berpakaian dengan ala borjuis. Mereka di ibukota pusat mengambil identitas sebagai Tuan Kaya Raya bersama seorang Kusirnya.


Meskipun kereta mewah menjadi pemandangan yang biasa di ibukota pusat. Para pejalan mau tak mau harus menyediakan waktu memandang kereta Mao Yu lebih lama.


Kereta yang lewat di depan mereka ini hampir seluruhnya disepuh dengan emas murni. Bahan kayu jati berwarna hitam tampak angkuh jika dipadu dengan ornamen emas. Batu-batu permata juga diletakkan pada posisi yang pas.


Ukiran burung pegar dengan bulu menjuntai terbuat dari emas murni dipasang di atap kereta. Ditarik dua ekor kuda yang sangat cantik. Pihak penginapan juga melakukan rias terhadap kuda penarik kereta.


Kereta melaju dengan kecepatan sedang. Kemudian berhenti di depan Guild Makelar.

__ADS_1


Seorang pemudah berjubah beludru hitam keluar dari dalam kereta. Bulu bulu gagak yang menempel pada kerah jubah melalambai-lambai saat angin menerpanya.


Para pejalan sangat heran dengan anak kaya ini. Mereka semua berfikir dengan serius dari mana anak kaya ini berasal. Di ibukota pusat mereka belum pernah melihatnya. Mereka segera berganti alternatif, mungkin anak kaya berasal dari daerah luar ibukota.


Mao Yu dan Li Hua masuk ke dalam lobby Guild Makelar.


Seorang lelaki pendek gemuk berkumis lele mendatangi mereka berdua. "Nama saya Ba Gu, Saya akan melayani tuanku semua." Dia tersenyum seperti penjilat ulung.


Mao Yu melempar sebuah batu jade kristal rendah pada Ba Gu.


"Ambil tips mu di awal..." Mao Yu berkata dengan santai.


"INN INIII..." Mata Ba Gu membelalak. Batu ini bernilai 10.000 emas. Setara dengan 500 bulan dia bekerja di sini.


Tak hanya Ba Gu, para pengunjung yang melihat juga kaget setengah mati. Yang berdiri memiliki ekspesi meloncat sedangkan yang duduk dengan sontak mengambil posisi berdiri. Dari mana datangnya anak kaya ini?


"Tunjukkan rumah paling strategis, paling besar, dan paling luas. Sebutkan harganya tidak ada masalah dengan nominal berapa pun." Mao Yu berkata kepada Ba Gu.


"Si... Siap Tuan..." Ba Gu menjawab dengan tergagap.


Ba Gu pembawa pelanggannya ke lantai dua. Di sana Mao Yu dipresentasikan pada banyak lembaran kertas poster rumah dengan berbagai gaya dan ukuran. Mao Yu tidak repot repot memandang semuanya.


Mao Yu memilih sebuah rumah besar dengan arsitektur kuno berlokasi di jantung ibukota pusat dengan halaman yang sangat luas.


Di dalamnya selain terdapat susunan rumah utama. Juga terdapat bangunan kuil, kolam besar dengan jembatan batu, taman pohon, dan taman bunga. Ba Gu kemudian menaksir luas area secara keseluruhan 20 hektar.


Sungguh pasti memiliki harga yang fantastis. Guild makelar jelas memasukkan properti ini dalam kategori sulit terjual.


Hingga akhirnya mereka hari ini harus mengeluarkan lembaran dari tumpukan debu saat ada tuan muda kaya membawa potensi pembelian.


"Sebelum kita menuju lokasi untukĀ  melihat-lihat, saya ingin tahu berapa Guild Makelar membuka harga untuk properti ini ?" Mao Yu bertanya kepada Ba Gu.


"800.000.000 keping emas." Ba Gu menjawab.


"Setara dengan 80.000 jade kristal rendah?" Mao Yu menghitung.


"Tepat Tuan Muda." Ba Gu sigap menjawab.

__ADS_1


"Angka remeh...." Mao Yu menimpali.


Ba Gu " ... "


__ADS_2