Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Undangan Reuni


__ADS_3

Di Sekte Gunung Lembah Samudra.


Para tetua sedang mengadakan pertemuan darurat. Mereka membahas tentang gerakan besar Klan Wang di sebuah tenda meeting yang didirikan di puncak sebuah gunung.


“Aku khawatir kekuatan sebesar itu akan mendatangi kita. Namun mereka saat ini menuju arah lain.”


“Ukuran militer seperti itu sangat meresahkan, kita bukan tandingannya.”


“Bagaimana bisa mereka membangun kekuatan sedemikian rupa dalam kurun waktu tak ada 100 tahun.”


“Aku menduga ini kaitannya dengan Benteng Tua Leluhur. Tapi aku mengukur Benteng Tua Leluhur tak sekuat itu, mustahil Benteng Tua Leluhur terlibat dalam masalah ini.”


“Mata mata kami tak pernah melihat ukuran kekuatan Benteng Tua Leluhur. Mereka sangat low profile. Selama berdiri tak pernah berperang atau nampak bergesekan dengan pihak mana pun.”


“Benteng Tua Leluhur kami ukur seperti kekuatan level biasa. Jumlah muridnya pun standar standar saja.”


“Wang Jiao yang keluar dalam gala elit muda. Menunjukkan dia berhasil keluar dari situs makam. Apakah dia pulang dengan membawa harta karun?” Seorang tetua berspekulasi. Ini disetujui oleh semua pihak.


Mereka nampak mewaspadai bahwa kemajuan pesat musuh bebuyutan mereka berasal dari harta yang mereka temukan dalam situs makam. Sangat realistis jika hal ini benar telah terjadi.


“Sayangnya sebesar apapun kekuatan yang mereka bangun. Tak sebanding dengan leluhur kuno kita. Dengan mudah semuanya binasa hanya dengan sapuan tangannya belaka.”


“Sedangkan leluhur kuno mereka tampaknya sangat sekarat atau bahkan telah mati.”


Semua hadirin mengangguk. Sekali lagi bahkan dengan kekuatan super yang dibangun Klan Wang masihlah bukan tandingan mereka.


###-###

__ADS_1


Di Sekte Api Phoenix


Puteri Api, pembawa kebangkrutan saat lelang Night Lily tersenyum dengan sinis saat bawahannya melaporkan bahwa Puteri Pegar Suci telah menuju danau perak bersama Puteri Mawar Merah.


Dia mengecap Xia He sebagai antek bocah yang telah mempermalukan dirinya saat pertaruhan benda tak penting dalam pelelangan. Kesempatan yang sangat jarang muncul. Karena Xia He tak pernah meninggalkan Klan Wang sama sekali.


Tampaknya dia hendak membuat skor pembalasan saat ini.


“Tuan Puteri, semua telah disiapkan. Anda diijinkan membawa serta 20 prajurit elite.” Bahawan melaporkan.


“Sangat lebih dari cukup.” Puteri Api melambaikan tangannya.


“Kita berangkat sekarang. Tak ada penundaan.” Puteri Api menjawab dengan tegas. Tatapannya ganas dan membara. Seolah telah tersulut oleh api abadi. Ya benar, api dendam yang sejati.


###-###


Di Sekte Pedang Bumi


Inilah luka yang ditimbulkan dari serangan sekelas immortal. Luka yang cukup berat yang dia terima saat perburuan harta di situs makam.


Labirin tak berujung menyediakan jebakan yang tak ada habisnya. Beruntung dia dari kekuatan besar memiliki berbagai jimat penolong. Sehingga dia dapat mempertahankan keutuhan nyawa saat meninggalkan situs makam.


“Jadi Wang telah keluar dari sarangnya. Danau Perak? Hmm, baguslah.” Nian menggumam.


“Siapkan segala keperluan. Kita segera ke sana, aku memiliki berbagai pertanyaan untuk mereka jawab dengan benar.” Dia menggeram. Akhirnya hari yang dinanti telah tiba.


Dengan keluarnya Wang Jiao dan Wang Shan dari isolasi. Inilah kesempatan besar untuk membalas dendam.

__ADS_1


Dia masing mengingat rasa gatal yang tak bisa dipadamkam. Berhari-hari dia harus meronta ronta menjadi pesakitan kudisan. Sangat memalukan untuk dia tanggung sebagai putra terhormat.


Jika racun gatal berasal dari jebakan makam itu masih bisa dimaafkan. Belakangan dia mengetahui bahwasanya sumber dari gatal adalah asap dupa yang dibakar.


Mengapa dia tidak muntab dengan ledakan kemarahan. Sasaran amukan antara lain dua bocah wang. Siapa lagi kalau bukan kelakuan mereka.


###-###


Di sebuah lokasi yang sangat terpencil sekaligus tersembunyi.


Seorang pemuda tampan menerima kabar bahwa dua kejora berada di danau perak.


“Menangkap dua burung dengan satu batu, menjadikan dua kejora sebagai selirku adalah impianku.”


“Paman, ikutlah denganku. Jadilah saksi pernikahan kami. Aku akan menikahi dua kejora di tepi danau perak.”


Seorang pria kekar yang berdiri di samping pemuda tampan dengan wajah tegas menganggukkan kepalanya.


“Bulan sedang purnama, saat baik untuk melangsungkan pernikahan.” Pria tampan menopang dagu dengan kedua tangannya, dia memandang ke langit. Melihat bulan yang begitu bundar sempurna.


“Tuan muda, kereta telah siap. Mahar juga telah siap.” Bawahan melaporkan. Direspon dengan senyum dan anggukan pelan.


“Paman tolong karena malam ini adalah hari yang istimewa. Jadilah kusir untuk keretaku!”


Danau perak saat ini penuh keceriaan karena sebuah reuni kecil berlangsung di sana. Kelakar dan canda gurau menunjukkan suasana sangat damai dan menyenangkan.


Mereka saat ini tidak tahu, beberapa bigshot telah mengunci lokasi danau perak.

__ADS_1


Mereka akan datang sebentar lagi dalam waktu yang tak lama untuk turut bergabung ke dalam acara reuni.


Sehingga akan membuat suasana lebih makin ramai dan lebih meriah.


__ADS_2