Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Kidung


__ADS_3

Dahi Tua Long memerah akibat terjedug lantai karena tak kuasa terpapar aura Wan Hanma. Dia duduk di kursinya seperti anak kecil dengan tatapan kosong dan rambut acak-acakan.


Entah dia sedang melamun atau sedang memikirkan sesuatu.


“Aura naga sejati.” Suara parau Pak Tua memecah keheningan.


Jika dibandingkan dengan miliknya dan seluruh anggota klan nya, dia merasa seperti cacing bersisik jika dibandingkan dg Wan Hanma. Tua Long merasa sangat terpukul dan tidak percaya.


Harga dirinya runtuh total.


“Wan Hanma ayo pulang. Pak Tua Long ini menjadi tiak waras.” Mao Yu menarik lengan Wan Hanma.


“Ah… Tunggu tunggu… Biarkan dia mengikutiku….” Tua Long tersadar dan memohon.


“Aku salah dengar… Apa katamu tadi ?” Mao Yu melirik Tua Long


“Biarkan Wan Hanma mengikutiku…” Tua Long mengulangi.


“Hmmm… “ Mao Yu memicingkan mata dengan sudut yang tajam.


“Maksudku biarkan aku mengikutinya….” Tua Long segera mengubah kalimatnya, takut pemuda berpakaian hitam yang sepertinya adalah tuan dari Wan Hanma berubah pikiran.


“Itu baru kalimat yang benar.” Mao Yu duduk di kursinya kembali dia menenggak anggurnya.


Wan Hanma menurut intruksi Mao Yu, dia duduk mendekat di sebelah Tua Long. Sementara Tua Long kembali memasuki mode melamun kembali.


Pemuda berpakaian hitam ini tak memiliki kultivasi, namun naga sejati Wan Hanma mengikuti dan patuh seperti anak ayam.


Dia sedikit berspekulasi liar tetntang Mao Yu kemudian dia bergidik ngeri. Hiiiyyy….


“Bawa dia ke dunia keduabelas. Gunakan Wan Hanma untuk mersihkan klanmu dari kekotoran.” Mao Yu berkata.


Klan naga dari dunia keduabelas adalah klan yang sangat merajai dan mendominasi. Para anggotanya sangat kuat sehingga klan maupun sekte lain tak berani mengambil permusuhan dan membuat masalah.


Kekejaman dan kesombongannya menjadikan klan terlalu berkuasa dan semena mena. Beberapa anggota klan melakukan bisnis kotor dan tercela dari balik layar.

__ADS_1


“Kamu akan menusuk Klan Cheng dari belakang?” Tua Long terkejut.


“Klan Cheng terlalu remeh bagiku.” Mao Yu menoleh kepada Tua Long.


“Kamu bermain main?” Tua Long bertanya tanya, dia menduga Mao Yu berasal dari Benteng Tua Leluhur. Astaga Benteng Tua Leluhur memiliki kekuatan dan anggota yang luar biasa. Dia menatap keajaiban naga sejati Wan Hanma di depannya.


“Hanya melatih orang-orang supaya otot mereka terbentuk dan terbiasa.” Mao Yu berkata dengan abai.


Tua Long menghembuskan nafas panjang. Dia melihat Wan Hanma sepeti leluhurnya sendiri. Meskipun tingkat kultivasinya masih belum seberapa dibandingkan dengannya. Di masa depan anak ini pasti akan memiliki nasib yang sangat cerah.


Tua Long bersujud di depan Wan Hanma


“Tolong tuan jadikan aku muridmu…” Tua Long dengan tulus berkata.


“Ah, Bagaimana ini… Tuan Muda….” Wan Hanma kebingungan dia merajuk kepada Mao Yu. Apa yang harus dilakukan.


“Terserah kamu.” Mao Yu acuh.


“Ah, Anda jauh lebih tua dari saya… Apakah itu sepadan? Saya hanyalah pemula.” Wan Hanma berkata dengan canggung.


Wan Hanma “ … “


Tua Long “ … “


Pak Tua pemilik kedai “ … “


Demikianlah dalam waktu singkat leluhur kuno Klan Naga mengakui Wan Hanma sebagai tuannya. Upacara sederhana dilakukan sebagai penobatan guru murid telah berakhir. Kini wajah Tua Long berseri seri.


“Tua Long, Dia adalah Tuan Mudaku, guruku bernama Mao Yu. Secara otomatis dia juga berlaku sebagai kakek gurumu.” Wan Hanma mengenalkan Mao Yu.


“Salam hormat untuk kakek guru.” Tua Long bersujud dengan hormat.


Mao Yu “ ? ? ? “


Suasana kembali mencair, semua telah terbiasa dengan hubungan yang canggung ini.

__ADS_1


“Berikan beberapa tetes darahmu untuk muridmu itu akan sangat berguna untuk memurnikan garis naganya. Kamu ini leluhur tapi garis keturunanmu sangat payah.” Mao Yu memerintahkan Wan Hanma.


Tua Long “ … “


Sebagai leluhur kuno akulah yang memiliki garis termurni. Tapi kakek guru menyebutku sebagai darah sampah, dia ingin menangis namun juga merasa sangat bahagia. Dengan mendapatkan darah Wan Hanma garis keturunannya akan dimurnikan beberapa derajat.


“Aku juga akan memberikanmu hadiah karena kamu adalah cucu muridku.” Mao Yu melemparkan gulungan tua kepada Tua Long yang dengan sigap menangkapnya.


Gulungan segera dibuka.


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..


Tua long pingsan.


“Murid…. Ah Tua Long…” Wan Hanma kebingungan.


Setelah sadar kembali Tua Long bersujud berkali kali pada Mao Yu. Berkah seumur hidup dia dapatkan dengan pertemuan kebetulan yang sangat mudah.


“Kidung Naga Emas Timur… Kuberi waktu 100 tahun untuk menguasai. Jika tidak berhasil aku akan memanggangmu menjadi bistik kadal.” Mao Yu mengintimidasi dengan target yang ketat.


Tua Long “ … “


Tua long bertekad kuat, matanya berbinar dengan antusias yang tinggi. Kidung ini adalah sihir mantra terkuat dari seorang naga.


Naga yang sosoknya gagah dengan auman kidung yang mengguncangkan surga.


“Kalian berdua boleh pergi, aku ada urusan dengan pak tua.” Mao Yu mengusir Wan Hanma dan Tua Long. Mereka memberi hormat dan segera lari menghilang dari Mao Yu. Terutama Tua Long semakin lama dia bersama Mao Yu semakin ngeri dan semakin tercekam rasa cemas dan ketakutan.


Kedai menjadi sunyi kembali.


“Pak Tua kamu benar-benar kekurangan pupuk.” Mao Yu nyeletuk.

__ADS_1


Pak Tua “ … “


__ADS_2