Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Temanku


__ADS_3

“Lama sekali sehingga kami bisa menemui anda...” Xia He menyapa Mao Yu. Tatapannya dengan penuh kerinduan. Pipinya merekah dengan rona merah. Senyum manisnya seperti kuncup melati yang sedang mekar.


Memang pertemuannya dengan Mao Yu sangatlah singkat. Dia hanyalah gadis desa yang memberanikan dirinya menuju kota. Menguras tabungan sekte kecilnya yang berupa kuil sederhana.


Demi mendapatkan kesempatan besar dia nekad berkunjung ke ibukota bersama kafilah dagang untuk membeli beberapa item sektenya.


Kala itu dia sangat beruntung, Mao Yu membelikan seluruh permintaannya saat lelang.


Dia pun tahu diri, memilih item yang biasa. Namun begitu sampai di sektenya itu masih dianggap sebagai barang barang yang sangat bermutu tinggi.


Sayangnya bukan benda dari pelelangan yang membuat sekte kuil pegar melambung tinggi. Melainkan pertemuan Xia He dengan Mao Yu lah kunci dari segala kunci.


Sebuah jepit rambut sederhana dengan afinitas kuat membangunkan garis keturunan yang dimilikinya. Meskipun sangat tipis dan jauh dari darah murni. Di dunia keempat masih dianggap sebagai kekuatan istimewa.


Jepit rambut inilah yang melindungi keempat orang beserta kereta kuda dari tarikan gravitasi kacau di atas danau. Membentuk selubung biru tipis.


“Gadis desa yang sangat berani...” Mao Yu sedikit nostalgia.


“Dan kamu pialang tiket penipu itu...” Mao Yu mendengus pada Chen Li.


Chen Li ketika ditunjuk Mao Yu merasa gemetar dengan rasa takut. Bagaimana pun ucapan pakar adalah titah yang mau tak mau dia harus telan.


Bahkan pakar mengatai dia babi. Maka dia akan jalan merangkak dengan suara ngkrookk... ngkrookkk...


‘Ampuni hamba tidak akan pernah berani.” Chen Li gemetar.


“Hahahaha... selera humormu sepertinya buruk. Kenapa kali ini kamu diam, tak tampak sepeti dirimu dulu yang sangat boros dalam berkata-kata.” Mao Yu tertawa.


Itu dulu. Bagaimana aku sekarang berani berjingkrak di depan anda. Kemuliaan sekte kuil pegar, bagaimana lady Xia He dari warga biasa menjadi tokoh disegani di kalangan elite muda. Bahkan nama dirinya pun juga ikut melambung sebagai tangan kanan lady Xia He.

__ADS_1


Chen Li memaksakan senyum, wajahnya menunduk.


“Dan kamu, Wang Jiao... Bagaimana bisa kalian para gadis tumbuh menjadi jelita seperti ini saat dewasa.” Mao Yu memuji. Kedua kejora tersipu malu.


“Bahkan setelah sekian lama aku tidak berubah sama sekali. Tampak tak bertambah usiaku.” Mao Yu merentangkan kedua tangannya. Menunjukkan kondisi tubuh.


“Itu berarti anda dikarunia awet muda nan panjang umur tuan muda.” Wang Shan menyela.


“Dan... kamu si kriminal.” Mao Yu mengernyit.


“Ehehehe... masa lalu biarlah menjadi masa lalu tuan. Kini aku menjadi warga yang sangat baik, patuh hukum dan memenuhi segala norma kebajikan.” Wang Shan membanggakan dirinya.


Mao Yu terbahak bahak cukup senang dapat bertemu teman-temannya. Sementara lainnya pun sangat bahagia pula dapat bertemu dengan sang pemberi rahmat.


Lei Teng sangat terpesona. Ternyata bocah yang bersamanya adalah seorang bigshot. Pantas saja dia merasa harus mengikuti Mao Yu dari lubuk hati yang dalam. Tuan muda memiliki kharisma penaklukan. Gumamnya.


Mereka kemudian bercerita tentang pengalaman dan selama kurun waktu yang telah terjadi.


Penampilannya hanya sekali, namun menuai sangat banyak pujian yang kini melambungkan namanya di kancah muda elite.


Ditambah dengan kecantikannya yang tak ada saing. Lebih menambah daya pikat pikiran untuk terus mendengungkan keelokannya.


Bersama Xia He sebagai sahabat karibnya. Saat gala berlangsung, mata semua pemuda tak luput dari pengamatan ala lelaki. Mereka berfantasi ria dapat mempersunting keduanya. Disebutlah bintang pagi bersinar terang


Ada dua! Maka dua kejora.


“Kalian sudah mengunjungi kediamanku? Maksudku Benteng Tua Leluhur.” Mao Yu bertanya.


Keempatnya mengangguk.

__ADS_1


“Benteng Tua Leluhur?” Lei Teng meraung dengan tangannya menjambaki rambutnya.


“Bah, Apa kamu tak bisa tiap bersuara kamu tidak mengagetkanku!” Mao Yu meraung pula.


“Ma.. Maksudku tuan. Apakah kamu murid dari Benteng Tua Leluhur.” Lei Teng terkejut.


“Ya ya ya... Terserah apa katamu.” Mao Yu jengkel.


“Benteng Tua Leluhur adalah pusat kekuatan baru yang bercokol di dunia pertama. Dunia pertama sangat tipis, bahkan termiskin di antara tiga belas dunia.”


“Muncul sebagai pengaruh utama sangatlah luar biasa. Benteng Tua Leluhur kini sangat makmur dengan murid murid nya yang sangat luar biasa.”


“Kemajuan mereka dalam percaturan politik juga sangat mumpuni. Banyak kekuatan secara sukarela berada di bawah naungan yurisdiksi mereka. Mereka menyebar duta dan konsulat di berbagai kekuatan yang bekerja sama dengan benteng.”


“Termasuk Klan Wang, kami pun mendengar yang demikian. Betulkah putri mawar merah?” Lei Teng menangkupkan tangan.


Wang Jiao mengangguk dengan senyum manis.


“Kalian memiliki duta dari Benteng Tua Leluhur?” Mao Yu bertanya pada Wang Jiao.


“Benar tuanku ada seorang murid utama, beberapa staf dan 60 militer penjaga keamanan yang ditugaskan oleh Benteng Tua Leluhur di klan kami.” Wang Jiao memaparkan.


Mao Yu mengangguk, dalam hati sangat memuji manajemen benteng. Memang Shen Mubai sangat pandai dalam pengelolaan. Tak salah pilih Mao Yu menempatkannya dalam puncak manajemen.


“Kami mengenal Tuan Terhormat Shen Mubai sebagai kepala benteng dan Tuan Yang Mulia Fang Shi sebagai kepala akademi.”


“Namun baru baru ini aku mendengar Benteng Tua Leluhur memiliki gesekan dengan watcher.” Lei Teng memelankan suaranya.


“Ah, bagaimana itu?” Mao Yu sedikit tertarik.

__ADS_1


“Kami mendengar gosip ada anggota mereka yang membelot untuk menetap di dalam benteng.” Lei Teng mengutarakan informasi.


“Hmmm...” Mao Yu memicingkan matanya.


__ADS_2