Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Pengintaian


__ADS_3

Pada malam harinya di hutan timur. Lokasi pertambangan Klan Mo.


Dua bayangan gelap berkelabat dari balik pepohonan. Mereka mengintai sebuah camp pintu masuk pertambangan.


Lebih tepatnya pertambangan yang digali di dalam sebuah gua.


Mereka adalah Mao Yu dan Li Hua yang mengenakan pakaian serba hitam. Dengan topeng kucing setengah wajah, berwarna hitam juga.


Kostum mereka dapat menyamarkan dengan baik dengan lingkungan malam yang gelap gulita.


Li Hua dengan gesit memimpin Mao Yu hinggap dari satu pohon ke pohon lainnya.


Pengalaman perburuan binatang buas yang dia lakukan selama 3 bulan sangat bermanfaat dalam misi seperti ini. Bergerak tanpa jejak dan tanpa dideteksi siapa pun.


Mereka bergerak hingga semakin mendekat ke pintu gua.


Perlu diingat bahwa Klan Mo menggali gua ini untuk mendapatkan bijih baja pada mulanya. Namun lebih dalam menggali mereka menemukan hal yang jauh lebih berharga.


Tidaklah lain tidaklah bukan. Itu adalah kristal energi. Menyebabkan nilai proyek ini melambung dan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.


"Tuan Muda, penjagaan di camp ini cukup ketat. Tuan Muda Yangxuan saya yakin pasti berada di dalam. Akan cukup berbahaya jika kita mengambil langkah lebih jauh. Kita harus membuat sebuah rencana." Li Hua berkata dengan volume sangat pelan.


Tak kunjung mendapat jawaban dari tuan mudanya. Li Hua menoleh. Namun dia mendapati tak seorang pun ada di sebelahnya. Tuan mudanya menghilang.


Soul Cloak...


Mao Yu dengan bebas melenggang melangkah memasuki camp penjagaan. Dia melewati banyak penjaga dari segala sisi.


Tak seorang pun dari mereka bisa melihat dan mendeteksi keberadaannya. Mao Yu cukup jauh melangkah hingga dia tiba di mulut gua.


Persepsi jiwa dia lepaskan ke dalam arah gua, menyebar dengan cepat menelusuri bagian demi bagian goa. Mao Yu langsung dapat mengetahui beberapa jalur-jalur yang sangat rumit di dalamnya.


Setelah cukup memperoleh informasi, dia melangkahkan kakinya menjejak masuk ke dalam gua.


Arah tujuan yang Mao Yu ambil adalah di mana Shen Yangxuan berada. Mao Yu berjalan cukup jauh, berbelok dari lorong ke lorong. Mengambil langkah dari persimpangan demi persimpangan.


Hingga dia menemukan sosok sendirian  yang sedang dalam posisi bekerja keras mencangkul bebatuan. Dia diterangi kristal cahaya redup.


"Kakak Yangxuan, " Mao Yu memanggil Shen Yangxuan.

__ADS_1


Shen Yangxuan kaget dan membalikkan tubuhnya melihat Mao Yu berada di sini.


"Adik Yu, apa yang kamu lakukan di sini? Ini berbahaya sekali."


Shen Yangxuan melempar cangkul. Kemudian memegang pundak Mao Yu dengan cengkeraman kuat pada kedua tangannya.


"Kakak sepertinya kamu makin bertenaga saja..." Mao Yu terkekeh.


Shen Yangxuan menjawab dengan tertawa. Tentu saja pekerjaannya setiap hari berjibaku dengan cangkul dan gancu membuat ototnya makin berkembang dengan potensi kekuatan yang makin melonjak.


Dia merasakan bahwa latihan yang dijalani sehari-hari di rumah masih jauh dari kata kurang. Setelah berada di pertambangan dia mendapati bahwa di sinilah baginya pelatihan yang tepat.


Mencangkul batuan keras setiap hari hingga batas demi batas kemampuan tubuh terlampaui.


Mao Yu mengkonfirmasi setelah melihat tubuh Shen Yangxuan makin besar, ototnya makin kekar. Setelah mereka cukup berbincang-bincang ringan.


Mao Yu mengambil sebuah kristal cahaya. Mengajak Shen Yangxuan untuk berjalan mengikutinya.


Sambil berjalan menelusuri lorong panjang dengan bantuan kristal cahaya redup. Mao Yu mengajak Shen Yangxuan berdiskusi.


"Kakak menemukan Paman Hwa?" Mao Yu bertanya.


"Dia sengaja menyembunyikan kekuatannya. Sepertinya dia berada di sini juga karena alasan tertentu." Shen Yangxuan menjelaskan status Paman Hwa.


"Oh, begitu rupanya... " Mao Yu membalas.


Keduanya akhirnya berhenti pada ujung lorong buntu. Lorong yang tak pernah dilalui oleh siapa pun di dalam pertambangan ini.


Di ujungnya terdapat telaga yang cukup lebar, Mereka berdua berdiri di tepiannya.


Mao Yu mengambil beberapa batu secara acak. Kemudian melemparkan satu per satu pada permukaan telaga. Dia terkesan seperti melempar secara asal.


Namun sebenarnya tidak. Dia melempar pada pola tertentu dengan jeda waktu tertentu.


Shen Yangxuan yang berdiri di sampingnya tidak mengerti sama sekali apa maksud Mao Yu. Baginya itu seperti tindakan iseng.


Dengan persepsi karapas jiwa Mao Yu menemukan ada formasi unik di permukaan telaga. Mao Yu bermaksud membukanya dengan menekan titik-titik simpul formasi dengan lemparan batu disertai dengan energi jiwanya.


Plungg...

__ADS_1


Batu terakhir dilemparkan. Setelah beberapa saat permukaan menjadi tenang, Mao Yu menoleh pada Shen Yangxuan dengan senyum tipis.


"Kakak, kamu bisa menyelam?"


***


Keduanya menyelam hingga cukup jauh ke dalam. Hingga pada akhirnya keduanya muncul di sebuah goa tersembunyi di dalam telaga.


"INN INIII...." Shen Yangxuan melompat kaget.


Seluruh tubuhnya berdenyut kuat, Jantungnya memompa darah berkali-kali lebih cepat. Energi di tubuhnya mengalir dengan arus yang berlipat-lipat juga. Dia merasakan seperti akan menembus batas kultivasinya.


"Energi bumi di sini sangat kaya, sangat cocok untuk kultivasi kakak. Silahkan kakak berkultivasi di sini." Mao Yu menjelaskan situasi kepada Shen Yangxuan.


Mao Yu mengeluarkan baju kering dari cincin penyimpanannya untuk baju ganti mereka berdua.


Mao Yu juga mengeluarkan makanan lezat dan beberapa kantong besar ransum untuk kebutuhan Shen Yangxuan ke depannya. Shen Yangxuan patuh dan segera mengambil sikap lotus.


"Oya, aku akan pergi sebentar ke suatu tempat. Kakak jangan pernah sekali-kali pergi dari lokasi ini tanpa aku. Kakak bisa tersesat dan tak akan pernah bisa kembali." Mao Yu memaparkan informasi penting.


Shen Yangxuan mengangguk, Dia percaya sepenuhnya perkataan Mao Yu.


Setelah Shen Yangxuan tenggelam pada kultivasinya. Mao Yu melangkah pada salah satu dinding goa.


Di sana ada celah kecil. Mao Yu memasuki dengan memiringkan tubuhnya. Hanya orang yang bertubuh langsing yang dapat melakukannya.


Jika Shen Mubai dan Li Hua berada di sini kurasa mereka tak akan bisa masuk.


Mao Yu terus menelusuri celah sempit hingga cukup jauh jaraknya sampai pada batasnya. Dia berhenti di ujung lorong yang merupakan sebuah dinding batu hitam.


Mao Yu berkonsentrasi penuh. Dengan bantuan karapas jiwa dan resonansi energi dia menemukan sebuah formasi besar pada dinding tersebut.


Pola energi formasi cukup rumit. Hingga membuat Mao Yu cukup berkeringat dan lelah untuk menganalisanya.


Guratan demi guratan energi formasi dia pukul dengan serangan jiwa, secara teratur berkesinambungan dan harmonis. Bertujuan untuk memecahkan susunan.


Cukup menyita waktu hingga akhirnya dinding itu berpendar dengan cahaya lemah.


Melihat usaha kerasnya telah berhasil, Mao Yu segera melompat ke dalam dinding.

__ADS_1


__ADS_2