Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Ambil Semuanya


__ADS_3

"Buat segalanya menjadi transaksi yang cepat !" Mao Yu menyampaikan sebuah usulan.


"Di dalam cincin penyimpanan pembayaranku sesuai dengan nominalnya." Mao Yu menyodorkan sebuah cincin di atas meja.


Malam ini restoran penginapan mendapatkan adegan sebuah transaksi besar. Pembelian properti yang terletak persis di pusat ibukota.


Antara pihak Mao Yu dengan Guild Makelar. Guild makelar dihadiri oleh sosok tunggal, dia adalah manager utamanya.


Namun Mao Yu merasakan beberapa ahli dan ratusan tentara menyebar dan membaur mengepung lokasi penginapan.


Bagaimana pun transaksi dengan angka besar harus disertai dengan standar keamanan yang ketat. Malam ini guild mengerahkan seluruh kekuatannya.


Manager menerima cincin dan memeriksa dengan persepsinya. Dia menganggukkan kepala puas dengan nominal tepat sesuai dengan nilai transaksi.


Manager menyerahkan beberapa dokumen kepemilikan. Maka proses jual beli dinyatakan telah sah. Setelah menandatangani Mao Yu memasukkan dokumen ke dalam cincin penyimpanannya.


"Kami akan memberikan cashback kepada Tuan sebesar...." Manager bermaksud menyatakan potongan harga.


Mao Yu menghentikan ucapan manager dengan memberikan kode lambaian tangan.


"Tak perlu cashback, cukup bersihkan halaman rumah baruku, tata rapi tamannya. Dan ada kemungkinan di masa depan aku akan merepotkan tuan manager lagi." Mao Yu berkata dengan suasana baik.


"Dimengerti Tuan, hubungi aku secara pribadi jika membutuhkan sesuatu. Terimakasih atas kepercayaannya." Manager undur diri meninggalkan restoran.


Fang Yi melongok dengan takjub. Tuan muda di depannya ini benar benar konglomerat sejati. Sementara Li Hua tak kaget lagi. Dia sudah terbiasa melihat hal hal seperti ini.


"Tuan, berapa harga rumah yang kamu beli ?" Fang Yi penasaran.


"Murah, tak layak disebut. Hanya 80.000 kristal jade rendah." Mao Yu menjawab dengan acuh.


Glukk...


Celegukan besar terdengar dari leher Fang Yi. Dia tak tahu harus berekspresi bagaimana selain membeku tak bergerak di tempat duduknya.


Bilangan yang ketika dimasukkan ke dalam otaknya akan membuat meledak. Dia tak sanggup memikirkannya berapa bilangan nol nya saat dikonversi jadi emas.


Bagi Mao Yu angka tersebut hanyalah secuil tak berarti dari seluruh kekayaannya.


"Beristirahat, kita pindahan besok pagi." Mao Yu melemparkan jubah ke belakang. Dia meninggalkan ruang restoran.

__ADS_1


***


Di dalam kamarnya, Mao Yu bersantai di kursi goyang. Dia bersandar dengan mata terpejam. Dia mengayunnya pelan pelan dan menikmatinya dalam waktu cukup lama.


"Bai Kong..." Mao Yu memanggil.


Bai Kong segera bangun dari perilaku malasnya. Ketika tuannya memanggil dengan nama aslinya ini berarti terkait dengan keadaan yang serius. Bai Kong segera berlutut di depan tuannya.


"Bai Kong.... Aku merasa hatiku sakit saat kekayaanku turun drastis." Mao Yu berkata masih dalam keadaan mata terpejam.


Bai Kong segera memeriksa perbendaharaan yang di simpan dalam jantungnya. Dia melihat tumpukan harta masih melimpah ruah di dalam sana.


Tuannya hanya menarik 80.000 jade kristal rendah. Itu hanya mengambil sebutir pasir dari pantai.


Suara Mao Yu berikutnya membuat Bai Kong terpecah fokus dari pemikirannya.


"Bai Kong kunjungi Klan Xin, Guild Dagang Night Lily di ibukota pusat, benua utara, timur, barat dan di Kota Kekaisaran. Tengok perbendaharaan, ambil semua jangan sisakan sekeping perak pun." Mao Yu memberi perintah. Dia mengeja kata demi kata sangat pelan.


"Termasuk cincin yang dipakai orang-orangnya? Apa aku harus memotong jari mereka semua Tuanku ?" Bai Kong memperjelas tugasnya.


"Biarkan yang berada di cincin. Aku masih meninggalkan kebaikan dan rahmat bagi mereka." Mao Yu membuat pernyataan.


***


Pagi hari mereka meninggalkan penginapan. Seluruh manager dan pelayan memberikan salam pelepasan secara hangat.


Mao Yu tersentuh oleh perlakuan ini, dia mengeluarkan kotak besar berisi keping emas sebagai tips untuk dibagi ke semua.


Para pelayan menerima dengan tawa kebahagiaan dan suka cita. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih pada Tuan Konglomerat ini.


Beberapa di antaranya ada yang sampai menangis karena ini adalah jumlah yang seperti mustahil bagi mereka. Seumur-umur baru kali ini mereka memegang jackpot.


"Maka bekerjalah dengan baik untuk penginapan ini." Mao Yu memberi sepatah kata dengan tersenyum. Lantas pergi meninggalkan mereka semua.


Kereta kuda dipacu Li Hua menuju kediaman baru. Mao Yu, Fang Yi dan Kong Kecil menikmati perjalanan di dalam kereta yang bergerak pelan. Mao Yu membuka jendela membiarkan udara segar masuk.


"Tuan muda, bisakah aku mendapatkan tips beberapa keping emas darimu. Hehehe...?" Fang Yi mulai mengasah lisannya.


"Tunjukkan kegunaanmu dulu." Mao Yu menjawab dengan acuh.

__ADS_1


Kong Kecil meloncat loncat seolah turut mengolok-olok dan meledek Fang Yi. Ini membuatnya menjadi cemberut, dia agak sebal melihat perilaku monyet kecil ini.


"Monyet kecil awas kau ya. Sampai di rumah nanti pamanmu ini akan mengajarimu tata krama." Fang Yi mengatakan dengan nada geram bercanda.


"Khaaaahh.... " Kong kecil memamerkan taring mungilnya sebagai jawaban atas perkataan Fang Yi.


***


Kereta telah sampai tujuannya. Fang Yi terkagum-kagum dengan luasnya hunian baru.


"Manager telah melakukan tugasnya dengan baik, setelah transaksi tadi malam dia langsung mengirimkan orang-orang untuk membasmi semak belukar. Kini para pekerja melakukan finishing dengan menanami bunga." Li Hua mengatakan apa yang dilihatnya.


"Cukup mengesankan. Oya, Fang Yi kamu bisa mengurus kuda? 20 ekor kudaku sepertinya sudah diantar pihak penginapan tadi malam." Mao Yu membuat permintaan untuk Fang Yi.


"Bisa Tuanku. Ehm, tapi bisakah aku meminta gaji di muka? Aku tak punya sepeser pun untuk merawat diriku sendiri." Fang Yi menjawab dengan sedikit mengusap sepatu bot tuannya.


"Minta pada Li Hua. Hmm, Aku akan melihat lihat dulu. Li Hua urus semuanya." Mao Yu meninggalkan duo.


"Siap Tuan Muda." Li Hua membungkuk.


Fang Yi membuat adegan senyum lebar kepada Li Hua. Li Hua hanya menghela nafas pada bocah tak tahu malu di depannya ini.


Li Hua menyerahkan 5 keping emas pada Fang Yi. Fang Yi gemetar menerima uang yang sangat besar.


"Belilah alat mandi yang komplit, Tuan sangat menyukai kebersihan. Juga belilah pakaian yang bagus. Jangan mempermalukan martabat Tuan kita." Li Hua memberikan ceramah.


Fang Yi mengangguk, dia segera berlari ke stable kuda untuk segera memulai menjalankan tugasnya. Li Hua segera mengambil seekor kuda dan memacunya keluar mansion.


***


Mao Yu menaiki pagoda pada salah satu area di dalam mansionnya. Dia berada di lantai tertinggi, sehingga dapat dengan jelas melihat seluruh bangunan mansion. Juga dapat melihat pemandangan kota secara luas.


Mao Yu mengalihkan pandangan pada para pekerja yang sangat ramai di halaman mansion. Mereka sibuk membasmi ilalang, menggemburkan tanah dan menata taman bunga.


Menjadi manusia fana sepertinya mendapatkan kehidupan sangat ringan. Mereka hanya perlu bekerja, mendapat gaji, pulang menikmati hasil bersama keluarga dan dapat istirahat dengan nyaman di rumah. Mao Yu tersenyum tipis.


"Bai Kong, Apakah yang kamu ambil semalam termasuk angka yang layak ?" Mao Yu bertanya.


"Perak, emas, kristal jade rendah, herbal, ramuan, pil, senjata dan benda-benda berharga. Cukup menjadi modal untuk menggantikan Klan Xin menguasai benua." Bai Kong menjelaskan dia telah menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


"Pagi ini akan beredar kabar yang sangat ramai. Mungkin kita harus segera ke kedai. Jangan lewatkan selagi hangat-hangatnya." Mao Yu menggumam, dia menikmati angin sejuk yang menerpa wajahnya.


__ADS_2