Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Tiga? Siapakah mereka?


__ADS_3

INNNNN IIIIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIIII....


“Tuan Muda Binatang iblis menuju kemari...!!!” Yang tertua berteriak lantang.


Mao Yu menanggapinya dengan tersenyum. Dia beranjak dari kursinya, dia dalam pose berdiri mantap dengan kedua tangan di belakang pinggang.


Tiga binatang iblis tepat berhenti di depan kerumunan. Sementara Mao Yu berada di posisi terdepan seakan menghalau ketiganya untuk melindungi kerumunan di belakangnya.


Tiga binatang iblis yang sangat luar biasa. Mereka mengenakan kalung terbuat dari baja mengkilat dengan duri-duri tajam yang mengelilinginya. Menambah kesan lebih galak, buas, angker dan berbahaya.


“Astaga, Jangan sekali kali kalian mencoba penginderaan pada binatang iblis ini. Aku khawatir akan membuat mereka marah dan mengamuk. Kekuatan mereka sangat jauh di luar jangakauanku.” Yang tertua menyampaikan kewaspadaannya.


“Bagaimana ini Tuan Wei Lan ?” Yang termuda sangat takut. Dia meminta pendapat pada Wei Lan


Namun Wei Lan hanya tersenyum kecil dan mengangkat kedua bahunya.


Yang termuda “ ... “


Jarak sedekat ini, betapa bahayanya ini. Yang tertua menyatakan bahkan dia tak sanggup menghadapi satu binatang iblis saja. Sedangkan ini ada tiga. Bagaimana tidak pusing kepala mereka.


Apakah kami akan terus bernasib menjadi pesakitan???


Mau tidak mau mereka harus bangun dari pikiran negatif dan was was. Masih ada Wei Lan, Murid Padar dan Pakar Sejati.


Mereka terus memupuk hati untuk tetap kuat dan pikiran untuk stay positif. Pasti aman, pasti selamat dan pasti berakhir dengan hal yang baik.


Aamiin,


GGGLLLLRRRRRR..............


GGGLLLLRRRRRR..............


GGGLLLLRRRRRR..............


Iblis anjing diam mematung di depan Mao Yu dengan mengeluarkan geraman yang membuat jiwa menjadi mengkerut dan menyusut.


Satu geraman menyapu para kerumunan hingga terasa getar di jiwa. Energi suara dari binatang iblis memberikan tekanannya sangat mengganggu sirkulasi energi di meridian masing-masing orang.


Mereka sekejap dilemahkan oleh hanya geraman kasual saja.


“Astaga... Apakah ini adalah akhir dari kisah kita?” pengikut Lei Teng berbaju ungu sangat pesimis.


“Diamlah !!!” Yang lain menyahut.

__ADS_1


“Jangan memperburuk rasa putus asa kami dengan perkataanmu.” Sementara yang berbaju ungu menunduk, seseorang berkata.


“Tiga binatang iblis anjing bertipe pitbull ini sangat mengerikan...” Yang tertua memberikan kesimpulan akhir dari perbincangan.


Semuanya menelan ludah dengan terpaksa. Sementara tiga binatang iblis anjing membuat gerakan siap menerkam kepada Mao Yu. Orang yang tepat berada di depan mereka.


Tiga binatang iblis akhirnya melompat ke arah Mao Yu.


“Tuan Muda... Tidak... !!!”


Pengikut Lei Teng dengan gegap gempita secara spontan ingin meloncat ke depan dan menyelamatkan Mao Yu dari serangan binatang iblis.


Namun seketika mereka terhenti begitu saja dan mematung saat Wei Lan mencegah dengan membuat isyarat tangan yang dia bentangkan bersama kibaran jubahnya.


“Tamat sudah tuan muda...”


“Astaga...”


“Kita akan bilang apa kepada pakarnya...”


Para pengikut Lei Teng menyatakan rasa prihatin yang mendalam,


IIIIINNNNNNNNNNN IIIIIIINNNNNNNNNNNNNIIIIIIIIIIII..............


“Ahahahha.... Hahahaha.....”


“Ahahahha.... Hahahaha.....”


Mao Yu membalas dengan menggelitik perut ketiganya secara bergantian.


Rona garang binatang iblis yang semula garang dengan membawa wajah kematian bagi siapa pun yang ditemui sirna langsung di kepala para pengikut Lei Teng dalam sekejap.


Pengikut Lei Teng “ ... “


Tiga binatang iblis ini seperti tak punya harga diri di depan Mao Yu.


“Binatang iblis ini adalah peliharaan pakar. Jelas mereka sangat hormat pada tuan muda. Memang sudah sepantasnya tuan muda yang merawat mereka. Memberi makan mereka.” Yang tertua mulai merajalela dengan kata kata.


“Binatang iblis mengenali pengasuhnya.”


“Pakar memang ahlinya ahli. Bahkan peliharaannya adalah binatang iblis dengan ranah tak terbayangkan.”


“Satu binatang iblis anjing ini jika diturunkan ke sebuah negara, maka hancurlah negara itu rata bahkan tanpa menyisakan puing sekecil apa pun.”

__ADS_1


“Pakar adalah maharaja para pakar. Maha pakar...”


“Semoga pakar mengakui kita saat beliau kembali. Kita akan berusaha untuk menjadi yang terbaik.” Mereka diam mengangguk sepakat.


Setelah merapikan pakaiannya Mao Yu membariskan ketiganya dengan baik dan tertib. Ketiganya duduk dengan patuh, lidah yang menjulur keluar dan ekor yang bergerak-gerak.


“Gou Satu, Gou Dua dan Gou Tiga... Kalian tumbuh sebesar ini sekarang... Aduh, sayang aku tak bisa menemani kalian tumbuh dan bermain bersama.”


GOUGH...


GOUGH...


GOUGH...


Ketiganya menyalak dengan semangat. Mengatakan, tidak apa apa tuan. Kami di sini bisa bertemu dengan anda kami sudah sangat senang.


“Ah ya, kalian bisa menyusut seukuran ini dan ini agar aku bisa menggendong kalian lagi seperti dulu.” Mao Yu membuat gerakan tangan. Membuat ukuran kira-kira seukuran bantal.


GOUGH...


GOUGH...


GOUGH...


Ketiganya menyahut dan seketika poooff... poooff... poooff... Tiga Gou menyusut menjadi ukuran yang diinginkan Mao Yu.


Mereka meloncat dengan segera. Mao Yu meraih dan merangkul ketiganya bersamaan. Mao Yu memutar-mutar tubuhnya, kemudian bermain dengan Gou-nya dengan sangat bahagia.


“Jadi inilah Tiga Gou, salah satu binatang iblis penjaga benteng. Beruntung aku telah melihatnya dengan mataku sendiri.”


“Di hadapan mereka, aku hanyalah setitik debu saja.” Wei Lan bergumam lirih, dengan keringat dingin membasahi punggungnya.


Mao Yu melihat Gou dengan kasih sayang. Sementara Tiga Gou menatapnya dengan lidah terjulur dan mata berbinar binar.


“Kalian lapar? Ikan di danau ini sangat enak. Maukah kalian mencobanya?” Mao Yu teringat kalau ketiga Gou nya ini suka ikan.


“Ah, Kalian tolong pancingkan ikan di danau... Aku ingin berpesta dengan Gou ku. Hmm oya, gunakan joran dan kail di kamar Kepala Sekte Tang Shang.” Mao Yu tampak dalam mood yang maksimal.


Memancing di danau perak ?


Bagaimana mungkin bisa terjadi ?


Bagaimana mungkin ada ikan ?

__ADS_1


Pengikut Lei Teng saling pandang kebingungan.


__ADS_2