
“IIIIIINNNNN IIIIIIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIi...............”
“IIIIIINNNNN IIIIIIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIi...............”
“IIIIIINNNNN IIIIIIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIi...............”
Para pengamat tergopoh gopoh ingin segera ngompol di celana mereka. Pemandangan yang saat ini mereka lihat adalah pemandangan langka di mana dalam seumur hidup mereka belum tentu menyaksikan.
Semua mata pengamat menatap ke arah langit.
Parade akbar militer Klan Wang berbaris secara bergugus-gugus dengan rapi menuju arah selatan.
“Kakek, apakah jumlah mereka jutaan ?” Seorang cucu ahli takjub atas apa yang dia saksikan, dia bertanya pada kakeknya.
“Astaga, ini adalah parade terbesar dalam sejarah baru-baru ini. Perkiraan mereka sekitar tiga ratus ribu tentara.” Kakek ahli menjawab.
Semua infantri berbaris dengan sangat teratur batalyon demi batalyon. Lengkap dengan baju besi dan senjata.
Ada batalyon dengan senjata pedang, ada batalyon dengan tombak panjang. Semua sangat meriah dengan bendera dan panji kebesaran mereka.
“Lihat di belakangnya, astaga ribuan kuda coklat keemasan... Aku tak percaya mereka memiliki cavaleri demikian banyaknya.”
“Pantas saja, aku mendengar seluruh anggota klan cabang ditarik menuju keluarga utama. Ternyata mereka membentuk kekuatan demikian hebatnya.” Ahli lain berkomentar.
“Aku tak menduga bahwa Klan Wang sangat mampu menumbuhkan kekuatan seperti ini.”
“Lihat Kakek, ada ratusan binatang iblis di belakang pasukan berkuda !!!” Cucu ahli takjub dengan berbagai macam binatang iblis yang beraneka ragam dan bentuknya.
“Cucu, mereka disebut sebagai penunggang binatang iblis. Mereka adalah kekuatan penghancur yang sangat berbahaya. Dengan kekuatan binatang iblis mereka dapat dengan mudah memporak-porandakan barisan musuh.”
__ADS_1
“Aku menghitung sekitar tujuh ratus.” Cucu ahli memandang parade dengan mulut membentuk huruf o dan mata berbinar binar.
Bukan sembarang binatang iblis biasa, melainkan binatang iblis kelas tinggi. Para ahli mengkalkukasi bahwa seekor binatang iblis setara dengan kekuatan 100 komandan regu.
Di belakang barisan binatang iblis, kereta kereta perang dengan berbagai bentuk dan ukuran berjajar rapi dengan gagah. Mereka ditarik dengan kuda bulu emas. Bahkan kereta dengan ukuran raksasa pun ditarik oleh binatang iblis serupa gajah yang sangat besar pula.
Para pengamat tak henti hentinya mengagumi kekuatan Klan Wang. Mereka masih tak percaya selama isolasi beberapa dekade dapat menumbuhkan kekuatan sedemikian ini.
Bahkan beberapa di antara mereka bergosip, kekuatan ini bisa dikatakan menyamai Sekte Pedang Bumi dan Sekte Api Phoenix. Dua sekte pendominasi dunia keempat bagian tenggara.
Dengan hadirnya Klan Wang tampak peta kekuatan dunia keempat akan mengalami revisi ulang.
Barisan terakhir adalah kereta-kereta indah dan mewah. Semuanya dibuat dari kayu utama pilihan terbaik dengan balutan emas. Dimahkotai beraneka ragam permata berkilauan, ditarik oleh kuda suci bertanduk kristal.
“Kakek, siapa yang berada dalam kereta-kereta mewah itu ?”
“Cucu, mereka pastilah para petinggi klan. Tokoh tokoh besar klan dan para pesohor.” Kakek Ahli menjawab dengan singkat. Dia juga merasa takjub dengan apa yang dia lihat.
Semua pengamat dan ahli siang ini terpaksa harus membuka rahang mereka lebar lebar.
“Lihat, ada sepuluh kapal perang terapung di udara...!!!”
“Sangat besar, Sangat besar! Gila... Sangat gila... !!!”
“Aku tak percaya mereka memilikinya... Di dalamnya ada ribuan prajurit elite.”
“Astaga.... Astaga...”
“Bahkan Sekte Api Phoenix dan Sekte Pedang Bumi hanya memiliki beberapa. Apakah Klan Wang akan mengambil alih posisi tertinggi ???”
__ADS_1
Semua pengamat mengalami shock hebat. Beberapa di antara mereka dengan riwayat darah tinggi sudah bisa mengalami stroke ringan.
“Tua Peng, kamu tersenyum hanya dengan satu sisi bibirmu. Apakah sisi sebelahnya sengaja tidak kamu gerakkan ?”
“Apaaa... ? Oh Surga, aku terkena stroke.” Tua Peng jatuh pingsan.
“Tadi pagi ribuan pasukan Wang bersama para prajurit bayangan mereka keluar untuk menangkap seekor kupu-kupu. Apakah pasukan Klan Wang sebanyak ini akan dikerahkan untuk menangkap seekor burung pipit ?” Seorang pengamat kurus berceletuk.
Para pengamat “ ... ??? ...”
Para ahli “ ... ??? ... “
Demikianlah arak-arakan dan parade militer terbesar menuju ke arah selatan tepatnya menuju Danau Perak. Mereka harus tiba malam ini dengan segera.
Setiap desa, kota, negara, wilayah yang mereka lewati. Semua orang harus melupakan semua pekerjaan mereka.
Semuanya menatap langit dengan perasaan penuh ketakjuban luar biasa.
Sebuah kereta super mewah dengan ditarik enam kuda bertanduk kristal melaju terpisah dengan rombongan militer.
Di dalam kursi penumpang, Wang Jiao, Wang Shan, Xia He dan Chen Li duduk saling berhadapan.
“Apakah kakak bedebar akan menemui tuan muda? Sejujurnya aku merasa demikian” Xia He berucap dengan nada kerinduan.
Wang Jiao, tersenyum mani dengan sebuah anggukan kecil.
“Jujur aku takut.” Wang Shan menyela.
“Itu karena kamu mantan kriminal. Kamu pendosa!” Wang Jiao memelototi adiknya.
__ADS_1
Wang Shan hanya terkekeh kekeh saja dimarahi kakaknya.
“Kita akan sampai di danau perak lebih cepat...” Wang Jiao melihat pemandangan luar dari sebuah jendela kereta dengan fokus tatapan pada sesuatu tempat yang sangat jauh.