
Ruang tamu di pondok sangat sunyi dalam kurun beberapa lama. Entah mengapa tak seorang pun memiliki inisiatif untuk memulai pembicaraan.
Lei Teng yang di ambang kematian duduk termenung dengan rambut acak-acakan. Dia masih merasa giris oleh angin dingin yang melewati tubuhnya.
Angin yang turut menghembuskan jiwa keluar dari tubuhnya.
“Te... Terima kasih atas kebaikan anda tuan...” Lei Teng berterima kasih kepada Wang Du.
“Tak perlu dirisaukan.” Wang Du tersenyum.
Situasi sunyi kembali hingga akhirnya Wang Du membuka percakapan.
“Ehm, Ah ya....” Wang Du berdeham. Dia tidak menghendaki suasana membeku selamanya.
“Yang Mulia, rupanya tak perlu saya terlalu berbasa basi menghaturkan ribuan ucapan terima kasih. Kami akan membayar dengan tekad dan pengorbanan untuk tujuan anda.”
“Aku merasa Tuanku memiliki tujuan yang besar, suatu kebanggan bagi klan kami untuk turut berperan. Walaupun kami hanya menjadi umpan meriam. Kami akan berdiri dengan bangga.”
“Kamu adalah orang yang sangat lugas, aku suka itu.” Mao Yu tersenyum.
Wang Du bersikap dan mengutarakan kalimat yang tepat. Dalam hati dia pun juga bahagia. Dapat diterima dengan posisi yang pas oleh Mao Yu.
Mereka melanjutkan percakapan terkait kekuatan-kekuatan di dunia keempat.
Dari sini Lei Teng pun memahami lebih jauh seluk beluk dan akar kekuatan besar yang mendominasi.
Lei Teng pun juga terpesona, bahwasanya Wang Du adalah tokoh sejarah dengan kisah dan pencapaian yang luar biasa yang berasal dari klan Wang.
__ADS_1
Dari berbagai kedai dia hanya mendengar kisah heroiknya dan kisah nahasnya. Betapa bangga dirinya pada malam ini dapat duduk di samping dengan kursi yang setara.
Mao Yu meletakkan beberapa lembar kertas yang dia peroleh dari pelelangan Night Lily yang dikelola Klan Wang beberapa tempo lalu.
Copy dari lembaran kisah cerita yang diperebutkan dengan gadis Sekte Api Phoenix.
Mao Yu membuat isyarat dengan tangan agar lembaran-lembaran ini diperiksa oleh Wang Du.
Wang Du tenggelam dalam tiap lembar kisah yang diceritakan. Sesekali dia fokus, sesekali dia mengernyit dan sesekali pula dia tertegun.
Setelah cukup memeriksa keseluruhan lembaran, Wang Du meletakkan kembali di atas meja.
“Castle Black ada di dunia keempat?” Mao Yu bertanya.
Lei Teng ikut terbelalak dengan mata melotot. Ini adalah hal yang sangat tabu. Orang-orang di dunia keempat sangat berhemat kata dan bahkan mengunci mulut mereka erat-erat dengan keberadaan ini.
Meskipun ini adalah informasi yang beredar di kalangan elite, namun tak menutup kemungkinan kultivator tanpa tuan seperti Lei Teng dan lainnya pernah mendengarnya.
Wang Du mengernyit dengan tatapan menjadi sangat fokus.
“Tuanku benar, Castle Black berada di dunia persimpangan yang hanya bisa dimasuki dari dunia keempat.”
“Tempat ini dari zaman dahulu dikuasai oleh Klan Cheng. Mereka menjadikan lokasi tersebut sebagai markas utama. Mereka sangat tertutup.”
“Tuanku bisa menyebut mereka adalah gerombolan penjahat. Meskipun mereka tidak melancarkan aksinya di sini. Namun di dunia lebih tinggi mereka sangat ditakuti.”
“Mereka beroperasi di dunia mana?” Mao Yu penasaran.
__ADS_1
“Ketujuh, Kedelapan dan Kesembilan. Mereka sangat berpengaruh di sana. Mereka seperti penggerak kekuatan dalam bayang-bayang. Menentukan hidup mati sekte maupun klan.”
Wang Du sempat melirik Lei Teng, sebagai orang yang baginya masih asing. Dia sedikit was was mengungkapkan informasi ini.
Namun saat memandang kembali tuannya, Mao Yu mengisyaratkan tidaklah apa apa mengatakan sepenuhnya dari sorot matanya.
“Apa yang mereka lakukan secara spesifik?”
“Perbudakan, pasar gelap dan penguasa bayangan dari beberapa sekte kuat.” Wang Du memejamkan mata.
“Mengapa hingga saat ini mereka masih bertahan? Tak adakah suatu kekuatan yang mampu menggulingkan mereka?” Mao Yu menjadi tertarik dengan kiprah Klan Cheng.
“Leluhur mereka adalah watcher yang menduduki posisi sangat penting di ujung dunia.”
“Kira-kira siapa yang akan berani berani melawan mereka. Bahkan membuat rencana pun kurasa tak seorang pun berani memiliki ide bahkan hanya terbersit di dalam kepala.”
Wang Du menjawab dengan nada sangat pelan dan penuh kewaspadaan saat mengatakan informasi ini. Bagaimana pun ini adalah top secret yang tak boleh bocor sedikit pun kepada pihak luar.
“Ujung dunia? Apakah dunia ketiga belas?” Lei Teng sangat serius.
“Iya.” Wang Du mengangguk.
“Menarik. Kapan-kapan aku harus berwisata ke Castle Black.” Mao Yu tersenyum. Dia tampak sangat riang kali ini.
“Tuan, ini bukan seperti berjalan-jalan di dalam museum.” Lei Teng menyahut dengan alis menyatu.
“Hahahaha.... Asalkan aku punya tiketnya, kenapa tidak? Lagipula aku punya Wang Du sebagai Tour Guide ku. Bukankah ini akan jadi lebih mudah.” Mao Yu mencibir.
__ADS_1
Lei Teng “...”
Wang Du “...”