Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Kejutan


__ADS_3

Leluhur Kuno Wang menimang-nimang sebuah anting mungil di telapak tangannya.


Matanya bercahaya seolah-olah dia tak berhenti kagum.


“Cucu, Ini adalah karunia besar bagi Klan Wang, menemukan harta ini seperti menemukan identitas kembali bagi klan.” Leluhur Kuno memuji.


“Pastikan yang mendapatkannya mendapatkan perawatan terbaik oleh klan.” Dia menambahkan.


“Leluhur Kuno, itu masihlah belum seberapa...” Leluhur Wang Kun berkata dengan tatapan serius.


“Maksudmu... Apa ada harta yang lebih baik dari ini?”


Dengan sedikit atraksi yang agak lebay, Leluhur Wang Kun menjentikkan kemarinya. Dari cincin penyimpanan keluar seperangkat perabotan kayu.


Debammm.... Perabotan mendarat di depan Leluhur  Kuno.


“IIIIINNNNNNN IIIIINNNNNNNNNNNIIIIIIIIIIII......!!!!!”


Perabotan mengeluarkan denyut demi denyut. Setiap denyutnya membuat Leluhur Kuno berdesir dengan hempasan angin lembut yang mengandung energi kuat dan pekat.


Pori-pori tubuhnya yang rusak segera menyerap energi perabotan kayu dengan gila-gilaan. Bahkan Wang Kun terkejut dengan pemulihan tubuh Leluhur Kuno.


Tubuh Leluhur kuno segera direkontruksi dengan sangat nyata.


Leluhur Kuno hanya diam melotot dengan rahang terbuka lebar. Merasakan shock yang luar biasa menatap perabotan di depannya.


Dia tidak merasakan tubuhnya mengeluarkan asap pekat sebagai pembentukan ulang daging dan kulitnya.


“Aa... aa. Aaa..” Leluhur Kuno terbata-bata ingin mengatakan sesuatu.


Energi yang kuat memasuki sebelah tubuhnya yang kering layu, menyuburkan kembali darah dan memelihara dengan cepat ototnya. Perlahan kulit hitam menjadi terang kembali dengan rona merah yang cerah.


Sebelah tubuhnya yang hangus oleh api, bara dan desis api yang sesekali muncul telah padam. Daging dan kulit baru telah tumbuh dengan kecepatan tak dinalar.


Leluhur Kuno masih dalam keadaan linglung tak merasakan perubahan yang terjadi dalam dirinya.


“Selamat atas pemulihan tubuh Leluhur Kuno. Saya Wang Kun memberi ucapan yang setulus-tulusnya.” Wang Kun bermaksud menyadarkan kembali Leluhur Kuno.

__ADS_1


“Ah... Iya... APAAA !!!”


“IIIIINNNNNNN IIIIINNNNNNNNNNNIIIIIIIIIIII......!!!!!”


Leluhur Kuno menjerit melihat tubuhnya telah bugar seeprti sedia kala hanya dengan berdiri di depan seperangkat perabotan kayu.


“Ini Kayu Red Glow Mahogani !!!”


“Ini Kayu Red Glow Mahogani !!!”


“Cucu.... Ceritakan bagaimana Klan Kita mendapatkan harta luar biasa ini !!!”


Wang Kun tersenyum. Kemudian dia menceritakan dari awal dengan detail bagaimana Wang Juemin bertemu dengan seseorang, Hingga kedua putra patriak membawa pulang harta sangat berharga.


Leluhur Kuno mengangguk-anggukan kepalanya. Dia bernafas panjang dengan sangat lega.


Matanya memandang ke kejauhan, sebuah visi yang jauh yang selama ini hanya menjadi angan-angan kosongnya tampak terlihat makin jelas. Seolah tabir pekat yang menutupinya tersibak. Klan Wang akan menjadi halaman immortal.


“Aku harus mengunjungi Benteng Tua Leluhur secepatnya.” Leluhur Kuno tampak bahagia.


“Leluhur Kuno, Masih ada satu lagi yang belum kutunjukkan padamu.” Wang Kun mengeluarkan kotak giok.


Wang Kun menyerahkan kotak giok kepada Leluhur Kuno. Dia menerimanya dengan tangan yang gemetar.


Leluhur Kuno telah menduga apa yang dipegang ini lebih berharga lagi dari setumpuk harta didepannya.


Leluhur Kuno sebelum membuka tutup kotak memandang Wang Kun. Wang Kun tersenyum dan mengangguk, mempersilahkan Leluhur Kuno untuk segera membukanya.


Begitu tutup dibuka. Cahaya menyilaukan menabrak wajah Leluhur Kuno. Denyut energi yang kuat mendorong wajahnya hingga membuat beberapa helai rambut yang belum sepenuhnya pulih berdiri tegang seperti bulu landak.


“IIIIINNNNNNN IIIIINNNNNNNNNNNIIIIIIIIIIII......!!!!!”


Tiga biji berwarna coklat kemerahan berpendar lembut, menyebarkan energi yang sangat kacau dan gila. Tubuh Leluhur Kuno menyerapnya dengan sangat gila.


Tiap sel tubuhnya merasakan euforia, dia telah pulih seperti sedia kala dengan sekejap mata. Bahkan energi yang tersisa masih mendorong potensinya untuk terus membuat kultivasinya makin tinggi.


Leluhur Kuno merasakan lemas lututnya hingga dia terjatuh, Wang Kun segera mendukungnya.

__ADS_1


“Leluhur Moyang menelan sebutir, menjadikannya immortal yang ditakuti tigabelas dunia kala itu. Kita memiliki tiga... Tiga Immortal... Tiga Immortal... “ Leluhur Kuno sangat bahagia hingga dia menangis.


“Leluhur, Tuan Muda memberikan ide kepada kita untuk menanamnya. Agar mendapatkan biji lebih banyak.” Wang Kun menyampaikan informasi penting.


“Ini bisa ditanam ?” Leluhur Kuno terkejut.


Wang Kun dengan mantap menjawab iya. Bagaimana pun apa yang dikatakan tuan muda, tak perlu ada keraguan di dalamnya.


Leluhur Kuno makin merosot dari posisi duduknya.


“Oh, Berkah bagi Klan Wang. Surga mencintai kami... Cucu, antar aku kepada tuan muda segera.”


“Oh iya, Cicit tercintaku Wang Jiao dan Wang Shan sangat berjasa, biarkan aku mengajarkan teknik rahasia Red Glow Mahogany kepadanya.”


“Leluhur Kuno, Sebaiknya anda memeriksa isi lemari kayu di sana.” Wang Kun menunjuk pada salah satu perabotan.


Leluhur Kuno tak menunda sedetik pun. Dalam sekejap mata dia berada di depan lemari kayu dan membukanya.


Di dalamnya berisi 36 gulungan.


Dia mengambil salah satu, dia merasakan ini terbuat dari kulit kayu Red Glow Mahogani. Tangannya mengelus dengan lembut permukaannya.


‘Hmmm... Sisik naga. Tampaknya kulit kayu ini disamak dengan sisik naga kayu kolosal. Auranya sangat sombong. “ Leluhur Kuno tak henti-hentinya kagum.


Leluhur membuka gulungan, matanya terbelalak dengan seketika.


Tangannya cepat membuka gulungan kedua seterusnya hingga gulungan terakhir. Tubuhnya bergetar dengan hebat dan air matanya berderai.


Dia menoleh kepada Wang Kun dengan mata berlinang.


“Cucu, Ini adalah 36 Langkah Red Glow Mahogany yang sebenarnya. Leluhur Moyang hanya meraba-raba, namun telah cukup membuat seluruh dunia takut.”


“Cucu, Bahkan Leluhur Moyang tidak menyentuh satu kalimat pun dari ke-36 gulungan ini.” Leluhur Kuno berkata dengan suara parau.


Leluhur Kuno merasakan pusing kepalanya setelah beberapa era lamanya. Dia melihat dunia makin kabur dari pandangannya. Keseimbangannya pun hilang.


“Leluhur Kuno !!!” Wamg Kun berteriak

__ADS_1


Leluhur Kuno pingsan.


__ADS_2