Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Immortal Myriad Mountain


__ADS_3

Di suatu tempat tersembunyi dalam area besar Sekte Pemandangan.


Tiga tua berjalan menyusuri sebuah lorong yang panjang. Dari bentuknya ini menyerupai gua alami.


Hanya ada satu jalan masuk ke dalam.


Mereka berjalan dengan pelan namun mantap, sedikit terkesan buru-buru. Namun mereka tampak mematuhi sebuah aturan atau norma yang mengharuskan untuk bersikap hormat.


Jika mengesampingkan norma kurasa tiga tua ini memilih meloncat dan melesat ke depan agar cepat sampai ke tujuan.


Ketiganya dirudung oleh suatu hal yang sifatnya sangat darurat.


“Kita benar-benar terpojok. Sangat jauh di luar nalar dan prediksi. Pasukan Wang benar-benar mengambil tindakan tegas.”


“Sekteku dirugikan. Perlu waktu lama untuk merehabilitasi kembali dan tentu juga akan memakan biaya besar.”


“Kepala Sekte Gunung, Kamu janganlah lesu. Jaga semangatmu, kita semua  memang sengaja telah sepakat menjadikan Sekte Gunung sebagai pertahanan terluar. Juga untuk melihat seberapa perkasa kekuatan Klan Wang.”


“Dan hasilnya?”


“Jauh di luar dugaan. Semula aku masih yakin kita dapat menahannya. Aku melihat mereka pasti mendapat dukungan dari kekuatan raksasa. Kapal apung, perlengkapan dan beberapa formasi mereka. Sangat berbeda dari sebelumnya.“


“Mereka berafiliasi dengan kekuatan mana? Mustahil mereka menumbuhkan kekuatan yang demikian dalam waktu singkat tanpa ada pihak yang mendukung.”

__ADS_1


“Telik sandi telah disebar ke berbagai penjuru.  Tak ada satu pun mendapatkan bukti kuat dari mana datangnya sekutu Klan Wang.”


“Hmmm... Aku menduga ada satu yang paling mungkin, Benteng Tua Leluhur. Tapi kita menolak mempercayai sebelumnya.”


“Cih... Memang kita tidak bisa mengukur kekuatan Benteng Tua Leluhur. Aku hanya mengetahui hal yang sangat sedikit. Mereka memiliki senjata pemusnah yang cukup kuat yang digunakan untuk membasmi sebuah sekte. Itu terjadi beberapa waktu lampau.”


“kembali ke topik, jika kalian biarkan Pasukan Wang bergerak semau mereka, Sekte Samudra dan Lembah akan bernasib sama dengan sekteku. Fokuslah ke penyelamatan dua sekte yang tersisa.”


Ketiganya mendesah dengan sedikit rasa lesu, benar benar merasa terpojok. Mereka memasuki gua ini dengan harapan untuk membuka kartu truf mereka. Mereka masih optimis mampu membalik Pasukan Wang dengan hal ini.


Tiga orang tua sampai pada tujuannya. Mereka menghadap ke sebuah pintu tertutup di ujung lorong gua. Lantas melakukan beberapa kali gerakan semacam ritual.


Menyalakan dupa dan melantunkan mantra khusus.


Saat selesai salah satu diantaranya, yaitu kepala Sekte Gunung mengutarakan kalimatnya.


“Kami sengaja mengumpulkan semua kekuatan untuk siaga penuh di Sekte Lembah. Sesuai pengamatan mata-mata kami, mereka dengan jelas menuju ke sana.”


Namun tidak ada jawaban dari balik pintu. Sementara ketiga tua kepala sekte saling pandang.


“Kami mengkhawatirkan keberanian mereka berasal dari pulihnya Leluhur Immortal mereka, Immortal Dark Wood.” Kepala Sekte Samudra memilih beberapa kata yang kiranya dapat memprovokasi tokoh yang bersemayam di balik pintu.


Dan berhasil, ketiga tua mendengar sesuatu seperti berderit dari dalam ruangan.

__ADS_1


“Dia cukup parah, sesuai perhitunganku saat ini harusnya dia masih menjadi pesakitan atau sudah mati. Namun jika dia membaik, kepercayaan diri macam apa yang membuatnya menggerakkan seluruh pasukannya kemari.” Suara parau terdengar dari balik pintu.


Kepala Sekte Gunung sedikit menggeram, dia menahan amarah atas kemusnahan sektenya. Dia berharap leluhur immortal meminjamkan tenaganya untuk segera membasmi pasukan Klan Wang.


“Leluhur, Pasukan Wang cukup kuat dan sangat mumpuni. Bahkan kami mengakui mereka jauh lebih unggul dari kita.”


“Pada mulanya kami sepadan, namun setelah mereka mengisolasi diri dalam beberapa dekade. Kini mereka muncul dengan kekuatan mengesankan. Leluhur, kami tak yakin hasil dari berhadapan dengan mereka keuntungan ada di pihak kita.”


“Leluhur, kami mohon kiranya membantu menyelamatkan kami dari pemusnahan.” Kepala Sekte Samudera memohon.


“Leluhur Immortal, Tolong...” Kepala Sekte Gunung dan Samudera menyahut.


Di balik pintu, di dalam ruangan.


Seorang lelaki sangat tua membuka matanya. Pupil matanya berwarna abu abu tampak warna hitam yang menjadi keharusan warna pupil telah luntur akibat umur yang panjang.


Dia mengambil nafas dalam untuk memenuhi rongga dada yang tak terisi udara untuk waktu entah berapa lamanya.


Dadanya yang mengembang terisi penuh udara dingin. Menggerakkan pakaian yang dikenakan dengan gaya dan motif kuno, punggungnya bergoyang menghamburkan sedikit debu tipis ke udara.


Dia melihat jemarinya yang kurus, tulang dibalut kulit. Dia mengamati jaringan pembuluh darahnya telah dialiri darah.


Leluhur mendapatkan kembali rasa di tangannya. Awalnya sedikit kebas hingga akhirnya mampu menguasai sepenuhnya kembali. Dia menggerak-gerakkannya dengan pelan. Membuat kepalan, meremat-remat dan membuat gerakan menunjuk dengan jari-jari yang bergantian.

__ADS_1


Immortal Myriad Mountain telah bangkit dari fase hibernasi yang panjang.


“Wang Du, Keberuntungan macam apa yang datang padamu kali ini. Aku hanya iri padamu....” Dia menggumam.


__ADS_2