
Pohon willow berbuah seperti cerry yang berwarna merah kemilau. Buahnya sangat banyak, nampaknya jika kita adalah si penanam pohon kita akan sangat puas melihat pohon menumbuhkan buah begitu lebatnya.
Satu buahnya jatuh dan plupp suaranya terdengar saat menyentuh permukaan danau.
Sesuatu dari dalam bergerak membuat riak pelan pada permukaannya. Sosok itu mencaplok buah merah yang terapung. Dibandingkan dengan rahangnya yang besar, buah itu hanya seperti sebutir telur ikan.
“Lama menunggu, huh…” Mao Yu menyapa tamu-tamunya.
“Salam kepada Tuan Muda, Tuan penguasa Benteng Tua Leluhur.” Fang Yi, Lei Teng dan Shen Mubai memberi salam penuh hormat. Yang kemudian diikuti dengan pelayan tua yang canggung dan Lei Yi yang kosong pandangannya.
Fantasi pelayan tua roboh dalam sekejap mata. Ksatria gagahnya menguap digantikan pemuda berkulit kecoklatan dengan tubuh ramping di depannya.
Namun, dia tak mengendurkan kekagumannya pada Mao Yu.
“Bagaimana kekuatan dan pengaruh benteng saat ini?” Mao Yu bertanya. Shen Mubai memberikan giok informasi untuk kemudian langsung dipindai oleh Mao Yu.
“Lantas bagaimana dengan murid murid benteng?” Mao Yu menerima giok informasi dari Fang Shi.
“Baguslah, tidak ada yang menjalankan misi keluar kecuali pasukan yang ditugaskan di Danau Perak. Pak Tua Shi, aku ada rencana untuk semua murid.”
“Benteng telah bertranformasi menjadi tanah suci, dalam waktu dekat benteng akan menjadi tanah surga.”
IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..
IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..
Shen Mubai,Fang Shi dan Lei Teng berdiri terkejut. Sementara pelayan tua dan Lei Yi bengong tidak mengerti.
“Ya, berangsur-angsur tanah dan udara di sini akan seperti surga itu sendiri. Aku membuat surge baru di sini. Perkuat murid kita, jangan takut boros terhadap sumber daya. Udara yang bagus ini sangat baik dalam menumbuhkan berbagai macam herbal tinggi.” Mao Yu melanjutkan.
__ADS_1
“Kita kedatangan alkemis hebat yang akan mewujudkan peningkatan kekuatan benteng dengan cepat.” Mao Yu menunjuk pada pasangan ayah dan anak di depannya.
“Ada air suci di kolam yang luas ini, ada garam kristal utama ada batu energy kelas surga. Semuanya tak akan habis, gunakan semuanya tanpa kecuali.” Mao Yu memerintahkan.
Bibi Bu berpakaian pelayan membawa hidangan berupa abalone dari danau suci disertai sayur mayur yang diambil dari kebun Chen Dewei.
Bibi Bu juga mengisi gelas dengan wine yang diseduh secara pribadi dari istana putih.
Mereka mulai menyantap hidangan dengan buliran air mata. Sungguh lezat dan kaya energy murni.
“Aku melihat dalam laporan Paman Mubai kita telah menguasai dunia pertama secara mutlak dan total.” Mao Yu mengunyah sawi di mulutnya.
“Dunia pertama dalam peta hanya kekaisaran bahr menempati archipelago di selatan, sekte kuat pegunungan salju di timur, suku hutan rawa di utara, kerajaan maar di gurun maut dan Benteng Tua Leluhur di bagian pusatnya. Di luar daerah itu hanyalah hutan rimba dan lautan luas tak terjamah. Sangat berbahaya dengan binatang iblis yang ganas.” Shen Mubai menjelaskan ulang.
“Bagus, buatlah benteng di masing-masing pusat kekuatan tersebut. Pastikan lokasinya simetris dengan Benteng Tua Leluhur sebagai pusatnya. Aku ingin membuat benteng cabang.” Mao Yu mengajukan proposal.
“Apakah anda ingin melebarkan sayap hingga ketigabelas dunia?” Lei Teng memberanikan diri bertanya.
“Ketigabelas dunia? Terlalu kecil…” Mao Yu menggelengkan kepalanya.
“Jauh lebih besar daripada itu. Dengarkan baik-baik aku tak akan mengulangi untuk kedua kalinya. Tujuanku adalah menghapus surga itu sendiri.” Mao Yu mengatakan dengan tatapan tajam.
IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..
IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..
IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..
“Amithaba…” Biksu Chang Yi yang berada dalam kuil melantunkan doa dengan mata terpejam.
__ADS_1
Kelimanya cukup lama merenung dan mencerna apa yang baru saja dikatakan tuan muda. Mereka seperti anak kecil yang ingin memetik bintang. Sangat jauh dan bagaimana bisa?
“Ah, kalian kenapa bengong… Ayo makan… makan… nanti keburu dingin.” Mao Yu mengunyah dengan mulut penuh dengan abalone dan sayur.
Kelimanya “ … “
“Oya aku lupa menanyakan kepadamu karena sangat terbawa situasi, namamu siapa?” Mao Yu menunjuk pelayan tua.
“Tidak akan pernah menjadi masalah, anda dapat menyebut saya dengan pelayan tua. Itu sudah sangat cukup bagiku.” Pelayan tua sangat bangga.
“Hmm.. Kamulah yang terbaik dari murid angkatan pertama baik dari segi kekuatan dan kebijaksanaan. Saatnya kemu meninggalkan tugasmu sebagai pelindung luar benteng. Lencana token yang kamu bawa itu menunjukkan kamu sebagai kepala dari empat cabang benteng yang akan dibangun.”
IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..
Pelayan tua bersimpuh dengan mata berlinang. Dia dipercayakan secara langsung oleh sang penguasa untuk memimpin empat cabang benteng. Dengan ini posisinya akan setara dengan eselon tertinggi Benteng Tua Leluhur.
Kepala benteng utama Shen Mubai
Kepala akademi Fang Shi
Kepala alkemis Lei Teng
Dan kepala bentang cabang yang dipimpin pelayan tua.
“Selamat atas pengangkatan untukmu pelayan tua.” Semua orang memberikan selamat, sementara pelayan tua membalasnya dengan rasa haru di dadanya.
“Baiklah kalian bisa kembali menuntaskan rencana kita. Hmmm, kecuali Lei Yi biarkan dia tinggal di sini. Aku masih ada beberapa urusan dengannya.” Mao Yu tersenyum dengan misterius
“Heck…” Lei Yi tersedak udara kosong dalam tenggorokannya.
__ADS_1