Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Percakapan Di Kedai Tua


__ADS_3

Dunia keempat, Ibukota Utama. Di sebuah kedai tua.


Kedai tua itu terletak di gang sempit yang tersembunyi di antara gedung-gedung tinggi di pusat kota. Gang itu terlihat seperti lorong sempit yang diabaikan oleh kebanyakan orang, dengan dinding yang dipenuhi lumut dan pencahayaan yang redup.


Tidak banyak yang menyadari keberadaan kedai tua itu, karena gang tersebut terlihat suram dan tersembunyi dari pandangan mata banyak orang.


Namun, bagi mereka yang mengetahui rahasia di balik gang tersebut, mereka tahu bahwa di ujung gang itulah terselip kedai tua yang tersembuyi. Kedai itu terbuat dari kayu tua yang sudah terkulai, dengan cat yang terkelupas di dindingnya.


Jendela-jendelanya yang kecil tertutupi oleh tirai kain tebal yang terlihat kumuh. Terdapat papan kayu yang diwarnai secara acak dengan tulisan-tulisan tangan yang mempromosikan berbagai macam barang dan jasa.


Ketika seseorang memasuki kedai itu, mereka akan segera merasakan atmosfir yang berbeda. Udara di dalam kedai itu terasa berdebu dan berbau rempah-rempah yang khas. Cahaya remang-remang dari lampu minyak yang dinyalakan memberikan sentuhan misteri di dalam ruangan yang sempit itu.


Rak-rak kayu penuh dengan barang-barang antik, seperti lukisan tua, patung-patung keramik, dan kendi-kendi kuno. Bau dupa dan wangi rempah-rempah yang kuat menggantung di udara, memberikan aura magis dan mistis pada tempat itu.


Tuan kedai, seorang pria tua berjenggot panjang dengan pakaian tradisional yang serba hitam, duduk di balik meja kayu tua yang penuh dengan alat ramal, kartu yang meramalkan kedihupan, dan buku-buku kuno. Wajahnya dipenuhi keriput, dan matanya nampak bijaksana.


Meski kedai itu terlihat kumuh dan tua, beberapa orang datang ke sana untuk berkunjung. Mereka seringkali datang dengan jubah dan tudung kepala tertutup. Menyembunyikan jati diri siapa mereka sebenarnya.


Kedai tua yang tersembuyi di gang sempit itu menyimpan banyak rahasia dan daya tarik tersendiri. Orang-orang datang ke sana adalah orang khusus dengan harapan akan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam hidup mereka atau mendapatkan informasi yang sangat berharga.


Kedai itu menjadi tempat yang legendaris di kota besar tersebut, dikenal hanya oleh mereka yang tahu tentang keberadaannya, dan menjadi tempat yang memiliki daya tarik dan keunikan sendiri di tengah keramaian kota yang sibuk.

__ADS_1


Serorang berkerudung datang dan menyapa pemilik kedai. Dia menangkap dalam penglihatannya kedai sedang kosong tanpa pengunjung sama sekali.


“Pak Tua berikan anggur dan kacang jahe... “ pengunjung mengambil tempat duduk di meja terdekat dengan meja kerja pemilik kedai.


Pria tua beranjak dari tempat duduknya. Dia berjalan menuju dapurnya untuk membawakan pesanan tamunya dalam waktu yang singkat.


“Peta dunia keempat berubah. Klan Wang, Sekte Api Phoenix dan Sekte Pedang Bumi. Bahkan Klan Cheng yang tersembunyi. Semua terkait Benteng Tua Leluhur.” Pengunjung menuangkan anggurnya dalam gelas, sementara dia berbicara sembari mengunyah camilan kacang jahe.


Pemilik kedai abai, tampaknya dia sedang sibuk meneliti sebuah gulungan tua.


“Klan Wang berdiri sejajar dengan kedua sekte besar. Pertumbuhan kekuatannya sangat tidak masuk akal dan tidak disangka secepat ini karena bersekutu dengan Benteng Tua Leluhur dari dunia pertama.”


“Pertempuran Sekte Api Phoenix dan Benteng Tua Leluhur berlangsung sangat singkat namun tampaknya telah menusuk Sekte Api Phoenix tepat di jantung mereka. Hanya takluk begitu saja tanpa perlawanan sampai darah penghabisan.”


“Bahkan Klan Wang bersekutu dengan Sekte Api Phoenix menekan Sekte Pedang Bumi. Namun keadaan menjadi perang dingin saja ketika Sekte Pedang Bumi meminta perlindungan kepada Klan Cheng. Kedua kubu membeku tanpa ada kontak atau bentrokan.”


“Klan Cheng yang tersembunyi mendapatkan teror dari pasukan Benteng Tua Leluhur yang berkemah tepat di depan hidung mereka. Ini adalah provokasi terang-terangan di mana Klan Cheng yang tersembunyi dan ditakuti oleh dunia keempat diganggu dengan sangat berani.”


Pengunjung itu telah banyak sekali berbicara panjang dan lebar. Namun pak tua pemilik kedai masih acuh dan tak menggubris sama sekali.


“Klan Cheng mengembangkan penelitian menyatukan darah mereka dengan darah terlarang leluhur kuno penyerang dari masa lampau untuk mendapatkan kekuatan yang sangat besar. Bangsa penyerang yang dilupakan oleh sejarah, Bangsa Yao...”

__ADS_1


Pak Tua meletakkan gulungannya dengan kasar di atas mejanya. Dia teralihkan dengan sangat sempurna dari aktifitasnya. Matanya yang sipit dan sayu menatap tajam pengunjung di depannya.


INNNNNN INNNNNNNIIIIIIIIIIIII..........


“Penelitiannya berhasil?” Pak tua bersuara parau.


Pengunjung kini mengambil sikap diam tanpa berbicara, hanya suara renyah kacang yang dikunyah terdengar jelas.


“Aku melihat Benteng Tua Leluhur dengan mata kepalaku sendiri di dunia pertama, tempat itu bukan ladang acak yang bisa diganggu hanya dengan modal nyali dan kekuatan. Aku melihat parimeter mereka sebagai tempat bunuh diri bahkan untuk seorang immortal.” Pria Tua akhirnya berbicara.


“Aku tahu persis seperti apa yang menjadi keyakinanmu Pak Tua, aku juga telah melihat sendiri bangunan Benteng Tua Leluhur berdiri di tanah menyeramkan dengan cuaca gelap. Bahkan angin yang bertiup dapat membunuhku.” Pengunjung mengenang sesaat atas kunjungannya beberapa tempo lalu.


“Pak Tua, apa latar belakang Benteng Tua Leluhur itu? Siapa sutradara di balik itu semua?” Pengunjung menambahkan pertanyaan pada akhir ucapannya.


“Pejabat mereka adalah orang acak dari kota di sekitarnya. Tentang siapa di balik Benteng Tua Leluhur, tak ada ide sama sekali.” Pak Tua menggelengkan kepalanya.


Keduanya tenggelam dalam beberapa spekulasi dan dugaan dugaan liar. Waktu yang lama tanpa pembicaraan lebih lanjut.


“Apakah Benteng Tua Leluhur menyerang Klan Cheng karena penelitian tabu? Jika iya, tidak hanya bangunannya saja yang menyeramkan. Namun intelejen mereka juga sangat mengerikan. Ditambah juga kekuatan yang tak dapat disangkal atas keberanian mereka menusuk langsung Klan Cheng.” Pengunjung menenggak anggurnya. Ada ekspresi terkejut, khawatir dan kesal bercampur aduk.


“Jika Klan Cheng berhasil dalam penelitian tabu. Berapa banyak kekuatan dari dunia atas yang akan bergabung? Bahkan Dewan Pusat di Dunia Ketigabelas, Ujung Dunia harus turun tangan sendiri.”

__ADS_1


“Percakapan ini hanya terjadi antara kamu dan aku. Yang lain harus tetap bisu dan tuli. Tidak boleh ada kebocoran.” Pak Tua menggenggam kedua tangannya dengan mata terpejam erat.


__ADS_2