
"30.000" Lady Hu meningkatkan harga.
Chen Li mendapatkan kode dari Mao Yu untuk menaikkan harganya.
"50.000" Chen Li berteriak.
"51.000" Lady Hu terus menaikkan harga.
"80.000"
"81.000"
"Nona Hu, harap berhati-hati dalam transaksi ini. Kita masih harus berhemat untuk mendapatkan setidaknya dua dati tiga item utama lelang" Seorang tetua menyampaikan nasihat.
"Jangan khawatir, aku hanya membalas permainan kamar nomor lima." Lady Hu tampak riang gembira.
Tetua Sekte Api Phoenix menghela nafas. Dia pun tak begitu berani mengatakan kalimat lebih lanjut. Dia merupakan anak pemimpin sekte sekaligus cicit dari leluhur sekte.
Ketika Chen Li terus menembus harga lebih tinggi akhirnya dia mulai menggunakan nada sebal dan marah. Membuat Lady Hu makin terpingkal-pingkal.
Hingga akhirnya Chen Li sampai pad angka 350.000 namun Lady Hu menaikkan menjadi 400.000
"Nona, 400.000 adalan nominal yang tersisa saat ini." Tetua mengingatkan.
Namun Lady Hu mengabaikan.
Seluruh peserta lelang menyatakan fix bahwa kamar nomor empat dan lima adalah musuh bebuyutan.
Mereka mengagumi kamar nomor empat. Apakah ini taipan sejati menghabiskan 400.000 kristal jade menengah hanya untuk lembaran kertas cerita jaman kuno. Cerita yang belum jelas benar dan tidaknya.
Bahkan dengan 400.000 jade kristal menengah, peserta lelang dapat dipastikan akan menguasai tiga item utama lelang.
Juga dengan nominal yang sama, seseorang sudah akan sangat mampu membuat sebuah sekte yang mampu bersaing dengan sekte kelas menengah yang telah mapan di dunia kelima.
Ketika para peserta masih berkasak kusuk. Penawaran naik lagi hingga kamar nomor empat mengungkapkan harga 950.000
Kali ini seluruh peserta hanya bisa diam memejamkan mata mereka. Bahkan peserta dari kamar VVIP lainnya pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
Tidak patut hanya beberapa lembar cerita bisa sampai begitu besar nilainya.
__ADS_1
"Kenapa kamar nomor lima tidak memberikan respon ?" Lady Hu mulai panik.
"Jam pasir sebentar lagi menunjukkan waktu untuk bersaing segera habis. Jika tidak ada yang melebihi penawaran kamar nomor empat. Maka secara sah item akan jatuh padanya." Juru lelang sedikit berkeringat.
Dia pun juga tak menyangka bahwa item seni yang bernilai karena antiknya justru harganya melebihi item utama nantinya.
Seorang peserta di kamar VVIP lain menyatakan bahwa jika item ini jatuh pada kamar nomor empat. Yaitu Sekte Api Phoenix, mereka akan sah dinyatakan pailit. Karena mereka harus membongkar seluruh tabungan mereka untuk membayar item ini.
Sekte akan jatuh dalam kebangkrutan selama beberapa ratus tahun ke depan. Cukup lama untuk mengumpulkan jade menengah sejumlah itu. Kecuali mereka harus merelakan menjual beberapa pusaka sekte.
"Tetua, bagaimana ini ?" Lady Hu kini benar-benar panik.
Tetua hanya diam dan memejamkan matanya. Tidak ada yang bisa mengubah keadaan ini.
"Sah, item terjual kepada kamar nomor empat." Juru lelang menyatakan keputusannya.
Suara gedor palu membuat Lady Hu merosot dan jatuh. Seumur hidupnya dia belum pernah mengalami kondisi terpuruk sedemikian ini.
Akhirnya dia menutup wajah dengan kedua tangannya. Dia menangis.
Tiga item utama akhirnya dilelang dengan sangat meriah. Kamar nomor empat dan lima tidak mengikuti aksi menawar harga.
"Pedang Sayap Cakrawala jatuh ke kamar nomor delapan dengan harga 220.000"
"Jimat Penyesap Energi jatuh ke kamar nomor dua puluh tujuh dengan harga 260.000"
Lelang akhirnya berakhir. Semua peserta meninggalkan bangku dengan kepuasan besar. Bahkan yang gagal mendapatkan barang pun masih merasa bahagia. Karena lelang kali ini benar-benar menarik.
"Bayangkan betapa malunya gadis di kamar nomor empat. Sangat celaka membakar hampir satu juta jade menengah hanya untuk beberapa halaman cerita anak." Peserta kekar berkata.
"Bangkrut total. Dan sepertinya mereka dari Sekte Api Phoenix, aku mendengar desas-desusnya dari peserta yang duduk di depan panggung. Mereka mengenali suara Lady Hu." Temannya berbaju hijau berkata dengan bisikan.
"Ah, sungguh celaka. Bahkan apa putri itu kurang akal ya? Sayang sekali penampilan cantiknya hanya pada tubuhnya. Sedangkan akalnya kurang pintar." Peserta kekar berbicara dengan telepati pada temannya.
Semuanya akhirnya menghela nafas panjang.
“Chen Li, panggil Wang Lan kemari.” Mao Yu membuat permintaan.
Chen Li segera menyambar token komunikasi yang berada di sudut meja. Kemudian mengaktifkan formasi dan mulai berbicara dengan token untuk menyampaikan permintaan Mao Yu.
__ADS_1
Dalam sekejap mata Wang Lan tida di kamar nomor lima.
Sekali lagi Chen Li dan Xia He menundukkan tubuhnya dengan segenap rasa hormat dan etiket sopan level tinggi kepada Wang Lan.
Mereka berdua juga sangat mengagumi tuan muda yang bisa memerintah master top untuk menemuinya hanya dengan menyampaikan permintaan. Jelas tuan muda ini juga tak bisa dianggap enteng.
“Aku memberimu lebih dengan menguraskan seluruh deposito Sekte Api Phoenix dan mendebitkan semuanya ke kas mu.” Mao Yu memberi isyarat.
“Kami akan membaginya dengan tuan muda. Anda bisa mengambil ¾ bagiannya.” Wang Lan mengemukakan pandangannya.
Chen Li dan Xia He sangat terkejut dengan tawaran yang disampaikan Wang Lan. Nominal yang sangat besar hampir tak masuk akal di kepala mereka.
“Tidak tertarik.” Mao Yu menjawab.
Chen Li dan Xia He sangat terkejut atas penolakan proposal yang disampaikan Wang Lan.
Bagi mereka ini adalah kesempatan mudah menjadi auto super kaya mendadak. Bagaimana bisa tuan muda melewatkan kesempatan ini.
Sementara Wang Lan juga mendapatkan rasa keterkejutannya yang sama. Tuan muda di depannya ini menjadi lebih misterius lagi dalam pemikirannya.
Dia tidak tertarik dengan keberadaan ratusan ribu jade menengah.
Bahkan mungkin tidak ada artinya bagi dirinya.
Wang Lan makin berhati-hati lagi di depan Mao Yu. Dia juga lebih menghormatinya ke level yang lebih tinggi.
“Berikan aku salinan dari lembaran cerita Awal Era Baru. Membaca dari halaman asli atau salinannya akan sama saja, tidak akan mengurangi esensi ceritanya.” Mao Yu tersenyum.
“Akan segera kami kirimkan untuk anda.”
“Tuan muda memberi kami terlalu banyak. Apa yang kiranya dapat kami lakukan untuk anda ?” Wang Lan bertanya dengan penasaran.
"Antar kedua temanku pulang. Juga pastikan mereka aman selama lima tahun, tidak ada satu kekuatan pun yang boleh menyentuh ujung rambut mereka."
Xia He terkejut dengan mulutnya melongo. Sementara Chen Li merasakan mulai detik ini nasibnya akan ditulis dengan takdir yang baru.
Wang Lan menangkupkan tinjunya kepada Mao Yu dan dua muda di depannya. Permintaan yang tidak sulit namun sudah cukup dianggap sepadan oleh Mao Yu.
Wang Lan merasakan kelegaan di hatinya.
__ADS_1
Kini dia bisa membalas budi.