Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Peregangan


__ADS_3

Ratusan ribu pasukan Wang merangsak menuju tengah danau dengan berjalan kaki di atas lantai garam kristal utama.


Para prajurit merasakan kaki mereka gemetar karena begitu mewahnya mereka berjalan di atas harta tertinggi.


Bahkan beberapa binatang buas harus berjalan merangkak dan merayap di atasnya.


Jutaan garam kristal utama membentuk formasi penguatan yang luar biasa. Para prajurit menikmati saat tubuh mereka dibasuh oleh origin yang sangat murni.


Mereka diremajakan serta direkontruksi ulang fondasinya. Seperti dilahirkan kembali menjadi manusia dengan label jenius dalam berbudidaya.


Belum lagi origin memasuki tubuh mereka dengan gila gilaan. Menyebabkan lonjakan kultivasi yang spektakuler. Mereka menerobos tanpa hambatan dengan mempersingkat waktu kultivasi ratusan bahkan ribuan tahun.


“Inilah maksud yang mulia mengundang kita semua menuju danau perak.”


“Sungguh yang mulia sangat dermawan.”


Para prajurit terjebak dalam rasa melankolis. Beberapa bahkan meneteskan air matanya.


Cukup dengan perahu Mao Yu. Dalam satu aba-aba seluruh pasukan berhenti melangkah.


“Salam, yang mulia... tuan mudaku.” Patriark Wang Ji menyapa kembali.


Mao Yu makin kikuk dan canggung dengan keberadaan warga satu negara yang hadir keseluruhan di sini. Dia hendak menyampaikan sesuatu namun masih bingung, mau bilang apa ya.


Xia He telah menguasai dirinya lebih dulu dibandingkan dengan ketiga temannya.


“Bapa patriark, kemurahan hati tuan muda mengantarkan kegemilangan bagi kalian semua. Tuan muda bermaksud membasuh seluruh Klan Wang dengan garam kristal demi meningkatkan kekuatan klan beberapa level di atas.”


“Sungguh perhatian yang luar biasa, kami Klan Wang tak cukup hanya dengan mengucapkan kata terima kasih.” Patriark Wang Ji membungkuk hormat. Diikuti dengan seluruh prajurit.

__ADS_1


Mao Yu makin canggung lagi, beruntung Xia He pandai merangkai kata-kata.


“Tuan muda, ada perintah apa untuk kami?” Patriark Wang Ji berkata dengan sangat fokus.


Mao Yu memelototi Wang Shan, Wang Shan hanya terkekeh-kekeh tampak tak merasa berdosa.


Kali ini terpaksa Mao Yu harus menjawab dengan kalimatnya sendiri. Sejenak dia berfikir keras. Tidak mungkin dia akan mengajak semua orang ngopi di Danau Perak.


“Kalian cukup lama mengisolasi diri, mungkin ini hari yang baik untuk kalian sedikit melakukan peregangan.” Mao Yu berkata.


Para tetua klan terhenyak. Mereka saling pandang dengan tatapan antusias, inilah saatnya, inilah saatnya. Jantung mereka dipompa keras.


Mao Yu menangkap dari respon setiap orang tampak telah memiliki keputusan. Dia sangat bersyukur akhirnya bisa segera mengenyahkan ratusan ribu prajurit di depannya ini.


“Tuan muda, Singgahlah ke rumah gubuk kami saat sedang luang. Kami sangat menantikan anda dapat berkunjung ke sana. Tuan muda, Kami akan segera berangkat...” Patriark Wang Ji memutuskan.


“Berangkatlah...” Mao Yu melambaikan tangannya, dia mengangguk.


“Pasukan, Kita menuju Sekte Gunung Lembah Samudra, kita melakukan peregangan dan berolahraga di sana !” Patriark Wang Ji berseru.


Mao Yu “ ??? “


Ketika pasukan telah selesai memberi salam hormat kepada Mao Yu Wang Shan menyela.


“Tuan muda, akhir-akhir ini kami kesulitan mendapat pasokan garam untuk masakan. Beberapa bulan ini kami makan dengan rasa hambar.”


“Kulihat garam ini bagus, kandungan mineralnya tinggi. Sangat bagus bagi anak-anak klan kami biar ndak kena sakit gondok.” Wang Shan merajuk.


Patriark, tetua dan seluruh pasukan merasakan jantung mereka berhenti mendengan Wang Shan mengutarakan permintaan konyol.

__ADS_1


Ini adalah garam kristal utama. Dengan mereka dapat menapaki di atasnya itu pun sudah menjadi berkah dan sudah masuk dalam catatan kegemilangan klan untuk dibanggakan kepada anak cucu mereka kelak.


Bahkan meminta langsung seperti ini adalah tindakan bodoh, mungkin dapat membuat murka tuan muda. Patriark Wang Ji merasakan keringat dingin menjalari punggunggya.


Anak kurang ajar ini akan kubasmi sesampainya di mansion klan. Dia sangat geram dengan Wang Shan yang selalu membuat masalah demi masalah untuknya. Patriark Wang Ji sangat geram.


Mao Yu mengernyit pada Wang Shan.


“Hanya garam, ambillah...” Mao Yu hanya ingin pasukan yang banyak ini segera pergi darinya.


IIIIIINNNNNN IIIIIIINNNNNNNNIIIIIIIIIIIIIII.....................


Mao Yu menghentakkan kakinya di lantai garam kristal utama. Seketika bongkahan di seluruh danau terlepas dan melayang berhamburan ke segala arah.


Di tengah rasa tak percaya seluruh pasukan menangkap bongkah garam untuk diri mereka satu persatu.


Bahkan para tetua berjongkok memunguti dengan tak menghiraukan status mereka.


Semuanya terkejut dan semuanya masih merasa hal ini tak dapat dipercaya.


Lei Teng dengan pandangan kosong menatap seluruh pasukan yang sedang merasakan euforia hebat.


Klan Wang akan menjadi kekuatan tak terbayangkan di masa depan. Mungkin akan menjadi penguasa tiga belas dunia. Gumamnya.


“Tuan Muda, akau dan Wang Shan harus mengikuti klan menuju Sekte Gunung Lembah dan samudra.” Wang Jiao berkata.


“Terima kasih tuan muda, singgahkah ke klan kami.” Wang Shan menambahkan.


Seluruh pasukan Klan Wang mengucapkan terima kasih dengan melakukan sujud ketulusan. Mao Yu menerimanya, dan menyegerakan mereka untuk segera pergi.

__ADS_1


Dengan berduyun duyun seperti halnya mereka tiba, kini mereka berduyun duyun pula meninggalkan danau perak.


“Wang Shan, kamu benar-benar anakku. Kamu pahlawan sejati, penolong bagi keluarga kita.” Patriark Wang Ji benar-benar menangis. Akhirnya dia menemukan putra bungsunya menjadi berguna setelah sekian lama.


__ADS_2