Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Pertempuran Klan Wang (3) Sekutu


__ADS_3

“Perhatikan langkah kaki kalian Klan Wang, Dan jaga ucapanmu dengan sopan di hadapanku.” Seorang laki-laki tua dengan busana jubah berwarna merah menyala menyalak dari kejauhan.


Dalam sekejap mata semua pandangan mengunci pada sosok tersebut.


“Tetua Kedua Sekte Api Phoenix !!!” Kedua Patriark Sekte Pemandangan bersorak.


“Hanyalah sekutu yang datang terlambat...” Patriark Wang Ji mencemooh.


“Ulangi perkataanmu maka kamu dan pasukanmu akan menjadi abu.” Tetua kedua Sekte Api Phoenix meraung kembali saat mendekat kepada mereka.


“Kami sangat resisten terhadap segala ancaman.” Patriark Wang Ji menyedekapkan kedua tangan di balik pingganggnya.


“Tidak ada yang kamu selamatkan hari ini, upayamu gagal sepenuhnya.” Patriark Wang Ji menambahkan.


“Konfrontasi dengan kami, Kamu menantang Sekte Api Phoenix?”


“Masalahnya apakah sektemu layak?” Patriark Wang Ji menimbang.


Kemarahan tetua kedua Sekte Api Phoenix semakin memuncak. Cukup mudah memang membuat orang dengan posisi tinggi macam ini menuju puncak kemarahan.


Kamu hanya perlu beberapa kata yang sangat lazim, ucapkanlah di depannya. Cukup mudah kan?


“Baik sesuai keinginanmu sendiri, akan kujadikan tanah ini sekaligus sebagai tempat pemakaman Klan Wang.” Tetua Kedua Sekte Api Phoenix mengambil keputusan dalam amarah.


“Justru aku telah menyapkan karangan bunga. Tempat ini lebih cocok menjadi tempat pemakamanmu.” Patriark Wang Ji mengeluarkan seikat bunga dari penyimpanannya.


“Kamu...” Tetua kedua mulai tak sabar. Dia mengawali mengambil langkah untuk gerakan pemusnahan.


Di bukit dengan jarak yang cukup jauh.


Pemuda dengan seruling telah mengakhiri nada terakhir dari permainan musik tiupnya.


Pemuda cantik mengamatinya dengan seksama, pemuda seruling mengeluarkan toples kaca dengan kupu-kupu hitam yang terperangkap di dalamnya.


Dengan gerakan secepat kilat juga pemuda cantik melihat pemuda seruling telah berdiri dengan mantap dengan longbow yang sudah terbentang maksimal dengan mata panah berwarna perak.


Ujungnya panah sangat runcing berbertuk mozaik dengan rune aneh seperti terbuat dari bahan tembaga.

__ADS_1


Sedikit berpendar layaknya warna emas, namun keberadaannya seperti menolak cahaya matahari.


Mata panah yang aneh namun indah, gumamnya.


“Kawan, tolong lepaskan kupu-kupu cantikku. Kurasa alam ini cocok untuknya dia bebas.” Pemuda seruling dalam pose membidik meminta bantuan.


Pemuda cantik, Lei Yi menghampiri toples kaca.


Dalam pandangannya dia tak melihat ada yang istimewa dari kupu-kupu yang terperangkap di dalamnya. Dia pun tak merasa ada riak energi dan ancaman dari toples tersebut.


Lei Yi membukanya, satu kepakan kasual membuat kupu-kupu keluar dari toples. Saat bersamaan pula pemuda seruling melepaskan anak panahnya.


Shhoooo....


Badai kembali datang dengan derak awan gelap disertai petir. Kemarahan tetua kedua Sekte Api Phoenix termanifestasi dengan sinergi alam yang merespon besarnya kekuatan yang dia miliki.


Rasa geram dan kemarahan sudah di ujung ubun-ubun kepalanya.


Satu pamungkas untuk memakamkan semua kroni Klan Wang. Dia telah merencakanannya dengan baik untuk segera menyelesaikan urusannya di sini.


“Dalam satu langkah kalian....”


Shhoooo....


INNNNN IIIINNNNNNNNNNIIIIIIIIIIIIII...............


Pengamat seketika berdiri dengan terhuyung-huyung. Mereka kehilangan keseimbangannya dalam sekejap.


Bahkan yang tertua pun harus dibantu juniornya untuk menegakkan punggungnya.


Semua pengamat merasakan keringat dingin menjalar di punggung.


Kedua Patriark Sekte Pemandangan membuka mulut mereka lebar-lebar. Mereka terhenyak dengan rasa kaget yang luar biasa. Mereka hampir menjatuhkan murid yang mereka yang terluka parah.


Tetua Kedua Sekte Api Phoenix terbata-bata ingin mengatakan sesuatu. Namun semuanya tertahan begitu saja. Sebuah panah menembus jantung hingga punggungnya.


Pandangannya menjadi kabur, namun sebelum jatuh ke tanah dia sempat melihat Patriark Wang Ji tersenyum tipis di bibirnya menunjukkan penghinaan pada dirinya.

__ADS_1


Tetua Kedua Sekte Api Phoenix jatuh dan meninggal di tempat !!!


Pengamat merasakan kesemutan di seluruh tubuh. Apa ini gila? Benar-benar gila?


Klan Wang bahkan menyatakan perang dengan Sekte Api Phoenix?


Berita Besar !!!


Berita Besar !!!


Dunia keempat akan digoncang badai pemberitaan yang hebat. Kedai-kedai di seluruh penjuru akan membahas kabar ini hingga beberapa generasi ke depan.


Patriark Wang Ji dihampiri kupu-kupu hitam yang mengepakkan sayapnya dengan tegas dan kokoh. Tak seperti sebelumnya, kupu-kupu yang terbang dengan loyo dan kewalahan.


Saat hinggap di telunjuknya, dia mengembangkan seyum tipis.


“Kemenangan Abadi untuk Klan Wang !!!” Dia bersorak.


URRRRRRAAAAAAAAAAAA....


URRRRRRAAAAAAAAAAAA....


URRRRRRAAAAAAAAAAAA....


“Dunia ini cukup menarik, Yuk ikut aku jalan-jalan... Aku butuh teman perjalanan yang bisa menunjukkan arah. Tidakkah kamu keberatan, Lei Yi...” Pemuda seruling menyimpan kembali busurnya.


Dia lantas berjalan dengan langkah cepat memasuki hutan.


“Ah tunggu... By The Way siapa namamu ?” Lei Yi mengejar dengan langkah cepat pula.


Pemuda seruling berhenti dari langkahnya dan segera membalikkan tubuhnya ke arah Lei Yi.


“Aku ?” Pemuda seruling menunjuk diri dengan telunjuknya.


Lei Yi mengangguk.


Pemuda seruling tersenyum lebar dengan wajah nakal dan ceria.

__ADS_1


“Namaku? Aku Fang Yi.”


__ADS_2