Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Jaksa Bu


__ADS_3

“Aku bersyukur dengan kondisiku yang sangat parah seseorang datang menolongku. Sialnya, dia adalah bagian dari kerumunan orang orang ini.” Paman Ketiga mendengus.


“Paman ada rencana untuk meminta bantuan markas?” Chen An dari ruang tahanan terpisah bertanya.


“Tidak ada akses sama sekali, semua hartaku tak tersisa.”


“Demikian juga denganku. Penyimpananku disita.” Cheng An mengeluh.


“Ada satu hal yang bisa membuat kekuatan markas datang kemari. Yaitu salah satu dari kita mati. Kematian kita akan memberi sinyal kepada markas berikut lokasi kita.”


“Paman, Maukah kau bunuh diri?” Cheng An ingin segera lepas dari jerat Mao Yu.


Paman ketiga “ ... “


“Permintaanmu di luar batas kewajaran.” Paman ketiga menahan amarah.


“Oi Gadis di sebelah sana, kamu punya sesuatu untuk mengubah keadaan ?” Cheng An beralih ke Gadis Api.


“Tidak ada.” Dia menjawab dengan ketus.


Di halaman sekte, setelah semua jamuan selesai dan meja telah dirapikan.


Lei Teng mengeluarkan toples kaca yang dibungkus rapat. Di dalamnya berisi kepala Lady Chi. Dipotong dengan sangat halus dan rapi.


Wajahnya seperti boneka dengan mata tertutup erat seperti seseorang yang tidur dengan sangat nyenyak.


INNNNNN... IIIIIINNNNNNNNIIIIIIII.....


Nian yang masih berada di halaman terperanjat. Ini adalah Bibi Chi, adik dari istri kepala Sekte Pedang Bumi.


Astaga, betapa berani dan lancangnya mereka. Sah, api permusuhan antara Sekte Pedang Bumi dan Benteng Tua Leluhur tak dapat didamaikan lagi hingga Benteng Tua Leluhur rata menjadi abu.


Nian, kembali tersulut emosinya. Amarah menguasainya.


Meskipun hubungannya dengan istri kepala sekte tidak cukup banyak interaksi. Dia menerima alasan pembenaran untuk melakukan pemusnahan kepada Mao Yu.


Bahkan dia cukup senang, artinya mobilisasi penuh kekuatan Sekte Pedang Bumi dapat dikerahkan maksimal untuk menghajar Benteng Tua Leluhur. dengan demikian Nian dapat menikmati pertunjukan balas dendamnya kepada Mao Yu.


“Siapa yang menyesal dengan kematian Bibi Chi. Mao Yu tunggulah sebentar lagi, cepat atau lambat kalian akan merasakan kekuatan Sekte Pedang Bumi.” Nian masih sanggup tertawa dalam hati.

__ADS_1


“Lei Teng, potongan yang sangat bagus. Pedang siapa yang melakukannya?” Mao Yu penasaran.


“Tuan Mo Tian melakukannya dalam satu gerakan bahkan sebelum mata kita semua berkedip. Gerakannya sangat cepat, bahkan Lady Chi masih berbicara saat lehernya sudah terpotong cukup lama.”


“Dia tiba-tiba seperti mengantuk dan akhirnya tertidur. Saat keseimbangan goyah itulah kepalanya baru jatuh dan terlepas.” Lei Teng mengulang kejadian eksekusi.


“Oh, Teman-temanku semua tumbuh menjadi kuat.”


“Tuan muda, apa yang harus kulakukan dengan kepala ini ?” Lei Teng bertanya rencana Mao Yu selanjutnya.


“Berikan kepada orang yang sedang duduk di pojokan sana. Dia lagi nunggu jemputan. Sepertinya perjalanan orang itu sejalur dengan arah yang dituju. Titipkan dia saja, lebih efisien.”


“Baiklah, dimengerti.” Li Hua segera mendatangi Nian.


“Oya Li Hua, aku mau pergi seharian. Tolong jaga dan awasi semua yang ada di sini. Rombongan Lei Teng juga sudah kuinfokan agar mereka menurut kepadamu.”


Li Hua berbalik dan menganggukkan kepala kepada tuan mudanya.


Pertunjukanku sangat terlambat. Aku harus segera kembali ke tower istana putih. Oya, aku punya tahanan orang orang Cheng. Mereka sangat terkait dengan Castle Black.


Baiknya kubawa saja ke sana, dengan metode tertentu Bibi Bu bisa membongkar perlindungan pikiran dan ingatan mereka. Tentunya akan sangat mudah baginya.


“Yooo, Kalian para kriminal apa kabar?” Mao Yu menyapa dengan bahagia.


“Bah, Persetan !” Gadis Api menyalak, namun Mao Yu tak tertarik. Dia menghiraukannya.


Mao Yu tertarik dengan dua Cheng ini. Dia tak sabar menanti informasi yang akan ditambang Bibi Bu dari ingatan mereka. Dari copy naskah yang dibaca Mao Yu, Castle Black memiliki banyak rahasia besar.


Salah satu spot paling epic dalam pertempuran akhir terjadi di sana. Banyak misteri yang disembunyikan dan banyak pula informasi yang didapatkan tentang Bangsa Yao yang dikubur di sana.


Aku harus sebisa mungkin cepat mengenal salah satu ras yang menjadi musuh ras jiwa. Demikian Mao Yu menggumam.


Kenali musuhmu untuk selangkah lebih cepat menuai kemenangan.


Cheng An dan Paman Ketiga melotot dengan mata tajam. Selain tentang sebuah nilai dari harga diri. Mereka dari kelas eksekutif diperlakukan sejauh ini sudah sangat memalukan.


Kebencian dan kemarahan merasuk hingga sampai tulang.


“Kuremukkan ka....” Belum selesai Cheng An mengumpat. Cahaya terang membutakannya.

__ADS_1


Sedikit pening di kepala, sedikit terngiang-ngiang dalam pikirannya ada bunyi gemuruh.


Saat membuka mata Cheng An merasakan dia tempat yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.


“Ini bukan di kamar tawanan sekte Danau Perak. Di mana ini?” Dia menggumam.


“Mohohohoho.... Dua tamu baru.” Nona Bu menyambut.


“Bukan, mereka adalah tawanan.” Mao Yu segera menimpali.


“Baiklah kalau begitu...” Nona Bu membuat dua klon dengan pakaian jaksa.


“Mohohoho... Kalian orang jahat ditangkap oleh Jaksa Bu.”


Lei Teng “ ... “


Wang Du “ ... “


“Hentikan gembrot !!!” Cheng An mengumpat saat Nona Bu berusaha memasang borgol di tangannya.


“Mohohohohoho... Aku tidak salah dengar barusan. Apa kalimatmu tadi?” Nona Bu memicingkan mata laronnya.


“Aku suka dengan wajahmu yang manis, tapi lidahmu harus sedikit disekolahkan. Baik, Nona Bu akan mendidikmu menjadi anak yang sopan di penjara.”


Karena kondisi Paman Ketiga dan Cheng An lemah, akhirnya mereka menyerah saat Nona Bu memasang borgol pada keduanya.


“Tuan mudaku tersayang, apa yang anda tuntut pada kedua kriminal ini. Jaksa Bu akan memberi rasa keadilan ala Istana Putih.” Nona Bu berpakaian jaksa bertanya.


“Bongkar ingatannya, aku ingin tahu segala sesuatu terkait Castle Black.”


“Mohohohohoho.... Sangat mudah.” Nona Bu berpakaian jaksa lainnya merespon.


“Tuan, siapakah mereka hingga anda membawanya kemari?” Lei Teng bertanya.


Mao Yu memandang kedua tawanannya.


“Orang yang tidak penting tapi karena keadaan, mereka menjadi orang yang penting saat ini. Mereka orang orang Cheng.” Mao Yu menjawab dengan nada datar.


INNNNNN... IIIIIINNNNNNNNIIIIIIII.....

__ADS_1


__ADS_2