Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Kenapa Begitu Serius?


__ADS_3

Segerombolan pemuda juga mendekat dengan tiba tiba. Mereka menggunakan kecepatan maksimal mendekat ke Danau Perak.


Mereka berhenti juga di depan Mao Yu.


Mao Yu segera mengunci pandangan kepada dua orang yang diikat, digantung dengan tali. Ditenteng dengan seenaknya, sebagaimana mereka membawa binatang buruan.


“Kepala Sekte Tang Shang dan Chen Li....” Mao Yu menggumam. Dia berharap keduanya bisa bertahan dan bisa diselamatkan dari kematian. Mao Yu harus memprioritaskan keduanya.


“Gadis Api, Putri tunggal patriark Sekte Api Phoenix dan Nian putra penatua pertama Sekte Pedang Bumi. Kedua orang ini digadang-gadang sebagai penerus di masa depan.” Wei Lan menyampaikan informasi.


“Kamu sudah memetakan kekuatan sekte mereka dengan baik?” Mao Yu berbisik.


“Tentu Yang Mulia...”


“Kerja bagus...”


Mao Yu membuat gerakan menyapa dengan membuka kedua tangan lebar-lebar. Dia tersenyum dengan sangat riang.


“Yooo, lama tak berjumpa kalian berdua.” Mao Yu terkekeh-kekeh.


“Kamu! Hahaha... Sangat beruntung aku menemuimu di sini. Perjalananku kemari tampak tidak sia sia. Penuh keberuntungan. Hahaha...” Nian meledak dengan tawa.


“Kamu! Aku ngidam kematianmu!” Gadis api mengumbarkan amarah.


“Nian, kamu makin macho dengan totol totol biru sepeti macan tutul. Ditambah dengan dengan ini...” Mao Yu menunjuk area melintang dari pipi melewati hidungnya.


Tentu, kemarahan nian melonjak. Kedua tanda luka adalah warisan yang diberikan Mao Yu saat tragedi di situs makam.

__ADS_1


Totol biru bekas luka gatal hadiah dari asap dupa Lin Fan, sedangkan luka melintang di wajahnya berasal dari jebakan situs makam yang hampir membelah kepalanya.


“Kalimat bagus, aku akan sangat berterima kasih dengan melipatkan pembalasanku padamu.” Nian pun terprovokasi, dia mengancam.


“Dan kamu Nona Api, apakah neraca kauangan sektemu sudah membaik? Tampaknya kamu sudah bisa jalan-jalan berwisata ke Danau Perak. Kurasa kamu telah mendapatkan kembali uang saku bulananmu.” Mao Yu terkekeh-kekeh.


Gadis api tak menjawab Mao Yu. Dia membalas dengan memelototi pemuda di depannya. Dia kehabisan kata-kata, lagipula tak ada hebatnya berdebat kata dengannya.


Dia masih mengingat dengan baik kejadian di pelelangan. Dia memahami Mao Yu, bagaimana unggulnya dalam bersilat lidah dan memainkan kata-kata.


Tentu akan menjadi lebih efisien, dia merencanakan untuk segera membakar garing Mao Yu. Mengirimnya segera menjadi ketiadaan.


Namun hati kecilnya sedikit enggan memberikan kematian yang begitu mudah. Terbersit dia ingin menyiksa hingga secara pribadi Mao Yu memohon kematian.


“Oke... Oke... Jika bahkan kamu sekarang menjadi bisu.” Mao Yu mengangkat kedua bahunya.


Darah mereka pun ikut mendidih menyaksikan dengan entengnya Mao Yu mencemooh keduanya.


“Akhirnya kamu muncul juga. Tanganku sangat gatal ingin memukulimu.” Nian tersulut api emosi akhirnya angkat bicara.


“Bocah tengik, jika malam ini aku tak melumatmu. Jangan sebut aku sebagai Gadis Api dari Sekte Api Phoenix.” Gadis Api merajalela.


“Aha kawan, santai saja... Ngomong ngomong kamu sudah mendapatkan apa dari situs makam. Coba tunjukkan padaku, mari... mari...” Mao Yu menggoda Nian dan mengabaikan Gadis Api.


“Bocah lihat aku !” Merasa diabaikan Gadis Api menyalak kepada Mao Yu.


“Berisik! Kamu tak layak masuk dalam penglihatanku. By the way apa yang harus kupandang dari wanita pemarah sepertimu? Kecantikan? Oh, sayang sekali. Wajahmu bagiku sangat kurang. Dan bagian ini dan ini dari tubuhmu sangat tidak memuaskan.” Mao Yu mencibir.

__ADS_1


“Bocah !!!” Gadis Api meraung hebat.


Tubuhnya membara dengan ledakan api yang sangat besar. Membuat pemandangan berapi-api di pesisir danau.


Para pesakitan harus menahan panas api yang menyengat dari kobaran yang sangat besar.


“Atau jangan jangan kamu hanya mendapatkan pengalaman saja di situs makam?” Mao Yu mengabaikan Gadis Api dan kembali bertanya pada Nian.


“Bocah pantas mati !” Nian pun meledakkan suaranya yang sangat lantang.


Udara sepintas terasa dingin sesaat, energi origin terserap dengan hebat menuju bilah pedang Nian sesaat dia menghunuskannya.


“Kalian memiliki selera humor yang payah...” Mao Yu kecewa.


“Wei Lan, fokus pada penyelamatan kedua sandera. Aku akan membasmi semuanya.” Mao Yu mengirim tranmisi kepada Wei Lan.


“Dimengerti.” Wei Lan mengangguk.


Mao Yu kembali memandang pada dua orang yang berkobar semangatnya yang ingin segera meringkus dirinya.


“Yoo, tidaklah kalian berlebihan begitu hebohnya mengeluarkan energi begitu besarnya untuk hanya membuatku babak belur?” Mao Yu berkata dengan pasrah.


Dan itu memang benar, Mao Yu dideteksi oleh Gadis Api dan Nian sebagai bocah tanpa kultivasi. Bahkan pasukan Gadis Api dan Nian pun juga merasakan hal yang sama.


Baru saja seperti diingatkan. Kedua penerus meringsutkan energinya secara bersamaan. Kemudian mereka bersama seluruh pasukan mulai merasakan perut penuh dengan udara dan tenggorokan menjadi sangat gatal.


BWAHAHAHAHHAHA .....

__ADS_1


__ADS_2