Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Fang Yi


__ADS_3

Ba Gu tak berhenti mengagumi tuan muda yang duduk di depannya. Saat ini dia naik kereta mewah bersama Mao Yu menuju lokasi properti berada. Dia sangat takjub dengan interior kereta di dalamnya.


Dinding berlapis emas, ornamen-ornamen kualitas tinggi, kristal penerangan berkualitas tinggi dan semuanya. Bahkan di atas meja kereta tersaji berbagai makanan mewah dan buah-buahan mahal di atas piring emas lebar.


Ba Gua melihat seekor monyet yang tidur pulas di bangku samping Mao Yu. Bahkan dia iri dengan keglamoran yang dia ikut nikmati bersama tuannya. Aku ingin berganti posisi dengan monyet ini pikirnya.


Kereta berhenti pada sebuah bangunan besar dengan arsitektur kuno yang dikelilingi tembok tinggi. Meskipun berumur tua tapi tetap terawat dengan baik. Untuk halaman dan taman masih perlu dibenahi lagi.


Bagaimanapun menjaga aset sedemikian besar membutuhkan biaya banyak. Barangkali Guild Makelar hanya melakukan biaya perawatan bangunan sehemat mungkin.


Li Hua juga mengagumi tempat ini. Baginya kompleks bangunan ini sangat istimewa. Semua bangunan diatur secara pas letak-letaknya.


Semuanya padu dalam susunan harmonis dan tampak indah. Dia juga merasakan turut  senang jika tuannya memiliki properti di tempat yang sangat strategis ini.


Ba Gu secara antusias mengajak mereka berkeliling ke seluruh area. Dia menunjukkan sudut demi sudut bangunan.


Ini adalah titik krusial baginya, jika terjadi kesalahan menyebabkan tuan ini tidak puas maka transaksi bisa saja batal.


"Aku menyukai arsitektur lama. Aku cocok dengan bangunan ini." Mao Yu menyimpulkan setelah cukup puas melihat-lihat.


"Bagaimana transaksi akan dilakukan Tuan ?" Ba Gu bertanya dengan deg-deg an. Ini sudah mendekati closing pikirnya.


"Datang nanti saat jam makan malam di restoran Penginapan Bulan Kemilau. Siapkan segala dokumen, kita lakukan di sana." Mao Yu menunjukkan waktu dan tempat transaksi.


Mata Ba Gu bersinar dengan senyumnya yang lebar. Harapan mendapatkan komisi besar ada di depan mata.


***


Derap kaki kuda menarik kereta mewah menuju pusat keramaian di ibukota. Mao Yu memerintahkan Kusir Li Hua membawa kereta menuju kedai paling populer di sana.


"Kedai adalah tempat bagus untuk mendengarkan gosip, menambang informasi." Mao Yu mengatakan dengan mantap.

__ADS_1


"Dan juga tempat klasik untuk menciptakan sebuah masalah." Li Hua bergumam.


"Apa yang kamu katakan barusan ?" Mao Yu mengernyit.


"Ahaha, Tidak... Hari ini cuaca sangat cerah rupanya. Hahaha... " Li Hua menyangkal.


Kereta mewah sekali lagi menarik perhatian pejalan kaki. Kereta akhirnya berhenti di sebuah kedai yang cukup ramai. Mereka berdua bersama Kong Kecil memasukinya.


Setelah mereka duduk dan mulai memesan minuman. Mereka langsung mendapatkan berbagai macam informasi.


"Kota Kekaisaran akan mendapatkan banyak kunjungan penting kali ini. Aku dengar eselon-eselon tinggi dari luar benua mulai mengirimkan utusannya." Pria tua sambil menenggak.


"Bahkan beberapa mengirimkan pasukan dalam jumlah besar yang bersiaga di perbatasan. Aku tidak yakin ini akan membawa maksud bagaimana. Sepertinya kota kekaisaran akan kacau." Pria kurus yang duduk di samping pria tua menimpali.


"Sejak tambang jade kristal ditemukan, pasti para bigshot akan membidiknya. Kalian tahu betapa berharganya kristal jade? Ini bukan hanya kita berbicara 1 kristal jade bernilai 10.000 emas. Kristal jade dapat diserap energinya untuk mempercepat kemajuan kultivasi." Pria tubuh besar memaparkan pemikirannya.


"Apa kalian bisa menyerap energi dari 10.000 keping emas di hadapanmu untuk memajukan kultivasi? Hahahaha... Emas dan Jade adalah dua hal yang berbeda." Pria tua segera menimpali.


Suasana kedai makin siang makin bersemangat. Kedai dalam keadaan hingar bingar bergosip tentang perkembangan situasi saat ini.


"Tuan-tuan perkenankan aku duduk satu meja dengan kalian. Namaku Feng Yi, aku putra mahkota dari sebuah kekaisaran yang sangat jauh dari sini." Feng Yi memperkenalkan dirinya dengan sangat santun.


"Ah, bolehkah aku juga ikut makan bersama kalian. Makanan yang ada di meja semua ini akan berkurang kelezatannya jika suhunya menjadi dingin." Feng Yi dengan sikap tidak tahu malu langsung mengambil sumpit. Dia mulai makan berbagai menu di hadapannya dengan lahap.


"Sepertinya kamu tidak makan dalam tujuh hari." Mao Yu mencemooh.


"Ahahah... Tuan tepat sekali, aku menjatuhkan cincin penyimpananku. Aku miskin sekarang tidak sanggup membeli makanan apa pun." Feng Yi menjawab dengan nom-nom mulut penuh mengunyah makanan.


"Tuan muda, hati-hati mungkin dia ini penipu." Li Hua berbisik kepada Mao Yu.


"Jika benar ini akan menarik." Mao Yu menjawab sekaligus tangannya memberi kode kepada Li Hua untuk seterusnya diam.

__ADS_1


Feng Yi terus memasukkan makanan demi makanan dalam suapan besar dengan lahap. Hingga ditutup dengan tegukan besar minuman dingin.


"Fwahhh.... Terima kasih atas kebajikan para tuan-tuan telah memberikanku tempat duduk dan dapat menikmati hidangan enak bersama kalian semua." Feng Yi menangkupkan tinju nya.


"Setelah ini apa rencanamu ?" Mao Yu bertanya.


"Aku tidak punya tujuan, aku tidak memiliki uang untuk melakukan apa pun. Di kota ini semuanya serba uang, sedangkan aku tak memiliki sepeser pun. Ehm... Saya rasa mengikutimu adalah pilihan yang benar." Fang Yi berkata sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.


Li Hua mengerutkan dahi. Di dalam pikiran dia menilai telah fix bahwa pemuda ini adalah penipu. Dia akan terus menguntit dan berusaha mendapatkan keuntungan dari tuannya.


"Ikutlah jika kamu ingin." Mao Yu menjawab dengan cuek.


Selang beberapa lama mereka semua meninggalkan kedai dan menghampiri kereta kuda.


"Tuan, Sungguh kereta yang indah, apakah kita akan menaikinya?" Fang Yi kagum dengan kereta mewah di depannya.


Mao Yu hanya mengangguk


Whoahhh... Feng Yi medekati kereta dengan takjub. Tangannya meraba-raba ukiran-ukiran emas yang bertahtakan permata. Seakan dia ingin mencongkel semua untuk dimilikinya sendiri.


Dia mengitari kereta sekitar 5 lima kali putaran. Bahkan dia melihat kuda yang menjadi penarik kereta diberikan make up sedikit bedak dan celak di keduanya matanya. Dia makin kagum.


"Berhenti menjadi seorang udik pedesaan yang katrok. Cepat naik.." Mao Yu menghentikan perilaku lebay yang ditunjukkan Fang Yi.


Kereta dipacu Li Hua menuju ke penginapan. Di dalam kereta kekaguman Fang Yi makin bertambah, mulutnya tak henti-hentinya menunjukkan karakter "o". Desain interior lebih memikat dari eksteriornya.


Fang Yi baru menyadari bahwa di dalam rombongan mereka ini terdapat seekor monyet peliharaan. Kali ini dia baru memperhatikan dengan seksama.


Dia melihat monyet kecil yang imut sedang mengunyah buah anggur. Tangannya terulur berusaha menggapai bermaksud mengelus kepala si monyet.


"Sentuhlah Kong Kecil kalau kau ingin berada di dalam perutnya." Mao Yu memberikan nada ancaman.

__ADS_1


"Khaaahhhh...." Kong Kecil membuka mulutnya yang mungil memamerkan taringnya.


"Ahahahah.... Monyet ini sangat kecil dan lucu. Bagaimana mungkin aku berakhir di dalam perutnya." Fang Yi tertawa terbahak-bahak.


__ADS_2