
Tiba di halaman inti Mao Yu disambut oleh Shen Mubai, Li Hua, Mo Tian, Chen Dewei, An Ming dan batalyonnya.
“Selamat datang kembali ke benteng tuan muda.” Mereka dengan serempak menyapa.
“Pekerjaan yang sangat luar biasa, terima kasih.” Mao Yu dengan senyum tulus memberikan apresiasi pada semuanya.
Shen Mubai tampak gembira dan bangga dengan desain yang dia buat. Dia melihat tuan muda tampak sangat puas dengan hasilnya.
Sementara Li Hua sangat melankolis menatap tuan muda. Sebagai pengikut pertama, dia merasa ini adalah kesempatan yang sangat luar biasa. Dia tidak menyangka pertumbuhan kekuatan yang dimiliki tuan mudanya meningkat dengan sangat cepat.
Li Hua sangat terharu dan ingin sekali memeluk kaki tuan mudanya.
“Kalian semua tunggu ya satu atau dua jam, aku mau mandi dan berganti baju dahulu.” Mao Yu melambai kepada kerumunan, dia menuju rumah utama.
Tertinggal Lin Fan dengan seorang wanita bohay yang tertidur.
Mata semua orang terperanjat saat melihat figur wanita dengan jelas.
“Dia adalah wanita dewasa yang menyerbu benten beberapa bulan yang lalu.” An Ming sangat mengenali. Dia memperhatikan dengan sangat pertarungan epic level tinggi antara wanita ini dengan biksu kuil.
Shen Mubai juga cepat mengenali sebagai salah satu tetua Night Lily di dunia pertama.
“Lin Fan, apa yang akan kita lakukan dengan wanita menantang surga ini?” Li Hua bertanya.
“Dia tawanan.” Lin Fan menjawab.
“Kehormatan wanita ini dia menjadi tawanan pertama sejak benteng ini berdiri.” Li Hua mendramatisir keadaan.
Setelah mandi dengan sangat bersih, Mao Yu mengambil tempat duduknya. Dia sedikit bersandar dengan santai.
“Bai Kong, Pindahkan pohon tua mati di hutan perbatasan. Tempatkan di belakang kuil milk biksu botak. Pastikan tidak merusak akarnya sedikitpun.”
“Dimengerti tuan...”
__ADS_1
Setelah Kong Kecil menghilang, Mao Yu mengeluarkan hasil panen raya dari situs makam gua. Tampak istana putih kecil seukuran kepalan tangan melayang layang di atas meja. Dalam satu pemikiran istana mungil itu melesat menuju lantai bawah tanah kuil milik biksu botak.
Sementara dalam ruang meditasi di dalam kuil, biksu botak membuka matanya. Dia merasa ada sebuah desiran energi yang sangat tidak masuk akal. Dengan kemampuannya saat ini bahkan dia tidak sanggup mendeteksinya.
“Amithaba...”
Biksu botak menghela nafas panjang.
Mao Yu kemudian mengeluarkan peti kecil dan membuka isinya. Energi jiwa dengan kuat meledak ke segala penjuru.
Tak ada seorang pun yang mampu mendeteksinya kecuali pohon willow. Dia bergoyang-goyang hebat. Seperti tanaman malnutrisi yang bertemu dengan kompos.
Memang benar, Mao Yu menduga butiran pasir hitam ini tak akan cocok bagi siapa pun, kecuali untuk pohon willow.
Pohon willow sebenarnya adalah pohon biasa. Dia menjadi tubuh baru dari pohon tua di hutan perbatasan. Pohon tua pada awalnya menderita cedera serius. Selama era berlangsung dia hanya berkultivasi untuk menghinpum kekuatan membentuk sebuah biji.
Dan dengan setia menunggu seseorang yang mendapatkan hak mengelola biji yang dia bentuk.
Mao Yu menanamkan biji pada pohon willow, dengan demikian jiwa pohon menemukan tubuh barunya.
Pohon Willow berdenyut kuat bebrapa kali. Mao Yu merasakan pohon semakin subur dan menguat dengan bilangan kelipatan yang terus menerus.
Mao Yu merasakan pohon willow telah mampu menumbuhkan akar yang lain. Akar yang berupa energi jiwa seperti benang yang terus tumbuh dan menyebar ke segala penjuru.
Mungkin akan memenuhi dunia pertama, tiga belas dunia dan bahkan se seluruh alam semesta.
Sementara Mao Yu masih menduga, akar benang jiwa telah menyebar melampaui tigabelas dunia.
Mao Yu juga melihat akar-akar benang jiwa mampu menyerap dan mengolah berbagai bentuk energi. Termasuk energi jiwa.
Mao Yu terkesiap, dia tidak menduga harta pupuk akan memberikan efek sebesar ini. Dia segera meloncat dari kursi malasnya dan menuju pohon willow di samping rumahnya.
Dia menyentuh pohon merasakan energi jiwa ditranfer kepadanya. Sangat padat, halus dan murni. Seketika langsung mematahkan belenggu kultivasinya begitu saja.
__ADS_1
Demikian terjadi terus menerus, pohon willow memasok energi jiwa seperti tsunami air bah. Mengguyur Mao Yu, membabtis dengan kesucian.
Mao Yu membuka matanya dan tersenyum bahagia, kekuatannya turut berkembang menjadi tak terduga.
“Terima kasih pohon tua... Di masa depan aku tak perlu khawatir karena kesulitan berkultivasi lagi.” Mao Yu sangat terberkati.
Pohon tua membalas dengan gemerisik dedaunan.
Dari telaga samping pohon willow muncul binatang yang membuat pandangan Mao Yu terkunci.
“Astaga Tan Kecil, berapa lama aku tak memperhatikanmu. Kamu tumbuh dengan cepat sebesar ini. Aku kini bisa duduk dengan mantap di cangkangmu, dan kamu bisa berjalan membawaku ke dalam sebuah tour. Hahaha...”
Mao Yu menghampiri peliharaannya.
Sebagai peliharaan yang taat, Tan Kecil segera merajik dan mengeluskan kepalanya ke kaki Mao Yu. Membuat Mao Yu tertawa, sangat menghibur ! Sangat menghibur !
Mao Yu melihat ada guratan tipis pada cangkangnya.
“Tan Kecil, kamu mengejutkanku. Kamu menumbuhkan rune seperti milik kakek buyutmu. Dia mengajarimu ?”
Tan Kecil mengangguk dengan bangga. Dia sangat senang dipuji oleh tuannya.
“Keren, Lakukan hingga kamu kuat seperti kakek buyutmu. Hey, Ayo bawa aku tour singkat !”
Mao Yu kemudian meloncat dan duduk bersila ke punggung Tan Kecil. Tan Kecil membawanya berkeliling singkat ke lahan pertanian.
Mao Yu tampak gembira sekali.
Selesai tour, Kong Kecil tiba.
“Tuan, pohon mati telah kupindahkan sesuai perintah anda.” Kong Kecil menyapa tuannya.
“Kerja bagus, oya kamu bisa merasakan pohon willow ini berubah ?” Mao Yu bertanya.
__ADS_1
Kong Kecil mengamati dengan seksama, sangat jeli dan teliti ke setiap ranting terkecilnya.
“Kurasa tidak, dia tetap sebuah pohon rindang biasa saja.” Kong Kecil tertawa.