
Mao Yu menghentikan langkahnya tepat di pintu keluar pondoknya. Karena Lei Teng mengatakan sesuatu
“Yang kamu bunuh tadi malam adalah murid Sekte Pedang Bumi, cepat atau lambat pembalasan akan datang ke sini.” Lei Teng menyampaikan sebuah kondisi fakta.
“Mereka sangat ahli dalam membalas tindakan pembunuhan pada murid-muridnya. Dan tentu sangat bergairah dalam hal membuat kekerasan.” Lei Teng menambahkan.
Dia menatap Mao Yu dengan jemari tangannya menyatu dalam anyaman.
“Apakah sudah dipikirkan bahwa tindakanmu akan mempercepat sekte ini menuju kehancuran total. Semudah mematikan api lilin dengan tiupan kasual belaka.” Lei Teng memperingatkan.
“Ada alasan kenapa mereka harus dibunuh.” Mao Yu menjawab singkat.
“Karena mereka selalu mengganggu sektemu ?” Lei Teng mengernyit.
“Lebih dari itu.” Mao Yu mengambil langkah meninggalkan pondoknya.
Lei Teng sedikit termenung. Sekte Pedang Bumi memang patut dibasmi jika dinilai dari rasa kebajikan dan keadilan. Sejauh sekte ini berkuasa, mereka sejatinya adalah kumpulan preman yang terorganisir dalam manajemen raksasa.
Namun siapa mampu dan mau melakukannya, dukungan mereka tak dapat diremehkan. Terlalu beresiko.
Mao Yu mendatangi Kepala Sekte Tang Shang yang sedang bersama Zen Li di halaman belakang.
Mereka berdua tampak sibuk dengan nampan nampan yang hendak dijemur di tengah terik. Kepala Sekte Tang Shang menata nampan sedangkan Zen Li sibuk dengan ember-ember berisi air.
Nampan ini berisi air dengan warna perak yang samar-samar. Mao Yu mengamati lebih dekat.
Mao Yu pun memperhatikan ada kristal-kristal kecil halus yang nampak di dasar nampan.
__ADS_1
“Hmm... ini ?” Mao Yu melihat keunikan.
“Kami sedang membuat garam perak dari air danau. Ini salah satu manfaat keberadaan danau.” Kepala Sekte Tang Shang menjelaskan.
“Metode ini unik, hanya pembudidaya yang berkultivasi dengan penanaman danau bintang perak yang dapat membuatnya. Yang secara otomatis ini menjadikan sekte kita adalah produsen satu satunya yang mempu membuat.”
“Ditambah dengan metode unik yang sangat rumit dan sulit.”
Mao Yu mengangguk, barangkali ini adalah salah satu atasan mengapa sekte Singa Perak masih dipertahankan dan dipelihara oleh Sekte Pedang Bumi.
Mereka masih membutuhkan keuntungan, sekte Singa Perak memiliki potensi dari garam.
Mao Yu juga melihat Kepala Sekte Tang Shang tampak sangat lelah dan lusuh. Terjawab bahwa setiap hari baik siang atau malam dia terus bekerja mengolah garam.
“Sebagai bumbu masakan? Hmm, rasanya aneh seperti rasa gula dan garam berbaur menjadi satu.” Mao Yu mencicipi sedikit garam yang sudah selesai dibuat. Dalam wadah sebuah mangkok bakmi.
“Aku hanya mampu membuat garam tiga mangkok dalam seminggu. Karena keterbatasanku.”
“Saat sekte kita berada di puncak, kita mampu membuat satu mangkok garam berkualitas tinggi dalam setahun. Dengan melibatkan seluruh kekuatan sekte, puluhan tetua kami bekerja keras untuk itu.” Kepala Sekte Tang Shang mengingat masa lalu.
Mao Yu mengangguk.
Garam perak sangat bermanfaat bagi pembudidaya. Garam ini bekerja dalam tubuh membentuk sebuah katalis untuk mempercepat kemajuan budidaya.
Apalagi garam berkualitas tinggi. Dalam pelelangan akan muncul harga fantastis saat diperebutkan.
Bahkan kekuatan adikuasa harus antre saat menginginkan sejumlah porsi kecil garam perak dengan kualitas tinggi.
__ADS_1
Kepala Sekte Tang Shang memberikan penjelasan yang detail pada kedua muridnya.
Setelah puas mengamati bagaimana butiran-butiran halus keperakan. Mao Yu mendorong sebuah drum kayu besar dari gudang penyimpanan tempat produksi garam.
“Mao Yu apa yang akan kamu lakukan dengan itu? Ayo kita harus bekerja keras membuat garam. Agar tiga bulan ke depan kita bisa menghadapi murka murid Sekte Pedang Bumi yang bertugas mengambilnya.” Zen Li resah.
Baginya pemukulan ini adalah pengalaman pertama dia menderita kesakitan terberat dalam hidupnya selama ini.
Dia mengingat rasa sakit dengan bekerja keras memuaskan Sekte Pedang Bumi. Kepala Sekte Tang Shang tidak menyarankan Zen Li untuk melawan.
Zen Li memahami pertimbangan Kepala Sekte Tang Shang, yang bisa dilakukan dalam keadaan terpojok memang harus menuruti kamauan Sekte Pedang Bumi.
“Aku akan membantu membuat garam. Sepertinya garam ini sangat cocok untuk kultivasi kita.” Mao Yu tersenyum.
“Tidak akan cukup, upeti yang kita berikan masih dinilai terlalu sedikit. Bagaimana kita bisa menggunakan untuk diri kita sendiri.” Zen Li khawatir.
“Hahaha... Tak perlu difikirkan. Kita coba saja.” Mao Yu terkekeh-kekeh.
Kepala Sekte Tang Shang tersenyum saja. Dia tidak terlalu ketat dengan kedua muridnya. Bagaimana pun juga mereka masih remaja. Dengan keberadaan mereka di sini, dia sudah sangat bersyukur.
“Oya Kepala Sekte Tang Shang, aku memiliki pengunjung seorang kakek jompo yang berkelana kehabisan bekal. Dia hanya membutuhkan makan, dia mau bekerja menjadi tukang sapu dan memelihara taman.” Mao Yu hampir lupa mengatakan informasi ini.
“Baiklah, tak masalah sama sekali. Aku akan melihatnya saat sesi pagi pembuatan garam selesai.” Kepala Sekte Tang Shang tampak cukup senang menemukan orang baru untuk merawat kebersihan sekte.
“AAACCHHHHOOOOO.....”
Lei Teng bersin dengan keras di halaman tengah. Di bawah pohon rindang dengan sapu di genggaman tangannya.
__ADS_1