
“Tuan, tampaknya aku harus undur diri dulu. Aku harus menyusul keluargaku dalam penyerbuan menuju Sekte Pemandangan.”
Wang Du seperti merasa telah diburu waktu.
Sekte Pemandangan bagaimana pun tak dapat diremehkan. Mereka masih memiliki leluhur immortal yang berdiri sejajar dengan Wang Du.
Dalam penyerbuan itu dia harus terlibat untuk menahan Immortal Myriad Mountain. Musuh lama, musuh bebuyutannya.
Wang Du mengungkapkan ini agak nostalgia sedikit dengan bumbu kebencian yang tersirat dari cahaya matanya.
“Pertarungan immortal, cukup menarik. Aku ingin melihat bagaimana immortal bertarung.” Mao Yu memiliki ide brilian.
“Akan kami persilahkan tuan mengikutiku ke Sekte Pemandangan. Dengan senang hati kami akan memberikan kursi penonton terbaik.” Wang Du tidak berani menolak.
Dia bahkan sangat senang jika tuannya berada di sela medan pertempuran. Dia sangat percaya diri, dengan dukungan tuan muda ini. Jalannya pertempuran akan semakin jelas arahnya menuju kemenangan.
“Hmm, kurasa tidak. Dari yang sudah sudah aku mengerti diriku sendiri. Aku ini benci keramaian.”
“Ah, bagaimana jika kita nonton di tempatku saja.” Mao Yu sangat antusias. Dia tampak sangat senang.
“Maksud tuanku bagaimana ?” Wang Du bertanya-tanya.
“Di colosseum Benteng Tua Leluhur kah?” Lei Teng menerka-nerka.
“Tidak, tempat yang sangat jauh lebih nyaman dari itu.
__ADS_1
Baik Wang Du maupun Lei Teng saling pandang dengan bertanya-tanya. Bagaimana bertarung dengan Immortal Myriad Mountain? Apakah kami akan mengirimkan undangan duel kepadanya.
Lantas apakah semudah itu mengeluarkan immortal dari sarangnya?
“Oya, ada lagi immortal lagi yang ingin kamu lawan? Selain dari Sekte pemandangan? Sekalian dalam satu langkah dan satu waktu. Ini akan menghemat semuanya. Sangat efisien.” Mao Yu mengeluarkan statement.
“Ehmmm, Immortal Api Phoenix....” Wang Du sangat tidak paham apa maksud tuannya.
Bagaimanapun juga Immortal Api Phoenix adalah seseorang yang ingin dia binasakan juga. Perempuan ini sangat licik, Wang Du masih mengingat sebagian luka bakr yang dia derita di separoh bagian tubuhnya adalah ulah perempuan ini.
“Yang kamu maksud adalah leluhur dari Sekte Api Phoenix? Aha, baguslah. Ini seperti memukul dua burung dengan satu batu.
“Oke, diputuskan... Kong Kecil temukan dua orang yang ditunjuk oleh Wang Du, berikan koordinatnya pada kura-kura tua.”
Kong Kecil bangkit dari ngoroknya dengan sigap. Kata kura-kura tua terus menerus berngiang-ngiang dalam kepalanya, membuatnya bergidik ngeri.
Kong Kecil akan menguap menjadi ketiadaan dalam sekejap dalam satu kehendak kura-kura tua jika dia memiliki niat untuk berani dan melawan.
Sementara Lei Teng dan Wang Du masih saling pandang. Mereka tidak mengerti sama sekali apa maksud tuan mereka.
Di sebuah tempat, masih kondisi malam hari.
Langit berwarna biru tua kehitaman dengan kumpulan awan berwarna abu-abu tua.
Meskipun ini adalah malam hari, seseorang masih bisa melihat arah kejauhan. Artinya di sini malam tidaklah membawa kegelapan total.
__ADS_1
Di sebuah menara yang menjulang tinggi, di antara banyak menara-menara yang berdiri menjulang . Sebuah meja bundar dikelilingi lima kursi dengan desain yang eksotis dan mewah.
Hadirin yang berada di sana mampu melihat segala arah hingga kejauhan karena ruangan puncak menara tak memiliki dinding. Namun mereka hanya melihat hamparan pasir yang sangat luas tak bertepi.
Rombongan Mao Yu telah tiba di istana putih, berlokasi di dunia independen milik kura-kura tua.
Masing-masing kursi diisi oleh Mao Yu, Lei Teng, Wang Du, Kong Kecil dan Kucing Oranye.
Kong Kecil dan Si Oranye duduk dengan sangat tegang. Namun lebih tegang lagi adalah Kucing Oranye. Berkali kali Kong Kecil memberikan peringatan dan menjelaskan bahayanya berada di sini.
Kong Kecil terus menerus memaki kucing oranye agar tidak berbuat macam macam. Dia tak menjamin keselamatan jika berbuat onar. Sangat jauh di bawah kemampuan Kong Kecil untuk bertindak di sini.
Kucing Oranye pun hanya mampu menelan kata kata Kong Kecil dan mengangguk. Bahkan Kong Kecil saja sangat takut dengan keberadaan yang menghuni dunia ini.
Kucing Oranye sangat takut sepanjang waktu. Ini adalah pengalaman mengerikan baginya. Dia ingin menangis dan tak ingin ikut ke sini. Tapi apalah daya.
Aku hanyalah seekor kucing, dia menangis.
“Tuan, tempat apakah ini?” Lei Teng sangat penasaran.
“Ini duniaku.” Mao Yu menjawab dengan bangga.
Bahkan tuan memiliki dunia yang sangat kokoh dan kuat. Wang Du merasakan kekokohan dunia ini. Dibandingkan dengan zona abu-abu miliknya, sangat jauh kualitas. Dunia ini sangat luar biasa.
Kekuatan macam apa pun tak mungkin bisa merobek atau merusaknya. Wang Du dengan pengalaman yang tak diragukan sangat takjub dalam memberikan penilaian.
__ADS_1
Masing-masing penuh pikiran yang berputar-putar hingga terdengar oriole seseorang membubarkan lamunan dengan sekejap.