
IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..
Lei Yi hamper meti yang ketiga keempat kelima dan seterusnya.
Dia baru saja mengamati area suci secara spesifik. Ladang dengan aroma herbal yang kuat di mana dua petani Bu bercocok tanam. Herbal kelas tinggi, tertinggi bahkan kelas surge, kelas langka dan kelas immortal tumbuh dengan subur.
Berbagai macam elemen herbal ditanam dengan baik dan sangat lengkap. Bahkan Lei Yi tidak mengenal sebagian besar herbal yang ditanam di sini.
Untuk menciptakan pil tak diperlukan lagi mencari dan merantau ke dunia luar. Bisa jadi salah satu tanaman herbal di sini dijaga oleh binatang iblis raksasa kelas immortal.
Bahkan Lei Yi melamun klan asalnya, Klan Lei di dunia keenam tidak ada apa apanya jika dibandingkan budidaya herbal di area suci. Mereka mungkin hanya mampu menumbuhkan dengan baik seperseratus dari tanaman di sini.
Danau dengan air suci tertinggi, mata air yang bergemerisik dari celah bebatuan di bawah pohon. Penyeduh obat terbaik sepanjang dunia ada di depan matanya.
Lei Yi mengembangkan api di antara jari-jari rampingnya. Apinya meliuk dengan indah selaras dengan udara berat yang padat dengan origin.
Apinya menumbuhkan warna merah crimson di tengah pancaran warna violet. Ya, identic dengan api ayahnya Lei Teng.
“Selamat, apimu mungkin sudah bisa membakar bajuku.” Mao Yu menggoda.
“Bah, tunggu di luar benteng mungkin aku juga akan membakar rambut di kepalamu hingga gundul.” Lei Yi membalas.
“Buatlah pil dari bahan-bahan di ladang…” Mao Yu memelototi Lei Yi
“Aku belum pernah menangani bahan-bahan tinggi seperti ini. Jika aku gagal bukankah itu pemborosan, tanaman ini semuanya kelas surge dan sangat langka.” Lei Yi meraung.
“Bah buka matamu di mana langkanya. Lihat itu Dragon Leave Grass ada seribu tanaman berjajar di sana. Lainnya juga ada banyak. Apa itu dinamakan langka?” Mao Yu membentak.
__ADS_1
Lei Yi menggaruk-garuk kepalanya. Memang benar tanaman ini langka, mungkin hanya ada satu atau dua saja, itupun ada di perbendaharaan terdalam suatu sekte tertinggi.
“Tidak apa yang namanya gagal, biarpun gagal aku percaya padamu kamu pasti menjadi yang terbaik.” Mao Yu menatap tajam Lei Yi.
“Ah, Kalau begitu aku akan berusaha sekuat tenaga, terima kasih.”
“Kamu bisa tinggal di bangsal ketiga, Bibi Bu menyiapkan akomodasi untukmu di sana. Bibi Bu juga menyiapkan peralatan dan perpustakaan mini untukmu.” Mao Yu menunjukkan bangunan kayu sederhana yang lebih besar dari pemondokan di sekitarnya.
“Bibi Bu yang mana, semuanya nampak sama hanya saja pakaiannya yang berbeda. Aku harus berterimakasih kepada yang mana?”
“Cari Bibi Bu yang paling dekat dari tempatmu berdiri. Okey selamat mencoba…” Mao Yu meninggalkan Lei Yi seorang diri.
Sementara Lei Yi melihat Bibi Bu petani yang sedang mengolah lahan dengan cangkul besar.
“Bibi Bu yang itu…” Lei Yi bergumam.
Mereka menyambut dengan gembira dan sukacita.
Akses menuju hokum jasa dibuka selebar-lebarnya, berbagai macam teknik menjadi diobral sesuai dengan kemampuan dan potensi masing-masing murid.
Para murid berkultivasi lebih giat, berbagai macam duel dan turnamen diselenggarakan secara marathon untuk mendapatkan berbagai hadiah yang sangat menarik.
Potensi para murid dipompa menuju puncaknya hingga tak terbatas.
“Aku tak menyangka benteng melakukan semua ini untuk kita.” Seorang murid perempuan sangat gembira.
“Memang sangat mengesankan, lihat kita murid area luar. Namun kita mendapatkan fasilitas seperti murid area dalam.” Lainnya mengutarakan fakta dengan nada cepat.
__ADS_1
“Kudengar murid area tengah akan dipindahkan menuju area dalam. Sedangkan kita murid area terluar akan dibawa ke area tengah minggu depan.” Murid kurus sangat bersemangat.
IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..
IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..
IIIIINNNN IIINNNNNIIIIIIIIIIIIIIIII…………..
“Benarkah?” Murid perempuan tak percaya
“Dari mana kamu mengetahuinya?” Lainnya terkejut
“Kalian harus sesekali ngopi di kedai bakmi hwa, ada banyak cabang yang dibuka di area luar benteng. Di sana semua orang menjadi papan informasi, kamu bisa mendengarkan atau bertanya apapun yang kamu inginkan. Hahaha…” Murid kurus tertawa.
Di salah satu ruang kerja area dalam. Kawasan inti kompleks bangunan para eselon Benteng Tua Leluhur.
Meja dengan setumpuk kertas menghalangi seseorang yang duduk di balik meja. Asisten perempuan dengan kecantikan agung hilir mudik membawa berkas yang terus menerus dilimpahkan di meja yang penuh sesak.
“Anak itu menambah beban kerjaku.” Sosok di balik meja menggerutu.
Dengan diperkuatnya kekuatan benteng, Mo Tian yang bertugas sebagai lembaga keadilan Benteng Tua Leluhur akan memiliki banyak pekerjaan rumah.
Kekuatan yang besar akan berpotensi memicu tindak criminal yang tinggi pula. Dia sekarang sibuk merevisi berbagai aturan dan menangani berkas kekerasan yang dilakukan oleh para murid.
“Tuan Mo Tian, anda perlu melihat berkas dengan map berwarna kuning. Di sana ada kasus paling darurat.” Asisten memberitahu.
“Bacakan, sambil aku memeriksa berkas yang lain.” Mo Tian tampak sibuk dengan kedua tangannya memegang perkamen.
__ADS_1
“Baiklah…” Asisten tersenyum manis.