Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 105


__ADS_3

Sesampainya apartemen Edric langsung menarik Deandra ke kamar dan memeluknya. "Aku sangat merindukanmu. Apa kau tidak rindu padaku jadi tidak membujuk Dad Tian untuk membiarkanku bertemu denganmu."


"Untuk apa aku merindukanmu Edric, kau itu selalu saja menyakitiku." Jawab Deandra datar, walau sangat ingin membalas pelukan Edric tapi ia tidak melakukannya.


"Sweetheart maaf. Aku minta maaf karena sangat sering menyakitimu. Aku mencintaimu Sayang, hanya kau." Ungkap Edric tulus, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Ia harus bisa mendapatkan hati Deandra kembali.


Wanita yang masih berstatus sebagai istri Edric itu menggeleng pelan. "Kau tidak mencintaiku Edric, kau hanya merasa bersalah padaku. Jadi berhentilah bersikap seolah kau sangat mencintaiku. Di hatimu itu hanya ada Alice," Deandra menekan dalam-dalam rasa rindunya.


Edric membawa Deandra untuk duduk di pangkuannya, "apa kau tidak bisa merasakan kalau aku berkata sungguh-sungguh Sayang."


"Aku tidak ingin tertipu bualanmu lagi Edric. Aku lelah berharap kau mencintaiku."


"Aku sungguh-sungguh mencintaimu Deandra Hansel. Aku hanya milikmu, sekarang harapanmu sudah menjadi kenyataan." Edric meyakinkan sambil menempelkan hidungnya di pipinya Deandra. Aroma tubuh Deandra membuat gairahnya berapi-api.


Deandra bisa merasakan ada sesuatu dibawah sana yang menyapa dirinya.

__ADS_1


"Sial aku terperangkap!" Umpatnya dalam hati, karena sejujurnya dia sangat merindukan keperkasaan Edric saat mengungkung tubuhnya dan membawanya terbang ke nirwana.


"Stop Dea, kau tidak boleh terbuai dengan manisnya sikap Edric." Deandra menghentikan otak liarnya yang kelayapan kemana-mana. Jantungnya yang sedari tadi sudah berdebar-debar sekarang semakin berdebar. Susah payah ia menelan salivanya dan tidak sadar kalau semua itu diperhatikan Edric.


"Kau menginginkannya Sweetheart?"


"Tidak!" Jawab Deandra tegas, ia tidak boleh terpancing.


"Tapi aku merindukannya Sweetheart, aku merindukan suara sexy-mu saat menyebutkan namaku." Bisik Edric sensual kemudian mengulum cuping Deandra. Seketika tubuh wanita itu menegang. Darahnya berdesir panas, Edric tertawa dalam hati melihat reaksi sang istri.


"Ed-ric aku tidak mau!" Ucap Deandra tercekat, ingin beranjak dari pangkuan Edric tapi lututnya sudah lemas.


Deandra menggelengkan kepala, tidak ingin terperangkap oleh rencana nakal suaminya.


"Kau tidak ingin menyapanya?" Goda Edric. Yang dijawab sang wanita dengan gelengan.

__ADS_1


Deandra sampai tidak berani bersuara, karena takut suaranya memancing Edric semakin ingin memangsanya.


"Tapi aku ingin menyapanya. Mereka pasti merindukan Dadnya disana," pria itu tersenyum mengusap perut Deandra lalu semakin lama semakin turun.


"Edric!!" Pekik Deandra bergetar saat sang suami mengagetkannya dengan menekankan senjata senjata pusaka di bawah sana.


"Kau menginginkannya Sweetheart, jangan menolak. Aku akan melakukannya dengan lembut Sayang." Bisik Edric seraya mengendus-endus leher Deandra.


Tanpa sadar Deandra menganggukkan kepala, pertahanannya sudah runtuh. Edric tersenyum kecil menurunkan Deandra dari pangkuan dan membaringkannya dengan lembut. "Kau tidak akan bisa lepas dariku setelah ini, Sayang."


"I love you Sweetheart," ucap Edric sebelum memulai sesi percintaannya. Ingin Deandra bisa merasakan kalau dia benar-benar mencintai wanitanya itu.


Perlahan Edric menyesap benda kenyal milik Deandra yang sangat dirindukannya. Sesapan yang awalnya lembut itu berubah jadi semakin menuntut karena Deandra menyambutnya dengan senang hati.


Pasangan suami istri yang lama tidak memadu kasih itu saling memberi dan menerima. Suara lenguhan dan erangan saling bersahutan. Entah sudah berapa lama mereka melakukan kegiatan panas itu.

__ADS_1


"Istirahatlah sebentar," Edric mengecup kedua kelopak mata Deandra yang sudah terpejam karena kelelahan.


"Daddy tunggu kalian Sayang, cepat jadi biar Mom-mu tidak mau berpisah dengan Dad lagi." Gumam Edric mengecup perut Deandra lalu memeluk tubuh wanitanya yang lengket dengan keringat. Ia tidak tega membangunkan Deandra menyuruh mandi.


__ADS_2