
Dengan sangat terpaksa Edric menemani Deandra menginap di mansion Dad Denis selama dua hari ini. Ada saja akal bulus kedua ayah mertuanya itu, yang membuat hidupnya susah.
Sepulang dari kantor Edric langsung menjemput Deandra ke kampus. Ia tidak ingin menginap lagi.
Brukk
Ciiiitttt...
Edric langsung rem mendadak saat sadar menyerempet orang yang muncul tiba-tiba.
"Shitt!" Umpatnya bergegas keluar dari mobil.
"Alice!!" Panik Edric saat mengenali orang yang baru saja ditabraknya.
"Ayo kita ke rumah sakit!" Pria itu membantu Alice yang kesulitan untuk bangun.
"Tidak perlu, ini hanya luka kecil." Ucap Alice setelah berhasil berdiri dan mengucapkan terima kasih pada Edric.
"Kau terluka, kita harus ke rumah sakit." Paksa Edric pada wanita yang sudah lama tidak dilihatnya. Melupakan tujuan awal untuk menjemput sang istri.
__ADS_1
"Hanya lecet sedikit," Alice menunjuk luka di kaki dan sikunya bersikeras untuk menolak ajakan Edric.
"Jangan membantah, kita harus cek kakimu ke rumah sakit!" Edric membukakan pintu mobil, tidak menerima penolakan Alice.
Ia yang membuat mantan kekasihnya itu terluka jadi harus bertanggung jawab. Tidak ada perasaan lain, semua murni karena tanggung jawab atas kecerobohannya. Edric segera melajukan mobil menuju rumah sakit setelah Alice mau masuk.
Tanpa lelaki itu sadari Deandra melihat semuanya, bahkan kronologi bagaimana ulat bulu itu sampai terserempet mobil sang suami.
Tangannya terkepal kuat, ingin sekali mencekik leher ulat bulu itu sampai penggal.
...🌷🌷🌷 ...
"Kau bodoh Edric! Ulat bulu itu sengaja menabrakkan diri ke mobil. Bukan kau yang menabraknya." Cetus Deandra, hatinya masih kesal karena harus pulang bersama supir.
"Sengaja atau tidak sengaja tapi dia terluka karena mobilku Sweetheart, jadi aku harus bertanggung jawab." Edric menggenggam kedua tangan sang istri sambil mengelus-eluskan jempolnya.
"Kalau dia hamil dan kau yang dituduh ayah dari bayinya karena sedang berada di dekatnya apa kau juga mau bertanggung jawab!!" Jengkel Deandra.
"Hei, kenapa berpikir sangat jauh kesana. Aku hanya mengantarkannya ke rumah sakit bukan mau menikahinya Sayang." Edric terkekeh geli mengecup punggung tangan sang istri agar hatinya mencair.
__ADS_1
"Aku ini sedang marah Edric, kau malah menertawakanku!!"
"Aku tahu istriku sayang, sini peluk dulu. Jangan marah-marah terus nanti tambah cantik." Pria itu membenamkan wajah sang istri dalam pelukannya sambil mengusap-usap di punggung.
"Ish kau bekas ulat bulu!!" Deandra mendorong tubuh sang suami saat teringat tadi Edric membantu Alice berdiri.
Edric mengerutkan kening, ingin tertawa gelak tapi sedang menjaga perasaan Deandra. Istrinya itu teramat lucu kalau sedang cemburu.
"Ayo Dea yang bersihkan bekas ulat bulunya," ucap Edric yang membuat Deandra meleleh. Tidak pernah sang suami memanggilnya dengan menyebutkan nama seperti itu. Baginya panggilan itu sangat romantis dan hatinya jadi klepek-kelepek.
"Aku suka," sebutnya dengan manja melingkarkan tangan di pinggang Edric seraya menempelkan pipi di dada sang suami.
"Suka yang mana Sayang?" Kening Edric semakin mengkerut. Dia tidak melakukan apapun, dan tidak tahu apa yang istrinya itu suka.
"Aku suka kau memanggil namaku," gumam Deandra malu-malu yang membuat Edric sangat gemas. Hanya dipanggil nama begitu saja wanitanya ini sudah sangat bahagia.
"Kau suka?" Tanya Edric memastikan, Deandra menjawab dengan anggukan kepala. "Aku akan memanggilmu seperti itu kalau kau suka, asal jangan cemberut lagi." Katanya mengunyel-unyel gemas pipi sang istri.
"Tapi aku masih marah padamu Edric!!" Judes Deandra kembali. Sang pria hanya menggaruk kepala menghadapi wanitanya yang sangat cepat berubah mood.
__ADS_1