Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 44


__ADS_3

Mansion Hansel


Sebelum mengantar Dea ke kampus Edric membawanya ke mansion. Karena Mom Linn dan Dad Harry akan berangkat ke Inggris dan tinggal di sana. Mereka menitipkan Alice padanya, jadi otomatis Edric akan pindah ke mansion.


"Mom, kenapa Elle belum pulang?" Edric menatap kesal benda berdetak di pergelangan tangannya. Dea bisa terlambat masuk kelas karena ulah adiknya.


"Tadi adikmu bilang sudah di jalan, tunggu sebentar lagi atau kalian berangkat saja. Ada Ron yang mengantar kami ke bandara." Ujar Mom Linn, mereka menggunakan pesawat pribadi jadi tidak perlu khawatir ketinggalan penerbangan.


"Ck, sudah tahu Mom dan Dad mau pergi masih saja menginap tidak jelas!!" Decak Edric merasa waktunya terbuang sia-sia hanya untuk menunggu Ellea.


"Kita tunggu sepuluh menit lagi, kalau belum datang kita berangkat." Putus Harry, Edric menghela napas panjang menyetujui.


"Kalau menunggu sepuluh menit tidak akan terlambat kan Sayang?" Tanya Mom Linn hangat pada menantunya.


"Enggak kok Mom," jawab Deandra dengan senyuman manis. Belum sampai lima menit orang yang mereka tunggu-tunggu datang.

__ADS_1


"Mom, Dad. I'm sorry, Jakarta selalu macet." Ucap Ellea merasa sangat bersalah karena sudah membuat Mom dan Dad menunggunya.


"No problem, tapi kenapa pakaianmu aneh begini?" Mom Linn meneliti penampilan putrinya dari atas sampai bawah, itu seperti pakaian laki-laki.


"Oh Tuhan aku lupa ganti baju!! Harus cari alasan apa ini." Ringis Ellea dalam hati. Tadi dia minta antar Jovie pulang dengan buru-buru saat teringat Mom dan Dad akan berangkat ke Inggris pagi ini. Ia sampai lupa membeli baju ganti.


"Kalian sudah terlambat, aku ganti baju sebentar." Ujar Ellea melarikan diri ke kamar sebelum dua pria yang menatapnya tajam ikut bertanya. Dad Harry dan Edric saling pandang.


Edric menarik napas dengan berat, dadanya terasa sesak mengingat nama itu. Emosinya seketika melambung, membuat otaknya terasa mendidih. Dia jelas tahu pakaian siapa yang dikenakan Ellea.


"Aku antar Dea ke kampus, biar Ron yang mengantar kalian." Edric berujar karena tidak ingin membuat keberangkatan orang tuanya tertunda. Kalau dia tetap di sini, bisa dipastikan Edric akan memangsa adiknya itu. Lain waktu dia akan menyidang Ellea.


"Kita tunggu sebentar ya, aku tidak apa bolos pagi ini." Deandra membuka kepalan tangan Edric lalu menggenggam menggenggamnya hangat. Dengan harapan emosi pria di sampingnya ini mereda. Sama seperti Mom Linn, Deandra juga tidak tahu apa yang menyebabkan Edric jadi marah.


Genggaman tangan Deandra membuat aliran darah Edric yang menggumpal lancar kembali. Emosinya tiba-tiba menguap begitu saja.

__ADS_1


Oh Tuhan, sedahsyat inikah kekuatan seorang Deandra Adley. Edric mengangguk menyetujui permintaan wanitanya. Walau dia tidak yakin bisa menahan emosi saat bertemu Ellea.


*


*


*


"Kau bisa jelaskan padaku tidur dimana tadi malam?" Edric menyeret Ellea ke kamar.


Setelah melepaskan keberangkatan Dad dan Mom ia mengantarkan Deandra ke kampus, kemudian langsung membawa pulang Ellea ke mansion tanpa mendengarkan keinginan adiknya yang minta diantar kuliah.


"Ed sakiiit, aku tidur di rumah temanku. Kau ini kenapa?" Ellea mengusap-usap tangannya yang sakit karena ditarik sang kakak. Edric pasti akan semakin marah kalau tahu dia tidur di apartemen laki-laki. Meskipun takut pada kemarahan Edric namun Ellea tetap bersikap tenang.


"Jangan kau pikir aku tidak tahu pakaian siapa yang kau pakai ini?" Edric mengambil kaos yang tadi dipakai Ellea lalu menginjak-injaknya dengan muak. Dia tidak suka Ellea berhubungan dengan Jovie. Pria itu sudah merebut Alice darinya dan sekarang ingin menjadikan Ellea sebagai mangsa.

__ADS_1


Deg!!


"Edrik tahu?" Batin Ellea cemas, berusaha sekuat mungkin menyembunyikan ketakutannya.


__ADS_2