
Di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta, gadis yang sudah membuat orang resah gelisah dan khawatir itu sedang sibuk hangout bersama teman-teman kuliahnya.
Setelah pulang dari rumah sakit Ellea memutuskan menemui teman-temannya dan akhirnya mereka hangout bareng. Ia sengaja mematikan ponsel agar tiga orang pria yang selalu mengganggunya itu tidak bisa melacak keberadaannya.
Tapi bukan Ron namanya kalau tidak bisa menemukan gadis nakal itu. Lampu ruang teater yang telah dimatikan tiba-tiba menyala di tengah-tengah bioskop yang sedang diputar. Menampilkan sosok pria gagah menggunakan kacamata hitam yang mengundang perhatian para gadis.
Pria itu melangkahkan kaki menuju kursi barisan K. Membuat para gadis yang melihat Ron mendekat ke arah mereka berteriak histeris.
Ellea sampai membulatkan mata saat melihat siapa yang datang. Gadis itu langsung bersembunyi di belakang bahu temannya.
"Mau jalan sendiri atau aku gendong!" Ucap Ron dengan suara berat meminta orang yang duduk di samping kanan dan kiri gadis itu berpindah. Sejurus seluruh perhatian terfokus pada Ellea. Bioskop dihentikan sementara, tidak ada yang berani protes.
Ellea menghembuskan napas berat saat persembunyiannya ketahuan. Gadis itu menahan malu karena jadi pusat perhatian dan mengganggu para penonton yang lain. Tanpa sempat berpamitan pada teman-temannya Ellea menyambut uluran tangan Ron dengan wajah cemberut.
Gadis itu berjalan sambil menghentak-hentakkan kaki sampai ke mobil. Tapi Ron seolah tidak mendengar. Sepanjang jalan pria itu hanya diam tidak bersuara.
"Buat apa kau menjemputku kalau hanya mendiamkanku!" Ellea memukul dashboard mobil. Ron masih diam seakan tidak ada yang terjadi, menyetir mobil dengan damai.
"Ron kenapa kau menjemputku. Aku masih mau nonton ih!!" Kesal Ellea memukul-mukul bahu Ron.
__ADS_1
"Kau mau kita kecelakaan yang kedua kali?" Tanya Ron dingin, membuat Ellea menjauhkan tangannya dari Ron. Menatap jalanan masih dengan perasaan marah.
Gadis itu mencoret-coret kan jari telunjuknya ke kaca mobil. Melihat Ellea yang merajuk Ron menepikan mobil. Entah kenapa dari dulu ia tidak bisa bersikap keras pada gadis satu ini.
"Nanti malam kita nonton sekarang pulang dulu," Ron melepas kacamata mengelus-elus belakang kepala Ellea dengan sayang.
"Kau membuatku malu tahu tidak!!" Jerit Ellea yang masih sangat kesal.
"Maaf," ucap Ron memutar tubuh Ellea menghadap ke arahnya. Seharusnya dia yang marah karena harus meluangkan waktu mencari dan menjemputnya. Namun malah sebaliknya.
"Kau tahu semua orang mengkhawatirkanmu, kalau kau mau jalan bersama teman-temanmu bisa ijin dulu sama Mom Linn. Kalau kau kenapa-kenapa siapa yang salah? Pasti aku, karena aku yang membawa kau keluar dari mansion pagi tadi." Jelas Ron dengan lembut, percuma saja dia marah-marah. Gadis ini tidak akan peka pada perasaannya.
"Kan ada Kak Jo yang mau mengantar pulang."
"Kalau aku sama Kak Jo nanti Edric marah-marah lagi. Kau itu seperti tidak tahu Edric saja."
"I'm sorry," ucap Ron. Lebih baik dia mengalah dan minta maaf duluan.
"Aku tidak mau memaafkan kau," rajuk Ellea membuang wajah dari Ron.
__ADS_1
"Aku harus apa biar dimaafkan?"
"Kau harus pacaran sama Sari baru aku maafkan," ujar Ellea tersenyum jahil.
"Dengar Ellea Hansel, aku tidak akan pacaran dengan siapapun selain kau!!" Tegas Ron dengan sorot mata marah.
"Aku tidak mau memaafkan kau!!" Ellea melipat tangan di depan dada.
"Terserah kau saja!!" Jawab Ron malas, melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Kenapa dia harus jatuh cinta pada gadis yang manja dan kekanak-kanakan ini.
"Ron pelan-pelan, aku takut!!" Jerit Ellea yang sudah berkeringat dingin. Sejak kecelakaan waktu itu ia mengalami trauma.
Ron tidak mempedulikan Ellea, semakin menambah kecepatannya.
"Kalau kau mau mati, mati saja sendirian jangan ajak-ajak aku. Turunkan aku disini!!" Pekik Ellea menutup mata dan memeluk tubuhnya sendiri.
Jantung berdetak semakin cepat, peristiwa kecelakaan beberapa bulan yang lalu berputar di kepalanya. Bunyi klakson dan decit rem terdengar memekakkan telinga, membuat tubuhnya bergetar dan semakin ketakutan.
"Kau jahat Ron," gumam Ellea dalam takutnya. Gadis itu sampai menesteskan air mata karena ketakutan.
__ADS_1
"Lea!!" Ron menurunkan kecepatan dan menepikan mobil saat melihat gadis yang sudah membuatnya marah memucat.