
“Baby!!” Azmi yang baru menyadari tendangannya mengenai perut sang gadis kesayangan langsung membeku.
Ia mendekati Edric dengan amarah yang semakin membara. Mengambil alih Deandra dari pria itu. Namun Edric tidak tinggal diam, mencekal tangan Azmi dan menendang lututnya sampai hilang keseimbangan.
"Kau sudah menyakiti fisik dan hatinya, jadi jangan pernah berharap bisa menyentuh istriku lagi." Peringat Edric dingin, ia akan melakukan apapun untuk mempertahankan Deandra agar tetap berada disisinya.
“Ron, urus manusia brengsek ini.” Edric menggendong Deandra yang sudah setengah hilang kesadaran ke mobil. Memerintahkan salah satu pengawal yang mengikutinya untuk menyetir.
Azmi ingin mengejar Deandra namun terhalang oleh Ron dan anak buah Edric yang lain.
"Shiitt!!" Umpat Azmi terpaksa harus menghadapi antek-antek Edric sementara menunggu anak buahnya menyusul.
Dalam supercar Lamborghini Aventador miliknya Edric memangku Deandra sambil menyesali kebodohan yang sudah ia lakukan. Karena berpura-pura kalah hanya untuk mendapatkan perhatian Deandra membuat wanitanya terluka.
Disingkapnya sedikit blouse Deandra, perut putih nan mulus itu membiru. Sepatu yang digunakan Azmi pastilah berbahan keras yang bahkan bisa meremukkan tulang.
__ADS_1
Edric akan mengutuk dirinya sendiri kalau sampai Deandra mengalami luka dalam. Apalagi jika sampai merusak rahim yang bisa menyebabkan istrinya tidak bisa mengandung.
"De, sadar Sayang." Tanpa sadar Edric mengucapkan panggilan keramat itu. Ia telah gagal menjaga wanita yang sudah menjadi istrinya.
"Hm, aku ngantuk." Jawab Deandra tanpa dosa dengan hati berbunga-bunga karena pertama kali Edric memanggilnya dengan panggilan sayang.
"Kau tidak pingsan?" Edric menahan rasa kesalnya dalam hati. Sial, dia kena jebakan batman.
"Aku tidak selemah itu," ucap Deandra dengan senyuman manis. "Karena kau mengerjaiku, maka aku mengerjaimu balik." Sambungnya dengan memainkan alis melingkarkan kedua tangan di pinggang Edric.
"Aawww sakit Edric!!" Deandra menyingkirkan tangan Edric dari perutnya yang masih berasa ngilu.
"Kau juga membuatku khawatir. Untung aku cepat sadar kalau kau hanya ingin mencari perhatian dariku. Mana ada orang yang sudah loyo bisa menangkap tubuhku dengan gesit sebelum menyentuh tanah!!" Cerocos Deandra dengan ketus.
"Pintaar!!" Edric menjepit hidung Deandra semakin kesal, hilang sudah rasa simpatinya tadi.
__ADS_1
"Aku sakit Edric, kau masih saja suka menyiksaku." Rengut Deandra, tak ada niat sedikitpun beranjak dari pangkuan Edric.
Meskipun perutnya jadi korban tapi Deandra sangat bahagia hari ini. Pertama karena Edric dengan cepat mencarinya. Kedua, Edric mempertahankannya. Ia memiliki sedikit harapan untuk mendapatkan cinta dari Mr. Arrogant-nya ini. Ketiga, Edric memanggilnya sayang. "Oh Tuhan, Mr. Arrogant-ku memanggil sayang!!"
"Tidak ada orang sakit yang bicaranya lancar seperti rel kereta api." Ungkap Edric diikuti jemari nakalnya yang menjepit bibir Deandra.
"Kau ini suami yang kejam karena selalu saja menyakitiku!!" Sebut Deandra dramatis tapi bibirnya tetap menyunggingkan senyuman manis.
Bolehkah jika dia berharap ingin dicintai oleh pria yang berstatus suaminya sendiri. Sementara hatinya masih bimbang dengan perasaannya sendiri.
"Itu karena kau suka berulah!! Bercanda di waktu yang tidak tepat, tahu begini kubiarkan kau jatuh." Tukas Edric, Deandra memajukan bibir dengan gelengan pelan.
"Kau tidak akan membiarkanku dibawa om itu kan?" Goda Deandra dengan kerlingan genit.
"Tentu saja aku biarkan, tidak ada kau lumayan mengurangi jatah beras di rumah!!" Sahut Edric sembarang sengaja ingin membuat Deandra kesal. Mana mungkin dia membiarkan istrinya dibawa manusia brengsek itu lagi.
__ADS_1
"Kau ini, tidak bisakah menganggapku berharga sekali saja walau cuma bohongan!!" Deandra bangkit dari pangkuan Edric. Jatuh sudah moodnya yang tadi bahagia.