Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 194


__ADS_3

"Aaron," Ellea tercekat dengan jantung berdetak kencang. Selama bertahun-tahun ini ia sudah berusaha mengelak kalau memiliki perasaan pada pria itu. Mengabaikan perasaan yang berpotensi membuatnya terluka semakin dalam.


Kenyataannya Ron benar-benar menghindar darinya. Sampai hari dimana mereka berangkat ke Inggris, lelaki itu tidak pernah muncul lagi dihadapannya.


Ia bukan menyalahkan Ron. Wajar pria itu menghindarinya, karena dia yang meminta. Ellea hanya tidak ingin hatinya patah seperti saat Jovie mematahkannya dulu. Jadi ia memilih mengasingkan diri dari dua pria itu.


"Ya ini aku," jawab Ron datar tidak seramah saat berbicara dengan Calla tadi.


Ellea ingin segera pergi dari restoran, tapi kakinya terasa berat digunakan untuk melangkah. Ron sudah bahagia seperti yang ia inginkan.


"Terima kasih sudah membantu putriku," ucap Ellea dengan tersenyum manis setelah berhasil menguasai diri dari debaran yang bisa membuatnya gila. Ia yakin Ron tidak tahu kalau gadis kecil yang dibawanya ini anak Edric, terlihat dari ekspresinya. Setahunya, selain pergi darinya Ron juga menghindari keluarganya terutama Edric.


Ingin rasanya meyakinkan diri kalau Ron masih memiliki perasaan padanya. Tapi itu hanyalah hal konyol yang akan membuatnya sengsara sendiri.

__ADS_1


"Permisi Mas Mbak, sekali lagi terima kasih." Lanjut Ellea sebelum berlalu pergi, membuat Ron mendengus diikuti helaan napas panjang. Wanita yang bersama Ron tersenyum menganggukkan kepala.


Tidak ada rasa bersalahkah karena sudah membuat hidupnya berantakan. Salahnya mencintai wanita yang tidak memiliki perasaan padanya. Ron menghentikan makan lalu mengusap wajah gusar, nafsu makannya sudah hilang.


"Mas, aku tahu kamu masih mencintainya. Tapi tidak bisakah kamu hargai aku yang ada disini sekarang," ucap wanita yang sekarang mengerti siapa perempuan itu setelah mendengar Ron menyebutkan namanya tadi.


"Frida, kau tahu aku sangat mencintainya. Aku sudah menceritakan semuanya pada kau, agar tidak ada kesalahpahaman diantara kita." Tegas Ron pada wanita pilihan sang ibu.


Ron tidak menggubris, yang dikatakan Frida memang benar. Tapi hati tidak bisa dibohongi, mengabaikan perasaannya pada Ellea dan membuka hati untuk orang baru tidaklah mudah.


"Huuhh!!" Ellea menghela napas lega setelah sampai di mobil.  Dia lebih baik dikejar anjing daripada melihat Ron bersama wanita lain.


"Aunty kenapa?" Tanya Calla bingung melihat aunty-nya ngos-ngosan seperti habis berlari. Padahal mereka tidak lari. Hanya Aunty Ellea saja yang lari dari kenyataan.

__ADS_1


"Aunty kepedesan Sayang, cuss kita pulang!!" Gadis berusia dua puluh tiga tahun itu menyengir lebar menyalakan mobil.


Sudah cukup petualangan hari ini, ia ingin segera kembali ke Inggris saja dan bekerja di kantor Dad Harry dengan tenang. Tanpa memikirkan perasaannya yang morat-marit ini.


"Kau darimana saja? Berkali-kali aku telepon tidak dijawab."


Ellea menarik napas kasar, baru keluar mobil sudah mendapat kalimat sayang dari sang kakak.


"Uh kakakku tersayang ini khawatir banget aku diculik," canda Ellea menyosor pipi Edric setelahnya menyengir lebar.


"Aku bukan khawatir dengan kau. Kau membawa putriku tanpa bilang. Jadinya kami telat foto bareng!" Seru Edric seraya membawa Calla dalam gendongan.


"Iya-iya, dah sana foto-foto jangan mengomel terus. Nanti kupingku budek," decak Ellea kembali masuk ke mobil. Giliran dia tidak mau pulang dipaksa-paksa pulang. Sudah ada disini hanya untuk dimarah-marahi saja. Mentok-mentoknya dipaksa nikah, sungguh terlalu.

__ADS_1


__ADS_2