Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 111


__ADS_3

"No Dad, pokoknya aku tidak mau menikah!" Tolak Ellea dengan nada tegas.


"Kau harus menikah dan ini perintah!" Ucap Harry yang tidak bisa dibantah.


"Dad jahat, semua ini pasti karena kau Edric!!" Teriak Ellea pada Edric yang baru datang.


Setelah mengantar Deandra ke kampus Edric mendatangi mansion Hansel. Ia tidak membantah oleh tuduhan sang adik. Karena memang dia yang mengusulkan Ellea cepat menikah agar tidak berhubungan dengan Jovie lagi.


"Semua untuk kebaikanmu Sayang," pria itu memberikan pengertian dengan lembut.


"Ini bukan untuk kebaikanku Edric, ini untuk kebaikan kau!! Kenapa kau tidak percaya padaku kalau aku akan berhenti mencintai Kak Jo!!" Gadis itu semakin berteriak karena marah.


"Bagaimana aku bisa percaya kalau kau bahkan tidak bisa menolak diajaknya ke apartemen!!" Jawab Edric datar.


Ellea tidak bisa berkilah lagi. Semua yang terjadi padanya Edric pastilah tahu.


"Kau tidak bisa membantah bukan, maka menurutlah. Kau akan menikah dengan Ron secepatnya." Beritahu Edric yang membuat Ellea terkejut.

__ADS_1


Begitu juga dengan pria yang sedari tadi diam di sudut ruangan. Ia tidak tahu apa-apa, tiba-tiba saja namanya terbawa. Hatinya senang mendengar Ellea dijodohkan dengannya tapi ada perasaan kasihan melihat gadis yang dicintainya itu bersedih.


"Ck, jadi menurut kau Ron itu lebih baik dari Kak Jo?" Ellea tersenyum miris menatap tajam pada Ron yang tidak menolak perjohonan bullshit ini.


"Setidaknya dia bukan pemain wanita seperti Jovie," jawab Edric singkat.


"Aku benci kau Ron," Ellea menarik kalung di lehernya lalu melemparkan ke arah asisten Edric itu.


Ron dengan sabar mengambil kalung yang terjatuh di lantai. Ia tidak menanggapi kemarahan Ellea padanya.


"Jaga sikapmu Ellea Hansel!" Tegur Harry, "mau tidak mau, suka tidak suka kau akan tetap menikah!!"


"Jaga mulutmu Elle!! Siapa yang mengajarkanmu merendahkan orang lain." Berang Harry karena sikap putrinya yang keterlaluan.


"Pada siapa aku belajar jika bukan kalian!!" Jawab Ellea dengan berani.


Plak

__ADS_1


Satu tamparan mendarat di pipi Ellea dari Mom Linn. "Yang kau teriaki itu Dad-mu Lea!!" Sentak Linn geram melihat keangkuhan putri yang selama ini dibesarkannya dengan penuh cinta.


Ron sampai menahan napas, ia ingin melindungi Ellea tapi tidak memiliki hak untuk ikut campur dengan masalah keluarga tuannya.


Ellea yang pertama kali ditampar mom-nya sendiri terdiam. Ingin sekali dia menangis, bukan karena sakit di pipi tapi di hatinya.


"Kau harus menikah kalau masih mau tinggal disini dan dianggap keluarga!" Ancam Harry. Ancaman yang sama yang pernah dia ucapkan pada putra sulungnya.


"Lebih baik aku keluar dari neraka ini daripada menuruti keinginan kalian," jawab Ellea datar dengan ekspresi yang tak terbaca. Meskipun sangat sedih tapi dia tidak memperlihatkannya.


"Kalau kau ingin keluar dari mansion ini, keluarlah. Jangan bawa apapun yang bukan milikmu." Tantang Edric, karena tahu adiknya itu tidak bisa kehilangan semua fasilitas mewah yang selama ini selalu melekat dalam dirinya.


"Okey," Ellea meletakkan tasnya ke atas meja. Karena tadi dia sudah siap berangkat ke kampus sebelum keributan ini terjadi. Ia hanya membawa ponsel genggamnya.


"Ponselmu juga Dad yang membelikan," tegur Edric dengan senyum kemenangan.


"Fine," Ellea melemparkan ponselnya dengan kasar lalu meninggalkan ruang tengah tanpa membawa apapun.

__ADS_1


Uang sepeserpun Ellea tidak punya sekarang. Lebih baik jadi gembel daripada harus menikah dengan asisten Edric. Bukan karena pekerjaan Ron yang hanya seorang asisten. Dia tau pria itu berduit dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya yang glamor. Tapi Ellea tidak cinta. Ia tidak bisa hidup bersama orang yang tidak ia cintai.


"Dasar keras kepala!" Edric menarik napas panjang melihat kekerasan dan keberanian sang adik.


__ADS_2