Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 25


__ADS_3

Hansel Grup


“Bagaimana, kau sudah tahu kelakuan kekasih tersayang dan sahabatmu itu!!” Sindir Harry Hansel tertawa puas melihat wajah marah sang putra, “makanya kalau orang tua bicara itu di dengarkan. Jangan suka membantah!”


“Dad, berhenti mengejekku. Hatiku ini sedang panas, tidak mood bercanda. Jadi Daddy memanggilku kesini hanya untuk mentertawakanku!” Edric berdecak kesal.


"Tentu saja. Aku ingin melihat wajah putraku yang arrogant ini tidak berkutik lagi," Harry semakin tergelak.


"Dan mulai sekarang Dad akan mengawasi hubunganmu dengan Dea. Kalau sampai kau melukainya maka akan berhadapan dengan Daddy!" Ancam Harry.


"Cih," Edric berdecih. "Siapa yang tahu kalau menantu tersayang Dad itu melakukan hal menjijikkan itu juga dengan pria lain. Di tempat terbuka saja dia tidak segan memeluk om-om," ucapnya emosi


Padahal perselingkuhan Alice tidak ada hubungannya dengan Deandra. Tapi gadis itu sudah mendoakannya agar diselingkuhi, dan Edric marah akan hal itu. Doa istri yang teraniaya ternyata cepat Tuhan kabulkan. Untung Deandra tidak tahu. Kalau tahu gadis itu pasti sudah tertawa diatas penderitaannya.


"Kau ini bicara sembarangan, makanya buka segel dulu biar tahu!" Pancing Harry.


"Aku tidak sudi menyentuh tubuh yang sudah digerayangi pria lain." Ucap Edric dengan angkuh.


Deg!


Deandra yang ingin masuk menghentikan langkahnya mendengar ucapan pedas Edric. Ia tidak menyangka Edric tega berbicara seperti itu pada Dad Harry tentangnya.


"Sayang kau sudah datang?" Harry berdiri menyambut menantunya yang sengaja dia minta untuk datang.


"Apa dia mendengar yang kukatakan tadi? Semoga saja tidak," gumam Edric cemas saat menoleh ke arah pintu.


"Kakimu kenapa?" Tanya Harry khawatir, membawa Deandra untuk duduk lalu memeriksa kaki menantunya.


"Cuma luka sedikit Dad," Deandra tersenyum tidak ingin memperpanjang masalah luka. Dia ingin tahu apa gerangan yang membuat sang mertua memanggilnya ke kantor.

__ADS_1


Harry menatap tajam Edric. Tangan putranya juga terluka, itu pasti ada hubungannya dengan kaki Deandra. "Jelaskan Edric, atau Dad paksa Ron bicara!"


"Kenapa Daddy memanggil Dea kesini?" Deandra cepat mengalihkan pembicaraan sebelum Dad Harry marah pada Edric.


"Dad mau minta cucu," ucap Harry tersenyum yang membuat Deandra membulatkan mata.


"Daddy!!" Teriak Edric, apa-apain ini daddy minta cucu pada Dea. "Siapa yang harus menghamilinya kalau bukan aku."


"Kenapa? Wajarkan kalau Dad minta cucu pada kalian yang sudah menikah. Apalagi kalian sudah satu bulan menikah, pasti sebentar lagi Daddy akan punya cucu." Harry tersenyum licik pada Edric pura-pura tidak tahu kalau putranya itu belum melakukan malam pertama. Alasan apalagi yang akan sulungnya itu berikan.


"Wajar sih wajar Dad. Tapi Dea baru kuliah, Daddy gak kasihan melihatnya nanti kuliah sambil mengandung. Belum lagi kalau sudah lahiran repot mengurus anak," Edric memberikan alasan yang masuk akal.


Deandra hanya diam, tiba-tiba saja kepalanya jadi pusing. Apalagi ini, kenapa hidupnya semakin rumit. Bagaimana dia bisa punya anak kalau Edric tidak mencintainya bahkan menyentuhnya pun tidak sudi seperti yang dikatakan pria itu tadi.


Bukan masalah bisa tidak bisa punya anak. Tapi apa Edric mau mencintai anak yang dilahirkannya nanti. Dia pernah merasakan hidup tanpa sosok ayah dan itu teramat menyakitkan. Deandra tidak ingin itu terjadi pada anak-anaknya nanti.


"Itu urusanmu, pokoknya Daddy mau cucu. Titik!! Kalau dalam waktu dua bulan Deandra tidak hamil kau boleh menceraikannya."


Begitu juga dengan Edric yang tersenyum penuh kemenangan. Ini bisa digunakannya untuk melepaskan Deandra tanpa harus menunggu waktu yang sudah ia rencanakan.


"Tapi setelah itu kau jangan pernah muncul dihadapan Mom dan Dad lagi, pergilah jauh dari bumi ini!!" Harry menatap tajam putranya yang tersenyum bahagia.


"Dad mana ada peraturan seperti itu. Ini tidak adil!" Seru Edric tidak terima, kalau disuruh pergi itu artinya dia diusir setelah bercerai.


"Bagaimana menurutmu Sayang?" Harry bertanya pada Deandra tanpa mempedulikan seruan putranya.


"Terserah Edric saja Dad," jawab Deandra pelan. Tidak ingin disalahkan Edric lagi, tapi dia sudah tahu harus melakukan apa setelah ini.


"No Dad. Deandra pulang!" Edric berdiri dari duduknya lalu menarik Deandra dengan kasar. Dia tidak boleh melepaskan gadis ini kalau tidak ingin diusir oleh orang tua kandungnya sekarang. Karena bekalnya masih belum cukup.

__ADS_1


.


.


.


.


.


...🌹🌹🌹...


Selamat datang di karya baru othor yang masih belajar ini 😄.


Story ini seri lanjutan dari Aksara Cinta.


Di sarankan mampir ke sebelah terlebih dulu. Dukung terus karya othor dengan memberikan like, komen dan vote 🥰.


Sambil menunggu Love You Mr. Arrogant update bisa mampir dulu di karya othor yang lain. Yang merupakan seri sebelumnya cerita ini.


📚 El & Ken


📚 Kesucian Cinta


📚 Aksara Cinta


Cerita lain :


📚 Ajari Aku Mencintaimu

__ADS_1


📚 Gemuruh Cinta Sang Guntur


__ADS_2