
"Honey," Tian menarik lembut putrinya yang memberontak saat Edric peluk.
"Dea tenang dulu, kita istirahat ya Sayang." Katanya seraya mengusap puncak kepala sang putri agar tenang. Saat menemani Deandra suntik KB, dialah yang meminta dokter agar menggantinya dengan suntikan penyubur kandungan.
"Dea gak mau hamil Daddy," lirihnya pelan.
Tian mengangguk saja agar putrinya itu tidak mengamuk lagi. Deandra yang kelelahan berjam-jam menangis dan meronta akhirnya tertidur dalam pelukan sang Daddy. Matanya sampai membengkak karena terlalu lama menangis. Tian memberikan Deandra yang sudah tertidur pada Edric agar dibawa ke kamar.
Edric menyambut sang istri dan membawanya ke kamar. Pria itu menurunkan Deandra yang berada dalam gendongannya dengan perlahan ke tempat tidur. Setelahnya ia mengecup seluruh wajah Deandra.
"I love you Sweetheart," bisik Edric. Ia akan berusaha membuat Deandra mau menerima janin dalam kandungannya dan membesarkannya sama-sama.
Wanita yang baru terlelap itu mencari kenyamanan dengan memeluk pinggang Edric yang duduk di sampingnya. Edric tersenyum memindahkan kepala Deandra ke pangkuan sambil mengelus sayang di puncak kepala agar tidurnya semakin nyenyak. Istrinya ini memang marah padanya tapi saat tidur tidak pernah mau lepas dari pelukannya.
Dari arah luar Ressa berjalan terburu-buru mendekati suaminya yang berdiri di pintu kamar Deandra. Ia baru pulang menjemput putra bungsunya. "Mas, gimana keadaan Dea?" tanyanya cemas. Karena saat dia tinggal tadi putrinya itu masih mengamuk.
"Baru tidur Sayang," Tian menarik pinggang sang istri untuk mendekat lalu mengecup di pipi. Tidak malu memamerkan kemesraannya di depan sang menantu. Hatinya sedang bahagia, sebentar lagi akan menimang cucu.
__ADS_1
"Mas malu dilihat Edric," Ressa mendorong pelan tubuh sang suami lalu meninggalkannya mendekati Deandra.
"Kenapa malu, mereka juga bermesraan." Sebut Tian ikut menyusul istrinya.
Ressa bisa melihat kalau Edric menyayangi Deandra dengan tulus. "Buba harap kamu bisa bersabar menghadapinya," ucap Ressa pada sang menantu sambil mengusap pipi putri sambungnya yang masih tersisa bekas air mata. Tidak menyangka putrinya akan punya anak diusia yang masih sangat muda.
Edric mengangguk kecil, tanpa diminta pun dia akan bersabar menghadapi wanita tersayangnya ini.
"Buba," gumam Deandra saat membuka mata karena terusik oleh sentuhan Buba Ressa.
Setelah melirik sebentar pada Buba Ressa wanita hamil muda itu kembali membenamkan wajahnya ke perut Edric. Di sana dia mendapatkan kenyamanan, belum menyadari kalau masih marah pada prianya itu.
"Ya Sayang, Dea mau apa?"
"Dea mau tidur di peluk Dad Tian, Dea benci Edric Buba!" Jawab Deandra karena mengira yang dia peluk itu Dad tersayangnya.
Tiga orang yang ada di kamar itu menahan tawa. "Dad disini Honey," Tian terkekeh kecil berdiri di belakang istrinya.
__ADS_1
Deandra menoleh, jadi bukan Dad Tian yang dia peluk tapi Edric. Pantas saja rasanya sangat nyaman. Wanita itu cepat melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Edric. Namun sang pria menahannya, tidak membiarkan wanitanya lepas begitu saja.
"Mau kemana Sweetheart?"
"Aku benci kau Edric. Benci!" Deandra mendorong tubuh Edric agar pelukannya terlepas, tapi lelaki itu semakin kuat mengurung tubuhnya.
"Tidak apa kau membenciku. Biar aku saja yang mencintaimu," jawab Edric lantang tidak berniat melepaskan wanitanya.
"Kau itu pembohong, aku tidak mau. Aku tidak hamil. Dan aku tidak mungkin hamil karena sudah suntik KB."
Edric melebarkan mata, baru tahu kalau Deandra melakukan KB karena tidak ingin punya anak darinya. Ia jadi ragu kalau hati wanita ini sudah menjadi miliknya. Ada sudut hatinya yang kecewa tapi Edric tetap tidak akan melepaskan wanitanya ini sampai kapanpun.
"Tapi kenyataannya kau hamil Sayang. Disini ada anak kita," Edric membawa Deandra dalam dekapannya.
"Aku tidak mau anak ini. Tidak mau Edric!!" Jerit Deandra dengan air mata yang kembali berjatuhan.
"Sayang, Dea gak boleh bicara seperti itu. Allah sudah memberi Dea kepercayaan," Ressa mengusap belakang kepala sang putri. Ia bisa merasakan kesedihan Edric karena Deandra tidak menginginkan anak di kandungannya.
__ADS_1
"Enggak. Dea gak mau Buba, Dea gak mau anak ini. Gak mau!!" Deandra meronta-ronta berusaha melepaskan tubuhnya dari Edric. Pria itu terpaksa melepaskan pelukannya karena khawatir menyakiti calon anak dan istrinya.