Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 128


__ADS_3

Di tempat lain Ellea sedang bekerja part time di sebuah cafe. Hanya Ron yang tahu kegiatan gadis itu, walau sudah berulang kali mencegahnya tetap saja Ellea bersikeras ingin mencari uang sendiri.


"Ron aku ingin tinggal di kos saja, kau bilang pada Edric ya dan tidak perlu menjagaku lagi." Ucap Ellea pada pria yang menjemputnya.


"Emang uang gajimu satu bulan itu cukup untuk membayar biaya kuliah? Kau pikirkan baik-baik, kalau kau keluar dari apartemen Edric maka dia tidak akan mengurusmu lagi." Nasehat Ron, bukan karena dia tidak bisa membantu membayar biaya kuliah Ellea. Tapi lebih kepada mengkhawatirkan gadis itu. Jangankan untuk memasak, membereskan kamar sendiri saja tidak bisa. Kalau tinggal di kos siapa yang akan mengurusnya.


"Aku berhenti saja kuliah," sahut gadis itu enteng.


"Lalu setelahnya mau jadi apa? Mau selamanya jadi waitress di cafe kalau tidak kuliah? Jangan buat Edric semakin tertawa karena kebodohan kau ini."


Ellea tidak menjawab, membenarkan perkataan Ron. Bagaimana dia bisa membuktikan pada keluarganya kalau kuliah saja tidak lulus.


"Kau tetap kuliah aku yang akan membayar biaya kuliahmu." Lanjutnya tidak tega membuat Ellea semakin kepikiran.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku tidak ingin menyusahkan kau lagi. Berhentilah menganggap aku ini seperti anak kecil yang terus perlu bantuan. Aku bisa berpikir sendiri bagaimana caranya mencari uang!"


"Kenapa?" Ron mengernyitkan alis, "kau takut aku menganggap semua ini sebagai hutang dan bayarannya kau menikah denganku. Aku tidak selicik itu Lea," katanya dengan kekehan.


Ellea memainkan kuku-kuku jarinya, memang bukan Ron yang licik. Tapi bisa saja Edric yang licik memaksanya menikah dengan dalih balas budi. "Mulai besok tidak perlu menjemputku lagi."


"Kalau kau membantah perkataan ku lagi maka aku akan memaksa kau menikah denganku!" Geram Ron, tidak tahukah kalau dia itu sangat khawatir.


"Kau itu sama saja dengan Edric!!" Sungut Ellea dengan wajah merengut. Kenapa semua pria di dunia ini pemaksa. Dad Harry, Edric, Jovie dan sekarang Ron juga ikut-ikutan.


"Aku kangen Mommy," Ellea mengelus pipinya yang terakhir kali bertemu mendapatkan pukulan cinta dari sang mom. Sekarang hanya Ron yang peduli padanya, Deandra sibuk dengan dunianya sendiri. Bahkan sekarang jarang keluar kamar dan bicara, jadilah ia tidak punya teman.


"Mom baik-baik saja, kau ingin melihatnya?"

__ADS_1


Ellea mengangguk. Ron menghubungi Pak Man kepala pelayan di mansion Hansel dengan sambungan video. Meminta pada pria berumur itu untuk mengarahkan kamera pada Mom Linn.


"Apa Mom masih marah padaku?" Tanya Ellea pelan. Ah pertanyaan bodoh. Tentu saja masih marah, kalau tidak marah mana mungkin dia hidup sendirian sekarang. Matanya menghangat saat melihat dua orang tersayangnya itu baik-baik saja tanpa dirinya. Tanpa terasa pipi gadis itu basah.


"Dont cry," Ron menarik Ellea dalam pelukan. Bisa merasakan kerinduan yang bercampur kesedihan sang gadis.


"Aku yang akan menjagamu," katanya mengusap air mata Ellea. Ia menyayangi gadis yang sudah satu bulan ini tidak pernah jauh dari pandangannya.


"Kenapa kau melakukan ini Ron. Kau kan tahu aku tidak ingin menikah dengan kau."


"Aku ingin menjagamu sampai menemukan kebahagiaan yang kau impikan. Jika aku bukan orang yang bisa membuat kau bahagia. Maka aku akan membantu kau menyusuri jalan untuk menemukan kebahagiaan itu." Ucap Ron tulus, ingin sekali meluapkan kasih sayangnya dengan mengecup puncak kepala sang gadis. Tapi dia tahu batasan.


"Tapi aku tidak ingin kau melakukan itu. Aku bisa mencari jalan bahagiaku sendiri, aku tidak mau jadi orang yang egois dengan mengorbankan perasaanmu."

__ADS_1


"Bukan kau yang egois, tapi ini keinginanku sendiri." Pria itu tersenyum menepuk puncak kepala Ellea. Ya, Ron rela mengorbankan perasaannya sendiri demi kebahagiaan sang gadis.


__ADS_2