
"Hei kau mau aku pangku atau berpindah duduk?" Jovie tertawa kecil, lucu melihat gadis yang biasanya angkuh itu kikuk berada di dekatnya.
"Aku pindah," jawab Ellea dengan suara serak karena menahan debaran dalam dadanya.
"Sial, kenapa aku seperti orang bodoh berada di dekatnya!" Ellea mengumpat, tentu saja hanya dalam hati karena pita suaranya seperti tercekik. Sepanjang jalan gadis itu hanya menatap lurus ke depan tanpa berani menoleh sedikitpun pada Jovie. Takut imannya yang lemah ini tergoda pada pria yang sejak tadi memang sangat menggoda.
"Kak Jo kenapa tidak mengantarku pulang ke rumah? Kenapa Kak Jo membawaku ke apartemen," protes Ellea ketika sadar Jovie tidak membawanya pulang ke mansion Hansel tapi ke malah apartemen pria itu.
Ia takut hal yang diinginkannya terjadi. Ah, otak kotornya ini sudah berpikir macam-macam, membayangkan bibir kenyal pria itu menempel pada bibirnya sudah cukup membuat tubuhnya panas dingin.
Jovie tidak menjawab, semakin melajukan mobilnya sambil menebak-nebak apa yang dipikirkan gadisnya itu sampai pipinya bersemu kemerahan. Dan itu sangat menggemaskan, ia tidak sabar untuk mengunyel-unyel pipi sang gadis.
"Kak Jo, kau dengar aku tidak?" Jerit Ellea kesal karena tidak dihiraukan.
__ADS_1
"Dengar Baby, Aku tidak akan menggigitmu, tenanglah." Jovie tersenyum menanggapi lalu mengacak rambut Ellea gemas.
"Apa sih mau Kak Jo sebenarnya? Kau itu tidak menginginkanku, tapi kenapa bersikap seperti ini? Aku ini punya hati Jovie Alexander!!" Ungkap Ellea geram.
"Kau itu milikku!" Klaim Jovie berbisik di telinga Ellea, membuat si empunya merinding. Pria itu memarkirkan mobil kemudian membukakan pintu untuk gadisnya. Ia menggenggam tangan Ellea dari keluar mobil sampai ke apartemen, karena khawatir sang gadis melarikan diri darinya.
"Bisa-bisanya dia berkata seperti itu, seenaknya saja. Aku ini masih milik Dad Harry dan Mom Linn. Untung aku cinta mati, kalau tidak sudah aku hajar kau ini!"
“Aku ini masih milik Dad Harry dan Mom Linn, bukan milikmu!!” Jawab Ellea ketus.
“Kau milikku, bibir ini milikku.” Jovie membelai benda kenyal yang sudah melambai-lambai minta di kecup. Beberapa detik kemudian ia sudah menghapus jarak diantara menikmati manisnya bibir gadis yang sudah lama dirindukannya.
Semakin lama permainan itu semakin menuntut, Ellea juga tidak bisa menolak. Dia bahkan menikmati apa yang dilakukan Jovie. Gadis itu berusaha mengembalikan kesadarannya kala napasnya tersendat-sendat. Walau otaknya meminta untuk terus dilanjutkan, tapi logikanya mengatakan tidak.
__ADS_1
"Hentikan Kak Jo!" Dorong Ellea pada Jovie setelah kesadarannya terkumpul sempurna.
“Kau itu brengsek, aku benci padamu!!” Teriak Ellea turun dari pangkuan Jovie dengan air mata beruraian. Marah karena kebodohannya sendiri, ia marah karena tidak bisa menolak dengan apa yang Jovie lakukan padanya.
“Elle,” Jovie menarik sang gadis dalam pelukan. Melihat air mata Ellea membuat dadanya ikut merasakan sesak. “Maaf Baby,” ucapnya sungguh-sungguh menghapus air mata gadisnya dengan kasar.
“Kenapa kau selalu jahat padaku Kak Jo, aku tidak meminta kau menjadi milikku. Berhentilah memperlakukanku seperti ini," Ellea melepaskan diri dari pelukan Jovie. Mengambil tas dan kunci mobilnya.
"Baby, i'm sorry." Ucap Jovie yang tidak dipedulikan Ellea. Gadis itu meninggalkan apartemen Jovie dengan mata yang masih memerah.
...🌺🌺🌺...
Bagi yang penasaran bagaimana masa lalu Om Azmi mampir ke story El & Ken, Kesucian Cinta dan Aksara Cinta 😊
__ADS_1