Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 110


__ADS_3

Paginya Edric mengantarkan Deandra pulang ke mansion Dad Tian terlebih dulu. Tentu saja ayah mertuanya itu tahu kalau dia yang menculik sang putri kesayangan.


Untung Ellea sudah pulang bersama Ron tadi malam. Jadi kepalanya bisa sedikit lebih jernih berpikir cara menghadapi Dad Tian. Tom dan jerry miliknya itu tidak bisa disatukan dalam satu kandang.


"Honey masuk, ganti pakaian siap-siap kuliah." Titah Tian pada sang putri. Ia tidak perlu repot-repot menyambut menantunya yang datang tidak diundang ini.


"Dea masuk kalau Dad janji gak marahin Edric," ujar Deandra. Khawatir sang suami diamuk Dad Tian.


"Daddy sedang tidak melakukan penawaran Honey!!" Tekan Tian dengan tegas yang membuat wajah putrinya cemberut masam. Sementara sang menantu tidak berekspresi.


"Dea tetap disini!" Sahut Deandra tidak kalah tegas. Wanita itu tidak mau beranjak dari sisi Edric.


"Ck, kalau disakitinya kamu nangis sama siapa, kalau gak nurut sama Daddy, hm." Decak Tian sengaja menyindir.


"Daddy," rengek Deandra dengan suara sengaja dimanja-manjakan.


Edric menahan diri agar tidak tertawa melihat ayah mertuanya yang mudah sekali luluh pada Deandra. Apa nanti dia juga akan seperti itu kalau memiliki putri. Ah, Edric jadi tidak sabar ingin memiliki anak.

__ADS_1


"Dad janji gak akan marah sama suami kesayanganmu ini," Tian mengalah. Baginya Deandra masihlah gadis kecil yang selalu ia jaga dan manjakan.


"Gitu dong, Dea masuk dulu." Deandra berjinjit mencium pipi Dad Tian. Namun bibirnya bukan mencium pipi ayah tersayangnya tapi pipi Edric. Pria itu menahan pinggangnya agar tidak terjatuh.


Edric menyembulkan senyum kemenangan karena berhasil membuat Dad Tian kesal. Ia mengecup bibir Deandra dengan mesra di depan sang ayah mertua.


"Kau ini!" Tian menarik Edric yang menghalanginya dari Deandra. Sekarang putrinya itu sudah memiliki suami, tidak bisa dia cium sesuka hati karena ada yang cemburu.


"Ini istriku Dad!" Edric kembali menghalangi Dad Tian agar tidak mencium istrinya.


"No, dia istriku Dad!!" Edric tidak mau kalah menarik Deandra ke arahnya. Tentu saja Dad Tian tidak tinggal diam menarik putrinya dalam pelukan.


"Buba tolong Dea!!" Teriak Deandra saat dua pria yang sangat dicintainya itu saling tarik menarik seperti main tarik tambang.


"Mas, itu putrimu nanti tangannya lepas." Ressa menghempaskan tangan sang suami dan menantunya dari Deandra.


"Kalian ini, kalau cucuku keguguran bagaimana? Nanti aku gagal jadi nenek cantik." Ceplos perempuan berusia kepala empat yang masih cantik itu asal.

__ADS_1


"Buba, aku ini gak hamil!! Ish kalian semua ngeselin!" Decak Deandra meninggalkan ruang tengah.


Tiga orang itu sontak tertawa saat melihat Deandra lari ke kamarnya.


"Honey jangan lari, nanti cucu Daddy kepleset!!" Teriak Tian dengan tawa gelak.


"Kau kenapa ikut tertawa?" Setelah puas mentertawakan putrinya Tian menatap tajam sang menantu.


"Mulai lagi, berhenti menakut-nakuti menantumu Mas." Tegur Ressa lalu merangkul tangan menantunya, "ayo kita sarapan."


"Sayang kau salah orang!" Tian melepaskan paksa tangan istrinya dari sang menantu.


"Ternyata Daddy juga pelit!" Sindir Edric.


"Jaga bicaramu di mansionku kalau tidak mau aku pecat jadi menantu. Kau belum mendapatkan hukuman karena sudah menculik putriku." Ucap Tian yang membuat Edric menelan saliva dengan kasar. Pria itu merangkul istrinya ke ruang makan.


"Sial pria tua itu selalu mengancamku!" Umpat Edric pelan, memilih menyusul Deandra ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2