Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 68


__ADS_3

"Arghh!!" Ellea melempar benda apa saja yang berada di dekatnya. Gadis itu menangis sesenggukan untuk meluapkan kekesalan yang ia rasakan. Bukan hanya kesal tapi juga hatinya terluka. Edric memarahinya karena lebih membela Deandra.


Ellea tidak suka ada orang yang merebut perhatian orang-orang tersayangnya. Cukup sudah ia mengalah pada Alice untuk melepaskan orang yang dicintainya. Sekarang Ellea tidak ingin mengalah pada Deandra yang sudah merebut seluruh perhatian Edric. Kakaknya itu meninggalkannya yang sedang sakit hanya karena Deandra.


"Nona," Ron ingin mendekat dan memeluk gadis yang menangis sambil membenamkan wajah di lutut itu. Namun sadar dia hanyalah asisten Tuan Edric, tidak berani berbuat lancang.


Ellea mengangkat wajah, "kau mau apa kesini? Siapa yang mengijinkanmu masuk ke kamarku!" Ucapnya dengan arrogant.


"Bagaimana caranya aku mendapatkan hati Nona Ellea. Kalau baru datang saja sudah ditatap seperti musuh."


"Saya diperintahkan Tuan Edric untuk menjaga anda," sahut Ron tegas. Tidak merasa terintimidasi oleh tatapan gadis itu. Ellea malah terlihat lucu dan menggemaskan saat marah-marah.


"Ck, kau ingin menjagaku. Kau kira aku ini balita yang harus diawasi dua puluh empat jam!!" Ellea berdecak kasar.


Satu hal yang ia sadari, walau marah padanya Edric tetap peduli. Buktinya sekarang mengirim Ron untuk menjaganya.


"Anda sedang sakit Nona, jadi saya ditugaskan untuk menjaga anda," Ron mendekati Ellea setelah memanggil dokter yang sedang menunggu di luar bersama Pak Man.


"Apa pedulimu padaku!!" Ellea menyapu air matanya yang tadi berdesakan keluar dengan punggung tangan.

__ADS_1


Melihat itu Ron mengeluarkan sapu tangan dari saku jasnya, memberikan pada Ellea.


"Aku tidak butuh benda itu!!" Tolak Ellea dengan kasar.


"Mungkin anda tidak butuh sapu tangan ini untuk menyapu air mata. Tapi bisa digunakan untuk menyapu ingus anda," Ron mengulum senyum melihat wajah gadis yang memerah padam.


"Apa, aku ingusan?" Ellea segera mengambil sapu tangan dan menyapu hidungnya sangat malu. Jatuh sudah harga dirinya di depan asisten sang kakak ini.


"Jangan malu, wajar orang sakit begitu. Apa ada yang sakit Nona, jadi anda menangis?" Tanya Ron dengan suara datar agar Ellea tidak mencurigai kalau dia tertarik pada gadis itu.


Ia akan berusaha membuat Ellea merasa nyaman dan aman berada di dekatnya terlebih dulu. Jangan ditanya bagaimana kondisi jantung Ron yang tidak mau berdetak dengan normal saat mendapatkan perintah menjaga Nona Ellea.


"Anda sakit jantung Nona?" Ron memasang wajah cemas, padahal dia tahu bukan itu yang menyebabkan Nona Ellea sampai jatuh sakit.


"Bukan jantung Ron tapi hati," ralat Ellea.


"Tapi bagian yang anda pegang itu jantung Nona." Ron ingin sekali tertawa melihat wajah kesal gadis itu.


"Ish kau ini. Tapi benar juga," ujar Ellea membenarkan ucapan Ron setelah melihat posisi tangan.

__ADS_1


"Bisa kita periksa sekarang," sapa dokter wanita yang datang ditemani Pak Man.


"Bisa Dok, Nona anda berbaring dulu ya." Ron membenarkan posisi bantal Nona Ellea setelahnya membimbing gadis itu untuk berbaring dengan perlahan. Hembusan napas Ellea menyapu wajah Ron, membuat pria itu merasakan sensasi berbeda.


Ellea tidak melakukan penolakan, tidak pernah terpikir kalau Ron melakukan semua ini hanya untuk menjerat hatinya.


Ron mundur saat sang dokter wanita memeriksa Ellea. "Apa aku perlu periksa detak jantung juga? Karena dari tadi jantung ini tidak bisa berdetak dengan normal." Tanyanya pada dirinya sendiri kala sang dokter menggunakan stetoscop yang menggantung di leher.


"Anda hanya demam, istirahat yang cukup sudah bisa membantu untuk cepat pulih. Jangan terlalu stres dan banyak pikiran," nasehat sang dokter seolah tahu apa yang sedang Ellea alami. Ia menuliskan resep obat dan vitamin yang harus ditebus lalu memberikannya pada Ron.


"Apa jantungnya baik-baik saja Dok? Tadi Nona Ellea mengeluh sakit di bagian dada kirinya."


Ellea langsung memelototkan mata saat mendengar pertanyaan asisten kakaknya.


"Jantung Nona Ellea baik-baik saja, mungkin jantung ada yang perlu dikhawatirkan karena mengurus gadis secantik Nona Ellea." Goda sang dokter yang sukses membuat Ron meneguk saliva dengan kasar. Pak Man menahan tawa mendengar candaan dokter wanita itu.


"Tentu saja, mungkin sebaiknya anda periksa jantung saya sekalian Dok." Balas Ron dengan tenang setelah berhasil menetralisir jantungnya yang tadi ketar-ketir karena khawatir Nona Ellea mengerti ucapan sang dokter.


"Sebaiknya anda kespesialisnya langsung Tuan Ron," jawab sang dokter dengan kedipan mata melirik ke arah Nona Ellea.

__ADS_1


"Terima kasih sarannya Dok," Ron berucap dengan sopan lalu mengantar dokter itu ke luar kamar sebelum semua kedoknya terbongkar. Untung gadis itu tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


__ADS_2