Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 186


__ADS_3

"So sweet yang lagi suap-suapan. Manja-manjaan!" Seru seseorang yang membuat Deandra menghentikan tangannya menyuapi Edric. Begitu juga dengan Ellea yang langsung mengangkat wajahnya. Sementara Ron mendesah ingin melarikan diri sekarang juga.


"Sarii!!" Pekik Deandra tertahan. Sudah lama ia tidak bertemu dengan teman gesreknya itu.


"Eh, yang katanya benci tapi bisa bikin anak bareng juga. Enak gak, enak gak bikin anak sambil benci-bencian." Seloroh Sari tanpa saringan mendekati Deandra dan memeluknya untuk melepaskan rindu.


"Bikin anak enak gak Yang?" Deandra mengedipkan mata genit pada sang suami. Menghadapi orang gesrek, haruslah lebih gesrek.


"Tentu saja, mau nyoba. Tuh ada cowok single," tunjuk Edric pada Ron dengan jahil.


"Aaa, ada babang tampan!!" Pekik Sari melepaskan Deandra dari pelukannya.


"Manjakanlah sana, sayang dianggurin." Ujar Edric, sengaja ingin melihat reaksi Ellea bagaimana kalau Ron didekati perempuan lain. Tapi sayang, Ellea malah tidak peduli saat Sari menggesernya yang duduk di dekat Ron.


"Jangan berisik, sana kalian pacaran diluar. Jangan kotori mata suci keponakanku!!" Usir Ellea, yang sedari tadi hanya mengamati bayi gemoy dalam box tanpa berani mengganggunya.


"Kau kemana saja, tidak bayar hutang padaku!" Seru Sari dengan suara pelan. Tahu kalau Ellea tidak pernah kemana-mana lagi sejak kecelakaan itu.


"Ini aku bayar hutangnya, bawa jalan-jalan sana." Ellea mengedipkan mata pada Sari.


Ia masih sering bertukar kabar dengan teman dekat Deandra itu. Sebab itu jugalah yang membuat Ellea mati-matian menolak Ron. Karena ada Sari yang jatuh cinta sejak pandangan pertama pada pria itu.


Ron yang sadar dirinya sedang diumpankan Ellea berdecak. "Lea, aku tidak suka kau bicara seperti itu!!" Ucapnya dingin, kecewa pada Ellea yang bisa semudah itu menyerahkan dirinya pada perempuan lain.

__ADS_1


Pria itu beranjak meninggalkan sofa tanpa suara. Sadar, Ellea memang tidak pernah peduli pada perasaannya. Harga dirinya tercoreng saat Ellea menyerahkannya seperti barang.


Ellea yang panik sontak mengejar Ron. Ia tidak mengatakan apa-apa. Tapi kenapa Ron malah marah padanya.


"Ron," panggil sang gadis yang tidak dihiraukan Ron.


Suasana ruangan yang tadi ceria tiba-tiba tegang. Sari tak acuh, karena setahunya Ron memang dari dulu mengejar Ellea. Ia menatap gemas bayi mungil yang masih tidur dalam boxnya.


Sementara Edric dan Deandra saling pandang dengan pemikiran masing-masing.


Edric berpikir kalau Ellea mengejar Ron karena merasa bersalah. Sedang Deandra bingung memikirkan kenapa Ron tiba-tiba pergi. Padahal Ellea hanya menanggapi kegesrekan Sari.


"Ron!!" Teriak Ellea mengejar pria yang hendak memasuki lift. Gadis itu berlari cepat menyusul masuk ke dalam lift. Hanya ada mereka berdua disana.


"Kenapa mengikutiku?" Ron kasihan melihat Ellea yang berlari ngos-ngosan, tapi memilih tidak peduli.


"Aku pulang sama siapa?" Tanya Ellea polos. Ia mengejar Ron bukan mau membujuk pria itu, tapi ingin nebeng pulang.


"Kau bisa minta dijemput supir jangan mengikutiku lagi." Ron berdecak lagi-lagi kecewa. Tadi ia sempat berpikir Ellea merasa bersalah padanya.


"Kau marah karena apa sih, jangan buat orang jadi bingung!!" Ellea balas berdecak.


"Aku marah karena kau menjualku pada teman gilamu itu!" Bentak Ron.

__ADS_1


Ellea yang baru pertama kali dibentak Ron terdiam.


"Oke aku pulang sendiri!" Ketus Ellea bertepatan pintu lift terbuka. Gadis itu tidak menghubungi supir melainkan ingin memesan taksi online.


Sambil menormalkan deru napasnya yang masih ngos-ngosan Ellea bersandar pada tembok. Membiarkan Ron melangkah pergi meninggalkannya.


"Dia itu kenapa? Biasanya juga aku bercanda bawa-bawa Sari biasa saja." Tanyanya pada diri sendiri.


"Elle kenapa Sayang?" Tegur Jovie saat melihat Ellea. Ia tidak jadi masuk ke dalam lift.


Ron yang tadi berpapasan dengan Jovie menoleh ke arah belakang. Melihat pria itu sedang bicara pada Ellea. Sesaat dia terdiam lalu melanjutkan langkahnya kembali.


"Lagi nunggu jemputan," jawab Ellea dengan cengiran. Padahal dia belum memesan taksi online.


"Kau habis lari-lari. Kan tadi ada Ron kenapa minta jemput?"


"Itu, Ron mau ke kantor ada urusan mendadak. Jadi aku naik taksi saja," bohong Ellea.


"Ikut aku menjenguk Dea sebentar nanti aku antar pulang." Ujar Jovie yang cepat ditolak Ellea.


"Aku pulang sendiri saja, Kak Jo sana masuk. Ini jemputanku sudah datang," Ellea tersenyum ingin cepat pergi menghindari Jovie.


"Langsung pulang ke rumah, oke." Pria itu menepuk puncak kepala sang gadis yang diangguki Ellea.

__ADS_1


"Kepalaku yang dipegang, kenapa lagi-lagi jantungku yang bergetar." Gumam Ellea berjalan meninggalkan Jovie.


__ADS_2