Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 157


__ADS_3

"Kau sudah siap?" Jovie memindahkan Ellea ke kursi roda dengan hati-hati. Mereka akan mengunjungi ruang rawat Ron. Tadi malam pria itu sadarkan diri dan kondisinya sekarang sudah stabil.


Selama satu minggu ini Jovie tidak meninggalkan rumah sakit untuk menjaga Ellea. Walau gadis itu setiap hari hanya menanyakan keadaan Ron.


Ellea mengangguk, sangat ingin bertemu Ron untuk meminta maaf. Karenanya pria itu jadi bertarung nyawa.


"Bawa bunganya," Jovie memberikan buket bunga ke pangkuan Ellea setelahnya mendorong kursi roda dengan pelan menuju ruang rawat Ron.


Sesampainya di ruang rawat Ron, pria yang sedang terbaring lemah itu tersenyum manis mengulurkan tangan menyambutnya. 


Ellea sampai tidak bisa menahan air matanya yang selama satu minggu ini tertahan. Tiba-tiba saja berdesakan keluar membasahi pipi. Gadis itu memberikan buket bunga pada Ron tanpa berucap apa-apa. Hilang sudah semua kata yang tadi tersimpan dalam kepalanya.


"Kenapa menangis? Aku tidak suka melihat kau menangis," Ron meletakkan bunga yang diterimanya ke atas nakas lalu menyeka air mata yang terjatuh di pipi sang gadis. Ia sangat ingin memeluk Ellea tapi masih belum bisa banyak bergerak untuk mengangkat gadis itu ke sampingnya.


Ellea merentangkan tangan minta dipeluk. Jovie yang mengerti mengangkat gadis itu dari kursi roda, mendudukkannya di samping Ron. Perasaannya saat ini sulit dijelaskan, tidak suka melihat Ellea bersama pria lain. Tapi ia tidak ingin membuat Ellea terluka lagi karenanya.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Ron ulang membawa Ellea dalam pelukan. Tidak tahu kenapa calon istrinya ini bisa bersama Jovie. Tapi ia tidak mempermasalahkannya.


"Aku takut kau pergi dan gentayangan menghantui ku," ucap Ellea asal membuat Ron terkekeh kecil.


"Aku akan menghantuimu kalau mata ini terlalu banyak menangis," pria itu mencubit gemas hidung Ellea.


Jovie sampai memalingkan wajah melihat kemesraan Ellea dan Ron. Bisakah dia membiarkan Ellea dimiliki orang lain. Sungguh hatinya sangat tidak rela. Apalagi saat membayangkan Ron menyentuh bibir memabukkan Ellea. Pria itu mengepalkan tangan, menggenggamnya dengan kuat untuk menahan emosinya agar tidak kelepasan.


Dan semua itu tidak lepas dari pengamatan Ron. Ia bisa melihat kalau Jovie sedang cemburu padanya.


Sejak memutuskan menikah dengan Ron, ia sudah memantapkan diri membuka hati untuk pria itu. Tapi itu dulu, sebelum ia tidak bisa melakukan apa-apa. Ellea tidak ingin menjadi beban bagi Ron atau siapapun.


Ron tersenyum geli mendengar jawaban Ellea. Gadisnya ini tidak terlihat seperti sedang bersedih walau matanya baru saja menangis.


"Apa kakinya sakit?" Tunjuk Ron pada kaki Ellea.

__ADS_1


"Tidak. Kaki nakalku ini hanya kelelahan diajak jalan-jalan, makanya merajuk." Jawab Ellea dengan cengiran lebar, tidak lagi menunjukkan kesedihannya. Meskipun air matanya habis terkuras, tetap saja kakinya tidak bisa dijalankan.


Ron menopangkan dagunya di kepala Ellea sambil mengelus-elus rambutnya. Ia tahu gadisnya ini sedang berpura-pura untuk kuat.


"Kau bisa mendapatkan wanita yang tidak cacat sepertiku. Kita batalkan saja pernikahan ini. Aku ini tidak pantas untukmu," Ellea mendongakkan wajah sambil tersenyum. Lebih baik Ron kecewa sekarang daripada nanti dia selalu membuat pria itu susah karena mengurusnya.


"Elle," tegur Jovie tidak setuju dengan perkataan gadis itu.


"Kalau kau mengakhiri hubungan kita karena ingin menikah dengan orang yang kau cintai aku bersedia melepaskanmu. Tapi kalau kau mengakhiri hubungan ini karena merasa tidak pantas. Aku tidak akan melepaskanmu," tegas Ron. Menatap ke arah pria yang sedari tadi berada diantara mereka dengan penuh arti.


"Aku tidak bisa menikah dengan kau. Dan aku tidak ingin menikah dengan siapapun!" Pertegas Ellea, melepaskan diri dari pelukan Ron. Gadis itu menggeser tubuhnya untuk menggapai kursi roda.


"Baby," Jovie dengan sigap menahan tubuh Ellea yang ingin turun sendiri. "Hati-hati kau bisa terjatuh dan itu bisa memperparah keadaanmu." Ucapnya lembut membantu Ellea duduk di kursi roda.


"Aku bisa sendiri Kak Jo!" Ellea menepis tangan Jovie yang ingin mendorong kursi roda.

__ADS_1


Ron tidak bisa berbuat apa-apa, tidak memungkinkan untuknya mengejar Ellea dengan kondisi seperti ini.


__ADS_2