Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 148


__ADS_3

"Telepon aku kalau sudah selesai. Aku tinggal sebentar," ujar Ron yang membukakan pintu untuk Ellea. Kini mereka sudah berada di parkiran gedung AJ Entertainment.


"Oke," sahut Ellea seraya memainkan jari telunjuk dan jempolnya membentuk lingkaran.


"Menunggu apalagi?" Ron mengangkat sebelah alis karena Ellea tidak keluar-keluar dari mobil.


"Kau tidak mau mencium calon istrimu ini dulu biar romantis," goda Ellea sambil mengedipkan mata manja.


"Tidak ada cium-ciuman sebelum kau jadi milikku. Cepat turun!" Perintah Ron dengan helaan napas berat. Bisa-bisanya gadis ini memancingnya seperti itu. Kalau dia khilaf bagaimana.


"Yakin," goda Ellea dengan tatapan semakin genit.


"Ellea Hansel, cepat keluar sebelum aku berubah pikiran membawa kau ke tempat tidur!" Geram Ron.


"Aku tidak takut melayani kau di tempat tidur," sahut Ellea dengan gelak tawa.


Ron menggelengkan kepala, menepuk pipi Ellea lembut. Inilah cara sang gadis mengubur lukanya. Ia tahu Ellea tidak ingin menikah dengannya, tapi dia juga tidak rela kalau gadis kesayangannya ini dimiliki Jovie.

__ADS_1


"Ayo keluar, kau sudah terlambat." Ron berkata dengan lembut mengulurkan tangannya.


"Aku masih ingin menangis," ujar Ellea tiba-tiba dengan mata berembun.


Ron menutup pintu di sisi Ellea, kembali masuk ke mobil. "Menangislah, masih ada bahuku untuk kau bersandar." Pria itu menepuk bahunya, namun Ellea malah berlabuh dalam pelukan Ron.


"Kalau kau tidak mau menikah denganku jangan dipaksa." Ucapnya sembari mengelus belakang kepala sang gadis. Tidak ingin membuat Ellea tersiksa karena terpaksa menikah dengannya.


Ellea menggeleng pelan, mendongakkan wajah menatap Ron dengan mata memerah. "Kau mau menikah denganku yang masih mencintai orang lain?"


"Aku juga, tidak rela kalau pria milikku malah mencintai perempuan lain." Ujar Ellea dengan wajah cemberut.


"Di hatiku hanya ada kau sejak dulu," ungkap Ron mengecup lama di puncak kepala Ellea.


Perlakuan pria itu membuat hati Ellea berdesir, merasa jadi orang yang sangat dicintai. Ia akan belajar membuka hati untuk Ron mulai saat ini.


"Masih ingin menangis?" Tanya Ron pada sang gadis yang sudah terlihat tenang. Gadis ini hanya butuh pelukan atas keputusan yang dia pilih.

__ADS_1


Ellea menggelengkan kepala.


"Sekarang ayo masuk, kau sudah sangat terlambat." Ron merapikan rambut Ellea yang sedikit berantakan, lalu membukakan pintu mobil untuknya.


Gadis itu kembali tersenyum riang, melambaikan tangan pada Ron yang mengantarnya sampai depan pintu lift. Sang pria membalas dengan senyuman tipis segera pergi dari gedung AJ Entertainment untuk menghadiri meeting. Demi Ellea ia rela menunda meeting dengan client.


...🌺🌺🌺 ...


Usai melakukan pemotretan Ellea menunggu Ron di depan parkiran. Gadis itu tidak sadar kalau sedari tadi ada yang mengikuti. Tiba-tiba saja tubuhnya ditarik masuk ke mobil yang ada tepat di belakangnya.


"Lepas, siapa kalian!!" Pekik Ellea mencoba melepaskan diri dari dua orang bertubuh kekar yang menahan tangannya. Namun tenaganya tidak berarti apa-apa bagi dua pria kekar itu. Tubuhnya malah disudutkan, salah satu dari mereka melakban mulutnya.


"Aaa!!" Teriak Ellea dengan suara tertahan. Tangan dan kakinya terus memberontak.


Karena Ellea tidak bisa diam, dua orang itu mengikat kaki dan tangannya.


"Brengsek kau Jovie!!" Umpat Ellea, sangat yakin pria itu yang menculiknya yang kedua kali hari ini.

__ADS_1


__ADS_2