Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 16


__ADS_3

“Jadi hanya ini yang kau kerjakan selama aku bekerja?” Tanya Edric sinis pada Deandra yang sedang menonton televisi di ruang tengah. Padahal dia tahu apa yang seharian ini Deandra kerjakan karena mengawasinya dari CCTV.


“Aku?” tanya Deandra kaget karena dia sedang menonton film horor. “Kau ini mengagetkanku saja!!” Kesalnya setelah sadar yang menyapanya si manusia angkuh.


“Siapa lagi yang aku tanya kalau bukan kau!” Edric mengambil remot dan mematikan televisi, “hemat listrik!!”


“Dasar pelit, ternyata selain angkuh kau juga pelit. Semoga kau jatuh miskin dan diselingkuhi pacarmu!!” Umpat Deandra, “kenapa harus pulang. Aku sudah tenang seharian tidak mendengar suara kumbang berisik ini.”


“Cih, itu sih maumu. Aku tidak akan pernah jatuh miskin dan satu hal lagi pacarku tidak akan selingkuh sepertimu!!” Ucap Edric dengan arrogant kemudian menyentil jidat Deandra sebelum meninggalkan gadis itu.


“Aaww, kau ini suka sekali KDRT padaku. Padahal aku tidak pernah mengganggu hidupmu!” Teriak Deandra tidak terima, Edric menghentikan langkahnya kemudian membalikan badan.


“Tidak pernah mengganggu hidupku? Kau tidak sadar sudah menghancurkan seluruh  hidupku dan bahkan sudah merusak semua rencana masa depanku yang indah bersama Alice?” Edric menatap dingin Deandra dengan amarah yang meletup-letup.

__ADS_1


“Kenapa kau selalu menyalahkan aku karena pernikahan ini. Kau pikir aku tidak tersiksa hidup dengan pria arrogant sepertimu. Kau pikir hidupku tidak hancur karena pernikahan ini. Kenapa kau selalu memikirkan dirimu saja. Kau bahkan melarangku melakukan ini itu. Kenapa tidak sedari awal kau tentang Dad Harry, jangan hanya menyalahkanku atas semua keputusan yang sebenarnya sudah kau setujui.” Deandra meluapkan seluruh kekesalannya dan kemudian masuk ke kamar.


Ia pikir bisa hidup berdampingan dengan Edric layaknya teman karena mereka sama-sama tidak menyutujui pernikahan ini. Tapi pemikirannya salah, Edric tetaplah Edric lelaki sombong, angkuh, arrogant dan tidak punya perasaan.


Deandra hanya bisa meluapkan tangisnya saat sendirian, tidak ingin terlihat lemah di depan Edric. Gadis itu menangis di balkon kamar sambil memandang langit malam yang terlihat sangat indah.


Sementara Edric tidak ingin pusing memikirkan perkataan Deandra. Semua ini memang bukan salah Deandra. Tapi tetap saja bagi Edric gadis itulah yang salah, karena sudah mengacau tatanan hidupnya yang sempurna.


Tanpa memencet bel, Edric langsung masuk ke apartemen Alice karena khawatir. Setelah kejadian di kantor pagi tadi, dia tidak ada menghubungi kekasihnya lagi.


Tentu saja Edric tahu password apartemen kekasihnya, karena memang dia yang membelikan apartemen ini untuk Alice.


"Honey kau kenapa?" Edric mendekati Alice yang meringkuk di tempat tidur.

__ADS_1


"Eugh." Alice melenguh dan membuka matanya perlahan. "Babe, kapan datang." Alice pura-pura terkejut padahal dia sudah tahu kalau Edric akan datang ke apartemennya.


"Baru saja, kau sakit?" Edric memeriksa suhu tubuh kekasihnya namum tidak demam.


"Cuma pusing," bohong Alice yang sudah tidak sabar ingin tidur bersama kekasihnya.


"Ayo kita ke dokter," ujar Edric khawatir namun Alice menolak dengan gelengan kepala. "Cuma pusing Babe, gak mau ke dokter. Temani di sini," rengek Alice manja.


Edric mengangguk menyelimuti gadis kesayangannya kemudian ikut berbaring dan memeluknya.


Alice tertawa dalam hati misi pertamanya berhasil. Saatnya dia menunggu Edric tertidur.


"Tidurlah aku akan menjagamu disini," Edric memijat kepala Alice pelan. Karena kelelahan dia malah ikut tertidur.

__ADS_1


__ADS_2