Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 172


__ADS_3

Setelah perut ibu hamil itu kenyang dan sudah berdamai dengan sang adik, Edric memboyong Deandra pulang.


Dalam perjalanan pulang Deandra tertidur. Edric menepikan mobil, menurunkan sandaran kursi agar sang istri bisa tidur dengan nyaman. Lalu menyelimuti dengan jasnya.


Tidak cukup kata untuk menggambarkan betapa ia mencintai istrinya ini sekarang. Pria itu menyempatkan mengecup bibir Deandra singkat. Membuat si empunya melenguh mencari-cari tangan Edric untuk dielus-eluskan ke perutnya.


"Kita pulang dulu Sayang, nanti di rumah Daddy elus-elus lagi ya." Edric terkekeh kecil melanjutkan perjalanan dengan satu tangan masih diatas perut Deandra.


Sesampainya di mansion Edric tidak membangunkan Deandra, menggendong sampai ke kamar.


"Dea sakit?" Tanya Mom Linn mengikuti putranya yang menggendong sang menantu.


"Tidur Mom, nih coba lihat mimpi apa dia?" Dengan perlahan Edric menurunkan Deandra ke tempat tidur lalu melepaskan alas kakinya. Pria itu menahan mulut agar tidak tertawa, takut membangunkan Deandra.


Mom Linn geleng-geleng kepala melihat ekspresi lucu sang menantu yang mengecap-ngecap kan bibir seperti bayi. Setelah keluar dari kamar Edric perempuan setengah baya itu baru tertawa.


Edric bergegas masuk ke bathroom untuk membersihkan diri sebelum mengeksekusi sang istri yang sangat menggoda iman.


"Sweetheart," panggil Edric yang sudah selesai mandi. Sengaja hanya mengenakan handuk untuk menggoda sang istri. Tapi Deandra tidak juga bangun, membuat Edric langsung menyesap bibir yang sedari tadi sangat menggoda untuk dimanjakan.


"Eughh," Deandra melenguh. Kembali mengecap-ngecap kan bibirnya yang tidak sadar baru dilepaskan Edric.

__ADS_1


Perlahan wanita hamil itu membuka mata saat merasakan ada air yang menetes di matanya. Dan mendapati sang suami yang sudah mengungkung dirinya.


"Edric," cemberut Deandra karena tidak dibangunkan terlebih dulu. Seingatnya tadi mereka masih berada di mobil.


"Dedek mau dijenguk gak nih?" Tanya Edric dengan tersenyum, Deandra masih mengumpulkan nyawa menggeleng tidak tahu.


"Kalau sakit bilang ya Sayang," ujar Edric berinisiatif memancing respon si debay yang diangguki Deandra. Ia sudah tidak bisa menahan diri setelah kegagalan tadi malam.


Bukan hanya memancing, pria itu benar-benar menikmati pergulatan panas yang menghasilkan hawa panas di seluruh ruangan. Edric melakukannya dengan hati-hati agar anaknya tidak protes di dalam sana.


"Thanks Sweetheart," lemas Edric terjatuh di samping Deandra lalu membawa wanitanya dalam pelukan.


"I love you," lanjutnya.


Melihat sang suami hampir tertidur wanita itu dengan nakal membangunkan si junior kembali.


"Argh Sayang!" Edric membuka mata dan menatap Deandra dengan penuh gairah lagi.


"Jangan nakal, hari ini cukup sekali saja. Aku gak mau dedek kenapa-kenapa di dalam." Tolak Edric cepat dengan sadar, sebelum nafsunya yang menguasai diri. Ia tidak ingin calon anaknya dalam bahaya. Walau harus menahan diri untuk tidak menerkam istrinya kembali.


Deandra menggelengkan kepala dan naik ke atas tubuh Edric yang membuat sang suami menghela napas panjang.

__ADS_1


"Nanti kalau Mom tahu aku yang dimarahin," ujar Edric yang sering diwanti-wanti Mom Linn agar tidak membuat Deandra kelelahan.


"Mom tidak akan tahu Ayang ih!" Seru Deandra yang masih bersemangat menggoda sang suami.


"Mom memang tidak tahu, tapi kalau kalian kenapa-kenapa aku yang diinterogasi," urai Edric dengan lembut tapi tetap menuruti keinginan wanitanya.


Tok tok tok


Suara ketukan membuat Edric menurunkan Deandra dengan pelan dari atas tubuhnya lalu menyelimuti sang istri sampai tidak terlihat kecuali kepalanya. Ia cepat mengenakan handuknya kembali lalu membuka pintu.


Sementara Deandra memasang wajah masam karena sesi percintaannya terganggu.


"Kalian habis ngapain?" Tanya Ellea menyelidik, gadis itu berjalan dibantu kruk.


"Mom, Edric!" Teriak Ellea memanggil sang mommy saat sadar apa yang sudah Edric lakukan setelah melihat totol-totol di tubuh sang kakak juga pakaian kakak iparnya yang berserakan.


"Jangan panggil Mommy," Edric cepat membekap mulut Ellea.


"Ish kau ini dasar mesum, masih sore juga sudah minta jatah!" Seru Ellea menarik tangan Edric agar terlepas dari mulutnya dengan bahu bergidik membayangkan apa yang sudah terjadi.


"Jangan dibayangkan, kalau mau ya nikah." Edric malah menggoda Ellea yang malu-malu.

__ADS_1


Gadis itu cepat menggelengkan kepala lalu kabur setelah berucap, "Daddy menunggu di ruang kerja."


Mereka yang berbuat tidak senonoh tapi dia yang malu sendiri. Eh, tapi kan mereka sudah menikah, Ellea menepuk jidatnya. Dan semua itu masih bisa Edric lihat karena Ellla tidak bisa berjalan cepat.


__ADS_2