Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 190


__ADS_3

"Baby," panggil Jovie serius.


Ellea yang masih tertawa menjawab dengan mengangkat sebelah alis.


"Lihat Kak Jo sini," Jovie menangkup pipi Ellea agar menghadap ke arahnya. "Tadi Ron bilang apa?" Tanyanya kepo.


"Kalau kau ingin pergi dariku tidak apa. Tapi jangan pernah memaksaku bersama perempuan lain. Jangan buat aku marah lagi," Ellea mengulang kalimat yang Ron ucapkan. Kalimat yang entah kenapa tidak suka ia dengar.


"Kau tahu, disini itu sudah berganti. Tidak ada aku lagi," beritahu Jovie menunjuk dada Ellea. "Jangan sampai kau menyesal karena belum menyadari perasaan itu. Seperti aku yang menyesal karena terlambat menyadari perasaanku padamu."


Ellea yang masih belum bisa mencerna kalimat yang Jovie ucapkan hanya diam sambil mengangguk-angguk malas.


"Kau paham apa yang aku katakan?" Tanya Jovie. Putri bungsu Hansel itu cepat menggelengkan kepala.


"Kau mencintai Ron," beritahu Jovie pada intinya dengan helaan napas berat. Ia kira gadis ini paham dengan apa yang diucapkannya.

__ADS_1


"Aku mencintai Ron," Ellea menunjuk dirinya sendiri sambil tertawa geli yang diangguki Jovie.


"Kau tahu rasa sesak yang kau rasakan dari mana?" Ellea kembali menggelengkan kepala atas pertanyaan Jovie.


"Sesak itu karena Ron memilih berhenti mengejarmu dan kau tidak menginginkan itu," jabar Jovie yang sangat yakin gadis di depannya ini sudah berpaling hati. Karena tatapan Ellea padanya sudah berbeda, tidak seperti dulu lagi.


"Tapi aku tidak merasa mencintai Ron Kak Jo, cintaku dari dulu tidak pernah berubah." Ellea menggelengkan kepala, enak saja mengatakan dia mencintai Ron. Sedang orang yang ia cintai ada di hadapannya sekarang.


Jovie menggeleng, "kau belum menyadarinya Sayang." Pria itu merapikan rambut Ellea yang berantakan. Bagaimana bisa dia dibuat jatuh cinta oleh gadis yang sejak kecil ia sayangi seperti adik sendiri.


Jovie menghela napas panjang, kenapa gadis ini sangat keras kepala. "Kalau cinta sama aku kenapa tidak mau menikah denganku?" Tantang pria yang lelah menghadapi sikap kekanakan Ellea.


"Aku tidak mau bekasan cacing kremi!!" Ungkap Ellea ketus, hal seperti itu saja masa tidak tahu.


"Bukankah kalau mencintai itu bisa menerima segala kekurangan dan masalalu orang yang dicintainya. Kenapa kau tidak melakukan itu dan lebih memilih mengabaikan aku dan Ron?" Pancing Jovie, membiarkan saja Ellea kesal padanya.

__ADS_1


"Aku ini hanya jatuh cinta bukan bodoh Kak Jo. Dan untuk Ron. Jangan pernah memaksa aku untuk mencintainya, karena ada perempuan lain yang bisa mencintainya lebih baik daripada aku." Geram Ellea karena Jovie membawa-bawa nama Ron.


"Satu-satunya kebodohanku adalah mencintai pria brengsek seperti Kak Jo!!" Pekik Ellea kesal.


"Aku benci Kak Jo. Aku benci kau Kak Jo, kalau bukan karena Kak Jo aku tidak akan dijodohkan dengan Ron. Dan aku tidak akan menyakiti perasaannya seperti sekarang ini." Ellea meluapkan kekesalannya memukul-mukul dada bidang Jovie sampai matanya memerah membendung air mata yang ingin merembes keluar.


"Lalu Elle mau menyalahkan Kak Jo atas perasaan yang Elle punya. Sedang Kak Jo tidak punya kendali atas perasaan Elle ini." Ucap Jovie yang membuat Ellea terdiam.


"Kak Jo pergilah dari sini!! Semua memang salahku, puas!!" Usir Ellea, bukan salah Jovie kalau dia jatuh cinta pada pria itu.


Semua murni kesalahannya sendiri. Ya dialah yang salah. Tidak bisa mencintai Ron juga kesalahannya. Dia yang egois. Salahkan saja dia atas semua yang terjadi ini. Anggap saja hatinya ini sudah mati.


"Baby, Kak Jo bukan mau menyalahkan Elle Sayang." Jovie menahan Ellea yang ingin kembali membenamkan wajahnya di bawah bantal. "Kak Jo cuma tidak mau kau menyesal dan terluka lagi nanti."


"Aku sedang tidak butuh dikasihani, pergilah dari sini!!" Ucap Ellea dingin tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Oke aku pergi," pasrah Jovie meninggalkan Ellea sendirian di kamar. Dari pada gadis itu mengamuk. Kan, ujung-ujungnya dia yang salah.


__ADS_2