
Seperginya Edric, Deandra menangis sambil memeluk lutut. Tidak cukupkah semua impiannya hancur karena dipaksa menikah muda. Dan sekarang akan menjadi ibu muda. Ia tidak siap memiliki anak di usianya yang belum genap dua puluh tahun ini.
Edric tidak langsung pergi, berdiri di balik pintu kamar sambil mengintip ke dalam. Hatinya tidak tenang meninggalkan Deandra sendirian. Benar saja istrinya itu kembali menangis.
"Sweetheart," calon ayah itu kembali masuk ke kamar melepaskan tangan Deandra yang memeluk lutut menggantikan dengan tubuhnya. Edric tidak berkata apa-apa lagi, bingung harus bagaimana menghadapi ibu hamilnya ini. Yang bisa dilakukannya hanya memeluk dan mengelus punggung sang istri agar lebih tenang.
Deandra sudah tidak memberontak karena kelelahan, juga karena rasa nyaman dari pelukan yang Edric berikan. Lama tidak ada suara wanita itu tertidur dalam pelukan sang suami.
Edric menghela napas panjang berulang kali membaringkan tubuh Deandra dengan sangat hati-hati. Setelahnya ia ikut berbaring dan memeluk wanita tersayangnya itu dengan harapan besok pagi Deandra sudah berhenti marah padanya.
...🍀🍀🍀 ...
Ditempat lain Sari tidak berhenti mengumpat saat mengetahui gadis yang ditolongnya adalah adik ipar Deandra yang angkuh. Dengan sangat terpaksa ia membawa Ellea masuk ke dalam kost.
"Oh Tuhan kena apes apa aku jadi malah membawa kau pulang!"
"Sstt kau itu bukan sedang apes, tapi beruntung karena sudah menolongku." Ucap Ellea asal diikuti suara perut.
__ADS_1
Grk... grk
Gadis itu menyengir lebar menampilkan deretan gigi putihnya saat suara cacing berdemo itu menyapa telinga Sari. Tidak ada benda lagi yang bisa Ellea jual untuk menyambung hidup sekarang.
"Kau itu menyusahkanku saja!" Sari berdecak beranjak ke pantry mengambilkan makanan untuk Ellea. Walau tidak suka pada gadis angkuh itu tapi ia masih memiliki hati nurani.
"Makanlah!" Sari memberikan sepiring nasi goreng dan segelas air ke hadapan Ellea.
Ellea menggelengkan kepala, tidak suka meminta-minta apalagi dikasihani. "Aku tidak punya uang untuk membayarnya."
"Kalau begitu aku pergi saja, aku tidak punya uang untuk membayarnya." Ellea menanggapi serius perkataan Sari. Keluarganya memang kaya tapi sekarang dia sudah jadi gelandangan karena tidak dianggap keluarga.
"Memangnya kau mau pergi kemana, hah. Lupa sedang dikejar penculik," decak Sari mengingatkan. Sekarang dia baru mengerti dengan yang dimaksud Ellea penculik. Pasti para pengawal keluarga yang sedang mengejar gadis ini.
"Aku masih ingat. Dari pada berhutang pada kau lebih baik aku tidur di jalanan saja," Ellea pasrah saja pada takdir hidupnya ini.
"Kau kabur kenapa?" Selidik Sari tidak menanggapi perkataan Ellea. Sedikit penasaran kenapa gadis yang berasal dari keluarga sultan itu mengatakan dirinya tidak memiliki uang.
__ADS_1
"Diusir karena menolak menikah dengan Ron," sungut Ellea sambil menelan saliva melihat nasi goreng di hadapannya.
"Ron asisten kakak kau yang tampan itu?" Seru Sari bersemangat, Ellea menganggapi dengan anggukan malas.
"Bagaimana kalau kita buat kesepakatan, kau boleh tinggal dan makan disini sepuasnya dengan gratis tapi kau harus membuat Ron dekat denganku." Sari memberikan penawaran dengan berbinar-binar, tidak ingin melewatkan kesempatan emas bisa dekat dengan pria tampan itu.
"Apa?" Ellea menganga tidak percaya dengan penuturan gadis di depannya, yang entah namanya siapa.
"Aku bilang semua gratis tapi kau harus membuat pria itu dekat denganku," ulang Sari dengan decakan kasar.
"Aku dengar kau bicara apa. Tidakkah kau berpikir, aku ini sedang melarikan diri darinya jadi bagaimana caranya bisa membuat kau dekat dengan Ron." Seloroh Ellea, dalam hatinya ada rasa takut tapi bukan cemburu.
Dulu sebelum Edric dan Jovie memuja wanitanya ia sangat diperhatikan dan dimanjakan. Tapi sekarang semua itu hilang. Apa Ron juga akan berhenti peduli padanya kalau sudah memiliki pasangan. Lalu dia mengadu pada siapa.
Sari tampak berpikir keras, bagaimana caranya agar Ellea bisa membuatnya dekat dengan Ron.
Sementara Ellea menahan diri agar tidak tergoda pada nasi goreng di hadapannya. Walau nasi goreng biasa tapi terlihat sangat menggiurkan saat perut keroncongan seperti ini.
__ADS_1