Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 131


__ADS_3

"No Edric, aku tidak mungkin hamil! Tidak, tidak mungkin!!" Teriak Deandra histeris dalam ruang pemeriksaan sambil memukuli perutnya yang tidak bersalah.


Ia tidak mungkin hamil, karena sehari sebelum Edric menjemputnya sudah suntik KB diantar Dad Tian. "Dok pasti salah, aku tidak mungkin hamil!"


"Hasil pemeriksaan kami insyaallah akurat, ibu sedang mengandung. Janinnya kurang lebih berumur enam minggu," beritahu dokter wanita yang memeriksa Deandra.


Deandra menggelengkan kepala, tetap bersikeras menganggap terjadi kesalahan pada pemeriksaan itu.


"Sayang," Edric menahan tangan Deandra agar berhenti memukuli perut. Hatinya merasakan sakit saat sang istri menolak janin dalam kandungan yang sudah ditunggu-tunggunya.


"Aku tidak mau hamil Edric. Tidak mau!!" Deandra semakin menjerit, dokter kandungan wanita yang memeriksa istri Edric itu ikut menenangkan.


Ellea tidak kalah terkejut mendengar kabar kehamilan Deandra. Sebentar lagi dia akan menjadi aunty. Pantas saja kakak iparnya itu bertingkah aneh sampai tidak mau jauh darinya. Ke rumah sakit saja Edric memaksanya ikut, wanita itu tidak mau ke rumah sakit kalau dia tidak ikut. Ia pikir Edric akan membawa Deandra ke dokter kejiwaan, ternyata ke dokter kandungan.


"Sayang tidak boleh bicara seperti itu," ucap Edric saat mereka sampai di mobil. Karena tidak bisa menenangkan Deandra, ia terpaksa membawa wanitanya itu pulang.

__ADS_1


"Sweetheart dengar, dia tidak salah. Jangan dimarahi," Edric mengusap-usap perut Deandra. Pasti calon baby-nya itu sedih karena mendapatkan penolakan dari sang mommy.


"Aku tetap tidak mau dia ada disini Edric, aku tidak mau bersama kau lagi!!" Wanita itu semakin murka pada Edric saat mengetahui kabar kehamilannya.


"Sayang," Edric memeluk kekasihnya semakin erat. Hatinya sakit mendengar apa yang Deandra katakan. Tidak menyangka kalau istrinya itu akan menolak seperti ini saat tahu hamil.


"Antar aku ke rumah Daddy!"


Edric tidak membantah, meminta supir untuk mengantar mereka ke mansion Adley.


...🌷🌷🌷 ...


"Honey," Tian yang mendapatkan kabar dari istrinya kalau sang putri mengamuk segera pulang dari kantor.


"Kenapa Dea tidak mau dia ada disini Sayang?" Tanyanya dengan lembut seraya mengusap perut Deandra. Sebentar lagi dia akan menjadi kakek, sungguh ini kabar yang sangat membahagiakan.

__ADS_1


"Pokoknya aku tidak mau hamil! Aku tidak mungkin hamilkan Dad?" Deandra ingin mendengar dari mulut Dad Tian kalau berita kehamilannya ini tidaklah benar.


"Dia ada disini Sayang, ini darah daging Dea. Dia tidak bersalah," Tian meletakkan telapak tangan Deandra ke perut rampingnya.


"Aku tidak mau dia ada disini Daddy. Tidak mau!!" Deandra memukul-mukuli perutnya kembali.


Edric dengan sigap memeluk sang istri dengan perasaan yang hancur. Mengarahkan pukulan Deandra ke dadanya, "pukul disini saja Sayang. Marahlah padaku, jangan padanya. Jangan benci calon baby kita."


"Aku benci kau Edric! Kau pembohong, kau tidak menepati janji. Aku sudah bilang tidak ingin punya anak!"


"Bencilah aku, tapi jangan dia." Lirih Edric, tidak tahu lagi harus bagaimana menenangkan sang istri. Dia khawatir kalau Deandra stres, itu akan mengganggu kesehatan janinnya.


"Ceraikan aku! Aku tidak mau bersama kau lagi!" Jerit Deandra emosi.


"Sayang," Edric menangkup pipi Deandra. Kilat marah dari netra sang istri menghujam jantungnya. Ia tidak mengerti kenapa wanita itu sampai ingin bercerai darinya hanya karena hamil.

__ADS_1


"Edric, jangan katakan apapun!" Tegur Tian, khawatir menantunya itu mengikuti kemauan Deandra menceraikannya.


__ADS_2