Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 125


__ADS_3

"Hei-hei marah lagi," Edric menangkap Deandra yang ingin kabur dari tempat tidur.


"Lepas Edric, aku benci kau!!" Teriak Deandra, benci menjadi lemah dihadapan prianya itu. Harusnya dia memang tidak percaya begitu saja dengan bualan Edric kalau tidak ingin terluka untuk yang kesekian kalinya.


"Duduk dulu jangan langsung marah-marah Sweetheart, aku belum menjawab kau malah menyimpulkan sendiri."


"Aku tidak butuh jawaban darimu Edric!!" Jerit Deandra semakin kesal karena dipanggil Sweetheart. Panggilan yang juga tersemat untuk Alice.


"Hei Sayang," pria itu memeluk wanitanya semakin erat. "Coba lihat sekali lagi ini nomor milik siapa," ucap Edric lembut menunjukkan ponselnya pada Deandra. Tapi sang wanita enggan menuruti perkataan Edric lagi.


"Oke kalau kau tidak mau melihatnya, sekarang ponselmu mana?"


Deandra menggeleng malas, lupa meletakkan ponselnya dimana.


"Ponselmu ada di tempat Sari, Sayang. Yang menelpon tadi bukan Alice tapi itu nomor ponselmu, ini lihat pesannya." Jelas Edric dengan kekehan seraya mengusap kening sang istri. "Aku suka kau cemburu padaku seperti ini. Itu artinya kau mencintaiku," ucapnya penuh percaya diri.


"Aku benci kau mempermainkan perasaanku Edric. Aku capek!!" Perempuan itu melepaskan diri dari pelukan Edric membaringkan tubuhnya.

__ADS_1


"Siapa yang mempermainkan, kau sendiri yang salah sangka. Ayo kita jalan-jalan sekalian ambil ponselmu," bujuk Edric.


"Biarkan saja, aku malas!"


Edric tidak membantah lagi membiarkan wanitanya yang sedang mengalami mood swing itu istirahat. Pasal satu, perempuan memang selalu benar. Pasal dua, kalau perempuan salah maka kembali ke pasal satu.


Tidak lama setelahnya Deandra tertidur, Edric menyelimuti lalu mengecup di puncak kepala. "Maaf kalau aku selalu menyakiti perasaanmu," ucapnya.


Keesokan paginya.


"Sayang sarapan dulu," ajak Edric pada istrinya yang masih merajuk.


"Kalau masih marah mending gak usah ke kampus, kita liburan saja." Edric menghela napas panjang, siapa yang salah paham siapa yang merajuk.


Putri sulung Tian itu tidak menggubris ucapan Edric.


"Dea mau apa Sayang?" Edric bersabar mendekati sang istri, memeluknya dari belakang. "Oke aku yang salah, aku minta maaf. Jangan merajuk lagi."

__ADS_1


"Aku lelah makan hati hidup bersama kau Edric! Dari awal memang kau tidak menginginkanku." Wanita itu melepaskan tangan yang melingkar di pinggangnya dengan kasar. Edric tidak berniat melepaskannya, semakin menguatkan pelukan.


"Itu dulu, sekarang aku menginginkan kau. Bahkan aku ingin hanya kau yang melahirkan keturunanku, Sweetheart. Kau mau orang yang ingin menghancurkan rumah tangga kita bahagia karena melihat kita selalu bertengkar. Tolong percaya padaku Sayang, aku tidak ingin berpisah darimu lagi." Ucap Edric serius dari hati, mengesampingkan egonya.


"Hatiku ini sakit Edric, sakit! Aku lelah, aku capek!" Ungkap Deandra sampai menangis. Huh, dia benci menjadi cengeng setelah bersama Edric.


"Maaf Sayang," Edric memutar tubuh Deandra membenamkan wajahnya ke pelukan.


"Aku mau pulang Edric, aku capek bersama kau disini." Deandra lelah, selalu saja ada masalah yang membuatnya ingin menyerah.


"Tetaplah bersamaku disini Sweetheart, jangan pergi lagi. Aku mencintaimu," pria itu menciumi puncak kepala istrinya. Edric tidak bisa jauh dari wanitanya ini lagi. Tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya untuk yang kedua kali.


"Apapun yang terjadi kita akan tetap sama-sama Sayang." Edric menghapus air mata Deandra yang sudah lebih tenang. "Kita sarapan, aku tidak mau kau sakit. Mau digendong?" Tawarnya untuk menghibur hati wanitanya yang memang lebih sensitif dari biasanya.


Tanpa malu Deandra mengangguk, sudah lupakah wanita itu kalau tadi bilang membencinya. Edric menahan diri agar tidak tertawa menggendong Deandra ke ruang makan.


"Duh, duh bayi besar lagi manja!!" Tegur Ellea melihat kakaknya begitu memanjakan Deandra. Hatinya jadi tercubit, juga ingin dimanjakan seperti itu.

__ADS_1


"Diam Elle!!" Edric melotot pada sang adik, dia sudah lelah menghadapi Deandra yang marah-marah. Kalau diganggu anak macannya ini bisa mengamuk lagi.


"Ish kau itu pilih kasih, aku saja tidak pernah digendong seperti itu!!" Decak Ellea lalu diam menikmati sarapannya. Sadar diri kalau dia sedang menumpang jadi tidak bisa banyak tingkah.


__ADS_2