Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 99


__ADS_3

"Siapa yang menyuruhmu muncul di hadapanku? Sudah kubilang jangan pernah kembali kalau kau tidak menemukan keberadaan Dea!!" Edric meluapkan emosinya pada Ron.


Sudah tiga hari ia tidak bisa menemukan keberadaan istri dan adiknya. Ini sungguh sangat aneh, dua orang tersayangnya itu seperti lenyap. Kalau Dad Harry sampai pulang ke Indonesia mendengar kabar putri bungsu dan menantu kesayangannya hilang, dia yang bakal jadi abu gosok.


"Maaf Tuan, saya sudah mengerahkan seluruh orang-orang kita tapi tidak menemukan keberadaan Nonya Dea dan Nona Ellea." Jawab Ron sambil menunduk takut. Karena sudah tiga hari ini emosi Tuan Edric tidak terkontrol. Sampai-sampai tuannya itu membentak kolega bisnis saat meeting tadi pagi.


"Aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus menemukan mereka berdua!!" Edric menghempaskan diri ke kursi malas sambil memijat kepalanya yang berdenyut.


"Siap Tuan, kami akan berusaha lebih keras lagi." Jawab Ron sambil mengusap dada bersyukur tidak dipecat, dalam hatinya merasa kasihan pada Tuan Edric. Tapi semua ini terjadi juga karena kesalahan tuannya itu.


Baru tiga hari ditinggalkan Deandra matanya sudah menghitam seperti panda. Jangankan untuk tidur, memejamkan mata saja Edric tidak bisa. Pikirannya tidak bisa tenang sebelum menemukan istrinya itu. Bahkan yang ada di kepalanya sekarang hanya Deandra.


Sementara orang yang dipikirkan Edric itu sedang menikmati segelas jus setelah selesai berenang bersama Ellea.


"Kau tidak mau pulang?" Tanya Deandra pada adik iparnya, selama di villa yang mereka lakukan hanya makan, berenang, nonton, tidur dan tidur mengerjai para mengawal.

__ADS_1


"Aku suka disini, tidak perlu mendengarkan ocehan Edric dan bebas tugas kuliah." Jawab Ellea dengan mulut yang penuh dengan cemilan.


"Kau kenapa, kangen suami bodohmu itu? Dia saja tidak mencarimu, untuk apa kau memikirkannya lagi." Celetuk Ellea setelah mulutnya selesai memamah biak.


"Kenapa mulutmu ini suka benar!!" Deandra mencubit gemas bibir Ellea. Apa yang dikatakan adik iparnya itu memang benar. Untuk apa dia berharap Edric mencarinya sedang yang diinginkan prianya itu wanita lain.


"Itu karena mulutku dikasih petunjuk," jawab Ellea asal yang membuat Deandra mendengus.


"Nona, orang yang kemarin datang sekarang datang lagi membuat keributan di depan pintu gerbang. Tidak mau pergi sebelum bertemu anda," lapor salah satu pengawal pada Deandra.


"Baik Nona," jawab sang pengawal langsung menghubungi yang berjaga di gerbang utama.


Deandra membelalakkan mata, "kau gila Elle. Dad Tian bisa mengamuk kalau tahu Om Azmi masuk kesini."


"Uncle Tian tidak akan tahu kalau kau tidak melapor," jawab Ellea acuh.

__ADS_1


"Kau saja yang temui aku tidak mau!!" Deandra malas membantah adik iparnya yang keras kepala itu. Selama mereka mengurung diri di villa Om Azmi memang selalu datang mencarinya. Untung para pengawal selalu berhasil mengusir pria itu.


"Come on Deandra Hansel. Kau ingin Edric mencarimu tidak!" Teriak Ellea pada Deandra yang sudah beranjak dari kursi. "Duduklah dengan tenang biar aku yang mengatur semuanya. Kita buat Edric seperti cacing kepanasan."


"Aku tidak mau mengikuti ide gilamu itu. Kalau aku gagal move on bagaimana?" Tolak Deandra mentah-mentah, hatinya ini masih labil takut khilaf.


"Tinggal balikan apa susahnya," Ellea tertawa gelak melihat wajah masam Deandra.


"Dasar adik durhaka bisa-bisanya memberikan bisikan setan pada ipar sendiri!!" Umpat Deandra.


"Santai, duduk. Aku tidak akan membiarkan Om tersayangmu itu berbuat macam-macam disini." Janji Ellea dengan wajah tidak yakin.


"Bulshit, awas kalau rencana ini gagal. Ku gantung hidup-hidup kau di pohon tomat!!"


"Nanti aku gantung diri sendiri di pohon labu kalau rencanaku ini gagal. Sekarang duduk yang manis," Ellea menarik Deandra untuk duduk setelahnya kabur saat pengawal membawa masuk pria yang sudah ditunggu-tunggunya jadi umpan pancingan.

__ADS_1


__ADS_2