
"Mau aku mandiin gadis manja!!" Edric mengacak rambut Deandra dengan tangannya yang masih basah.
Perut indah Edric tidak tertutup apapun. Hanya handuk yang melingkar di pinggang pria itu. Otak mesum Deandra langsung terkoneksi dengan cepat dan melanglang buana kemana-mana.
Tetesan air yang berjatuhan di tubuh Edric membuat Deandra menelan saliva dengan kasar. Itu sangat menggoda imannya, dia jadi ingin membelai-belai dada bidang Edric dan menciumi wangi tubuhnya.
"Kau ingin ini," Edric menggoda dengan seringaian tipis menarik kepala Deandra sampai menempel di dada bidangnya.
"Shittt!" Umpat Edric dalam hati saat miliknya langsung on. Dengan cepat ia menjauhkan kepala Deandra.
"Jangan lama-lama nanti kau jatuh cinta padaku. Itu menyulitkanku untuk mendapatkan kekasih!!" Ucap Edric datar, menyembunyikan hasratnya yang bangkit setiap berada di dekat Deandra.
"Kenapa kau harus mencari kekasih, kenapa tidak belajar mencintaiku saja!!" Sahut Deandra cepat kemudian menutup mulutnya saat sadar sudah keceplosan.
"Oh Tuhan apa yang barusan ku katakan!! Mr. Arrogant bisa langsung besar kepala." Deandra mendesah frustasi.
"Jadi kau ingin aku mencintaimu?" Edric menahan tawanya melihat wajah Deandra yang memerah.
Lagi-lagi Deandra mengangguk dengan cepat. "Kenapa tubuh dan otakku tidak bisa bekerja sama!!" Decaknya kesal.
__ADS_1
"Oke sini," panggil Edric.
Deandra refleks mendekat, otaknya tidak bisa bekerja dengan baik setelah melihat dada telanjang Edric yang halal untuk dia sentuh dan nikmati.
"Lepaskan handukku dan manjakan dia!!" Perintah Edric menunjuk ke arah adik kecilnya.
Deandra langsung menggeleng dan berjalan mundur dengan wajah ketakutan. Sontak membuat Edric tertawa lepas bisa mengerjai Deandra.
"Dia bilang sudah tidak perawan, belum melihat milikku saja sudah ketakutan!" Satu hal yang baru Edric sadari, otak Deandra masihlah polos.
"Kau memuaskanku saja tidak berani bagaimana aku bisa mencintaimu!" Bisik Edric yang kemudian menjauh dari Deandra. Adik kecilnya bisa gila kalau terus-terusan berada di dekat gadis itu. Ia menunggu Ron mengantarkan pakaian kerjanya.
"Apa yang sudah otak kotorku ini bayangkan!!" Serunya memukul kepala pelan lalu berendam lama di bathtub untuk mendinginkan otaknya yang kepanasan.
"Rupanya kau sudah siap untuk membuatku jatuh cinta!!" Tegur Edric yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Deandra. Gadis itu hanya menggunakan handuk keluar dari bathroom.
"A-ku lupa bawa baju ganti," ucap Deandra gagap karena Edric berjalan mendekat ke arahnya.
"Sama saja, kau sengaja ingin membuatku terpesona. Tapi itu tidak akan berpengaruh. Karena aku ingin tahu seberapa mempesonanya kau di tempat tidur. Baru aku bisa menilai apa kau pantas untuk aku cintai." Bisik Edric yang dalam satu kali hentakan berhasil membuat handuk Deandra terlepas.
__ADS_1
Edric berusaha keras memasang wajahnya tetap datar dan tidak berekspresi. Karena apa yang dilihatnya sudah bisa membuatnya hilang kendali.
"Ed kau sudah mau ke kantorkan, aku ganti baju dulu kita berangkat." Deandra mengambil handuk dan menutup tubuhnya kembali sambil menahan malu.
"Sebenarnya aku lebih suka melihatmu tanpa menggunakan apapun. Tapi hari ini banyak pekerjaan yang harus ku urus. Jadi penilaiannya kita tunda." Edric menepuk pipi Deandra, membiarkan gadis yang sudah membuatnya panas dingin masuk ke walk in closet.
Ia berhenti menggoda Deandra. Karena kalau diteruskan Edric bisa memperkosa anak gadis orang. Dengan napas berat ia masuk ke bathroom. (Halal Edric halal 😅)
*
*
*
Seharian ini Edric habiskan di kantor Richland group. Perusahaan yang ia rintis sejak masih kuliah tanpa sepengetahuan Dad Harry. Dan baru satu tahun terakhir ini mengalami percepatan pertumbuhan.
Karena satu wanita membuatnya menderita seperti ini. Perusahaannya mengalami kerugian besar hanya dalam satu malam. Dan sejak pagi tadi para investor menarik saham mereka dari perusahaannya. Itu cukup membuat Edric pusing dan tidak bisa berpikir jernih.
Ia tidak akan melepaskan wanita yang sudah membuatnya sengsara. Edric akan membuat Deandra jatuh cinta padanya dan meninggalkan lelaki brengsek yang sudah menghancurkan perusahaannya. Itu balasan yang setimpal karena sudah mengusik hidupnya.
__ADS_1
Dad Tian menawarkan bantuan tapi Edric dengan cepat menolak. Dimana harga dirinya kalau menerima bantuan dari sang mertua.